Menjelang waktu salat Jumat, ketenangan Desa Sindangsari, Kecamatan Kawali, Kabupaten Ciamis, mendadak terusik. Sungai Cigarunggang yang biasanya mengalir tenang di belakang kompleks pesantren, Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 11.30 WIB, menjadi pusat perhatian warga setelah ditemukan sesosok mayat bayi laki-laki.
Penemuan itu pertama kali diketahui sejumlah santri yang tengah beraktivitas di sekitar pesantren Bahrul Ulum. Awalnya, anak-anak tersebut melihat sesuatu yang mencurigakan di aliran sungai yang airnya tidak terlalu deras. Ketika didekati, mereka kaget melihat jasad bayi tergeletak di antara bebatuan sungai.
Mereka melaporkan temuan itu kepada kepala dusun, lalu diteruskan ke Kepala Desa Sindangsari Cucu Samsudin. Tak lama kemudian, aparat kepolisian dari Polsek Kawali datang ke lokasi.
"Bayi laki-laki. Ditemukan oleh anak-anak santri di sungai belakang kompleks pesantren. Perkiraan masih dua harian, karena tali ari-arinya masih ada. Kejadiannya sebelum jumatan, sekitar setengah 12," ujar Kepala Desa Sindangsari Cucu Samsudin Cucu saat dikonfirmasi detikJabar.
Mayat bayi kemudian dievakuasi dari sungai dan dibawa ke sebuah bangunan sekolah yang tak jauh dari lokasi untuk keperluan pemeriksaan. Tim Inafis Satreskrim Polres Ciamis langsung melakukan olah tempat kejadian perkara.
Cucu menyebut, Sungai Cigarunggang merupakan sungai kecil yang menjadi batas wilayah Desa Sindangsari dan Talagasari. Menurutnya, peristiwa penemuan mayat bayi ini merupakan yang pertama kali terjadi dan mengagetkan warga.
"Warga langsung berdatangan. Kaget semua. Padahal, kalau memang tidak sanggup merawat, jangan dibuang. Dikasih ke saya saja," ucapnya.
Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Ciamis AKP Carsono membenarkan penemuan mayat bayi dan memastikan pihaknya tengah melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap pelaku yang diduga membuang bayi tersebut.
"Tim Inafis telah melakukan olah TKP, dan Satreskrim Polres Ciamis bersama Polsek Kawali kini melakukan penyelidikan mendalam," ungkapnya.
(orb/orb)