Jabar Hari Ini: 7 Konten Kreator di Balik Benda Diduga 'Bom' Kosambi

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 24 Des 2025 22:00 WIB
Tim dari Unit Penjinak Bom Polda Jawa Barat saat sterilisasi lokasi menyusul temuan benda mirip bom di Gereja Kristen Protestan Simalungun Kosambi, Bandung, Jawa Barat, Jumat (19/12/2025). ANTARA/Rubby Jovan
Bandung -

Sejumlah peristiwa menarik mewarnai Jawa Barat hari ini, Rabu (24/12/2025) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca detikJabar.

Kabar adanya video dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) yang beredar luas, hingga pengakuan dosa Ridwan Kamil usai 29 tahun pernikahannya yang berujung pada gugatan cerai.

Berikut rangkuman Jabar Hari Ini:

Heboh Permintaan Tolong 8 Warga Tasikmalaya Diduga Korban TPPO

Sebuah video beredar luas di media sosial menunjukkan dugaan kasus Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Sejumlah pria asal Kabupaten Tasikmalaya dan Kota Tasikmalaya meminta pertolongan. Mereka terekam berada di dalam sebuah rumah dan duduk saling berdekatan.

Video tersebut diunggah oleh akun Facebook @Ucu Irma dan berdurasi sekitar 1 menit 29 detik. Dalam rekaman itu tampak delapan orang laki-laki, dengan salah seorang perwakilan menyampaikan permohonan bantuan kepada Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kapolri, Gubernur Jawa Barat, serta Wali Kota dan Bupati Tasikmalaya.

"Kami berasal dari Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Kami semua adalah korban TPPO di Kamboja. Kami mohon bantuan Bapak Presiden, Kapolri, Gubernur Jawa Barat, hingga Wali Kota dan Bupati Tasikmalaya," ujar salah satu korban dalam video tersebut.

Para korban menuturkan bahwa awalnya mereka dijanjikan pekerjaan sebagai staf pemasaran produk laptop dengan janji gaji besar. Namun kenyataannya, mereka justru diarahkan untuk melakukan penipuan terhadap sesama warga negara Indonesia.

Selain itu, para korban mengaku saat ini berada dalam kondisi sulit karena kehabisan bekal dan sangat berharap bisa segera dipulangkan ke Tanah Air. Mereka menyebut telah menjalin komunikasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kamboja, namun proses pemulangan masih memerlukan tahapan lebih lanjut.

"Kami ingin segera pulang ke Tasikmalaya. Bekal kami sudah habis. Saat ini masih dalam proses KBRI, tetapi kami harus menunggu," lanjut korban tersebut.

Kapolsek Karangnunggal AKP Jaja Hidayat memastikan informasi dalam video viral ini. Pihaknya tengah menelusuri keluarga korban.

"Pihak kepolisian tengah melakukan identifikasi awal terhadap dugaan korban TPPO tersebut. Polisi juga terus berkoordinasi dengan pihak keluarga dan juga dengan satuan di atas. Kemudian, Kecamatan juga koordinasi dengan Kabupaten," kata Jaja Hidayat, Rabu (24/12/2025).

Diketahui para korban berasal dari Desa Cikupa. Mereka berjumlah lima orang. Satu di antaranya beridentitas warga Indihiang Kota Tasikmalaya.

"Ada lima orang warga Cikupa, satu identitasnya (warga) kota. Tetapi, ia mengaku berasal dari Cikupa," kata Jaja Hidayat.

Keluarga korban dikumpulkan di Kantor Desa Cikupa untuk klarifikasi Rabu siang. Pendalaman dilakukan terkait keberangkatan dan tujuan ke luar negeri.

"Hari ini dikumpulkan keluarga korban, kami identifikasi lagi," kata Jaja Hidayat.

Pengakuan Dosa Ridwan Kamil

Ridwan Kamil menyesal dan menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang terjadi karena "ulahnya" hingga membuat sang istri, Atalia Praratya menggugat cerai setelah 29 tahun menikah.

Melalui postingan di instragram pribadinya, Selasa (23/12/2025) malam, Ridwan Kamil untuk pertama kalinya memberi buka suara sejak pertama kali digugat cerai Atalia. Mula-mula, mantan Gubernur Jabar itu menyampaikan permohonan maaf secara luas.

"Dari hati saya yang terdalam, dengan ini saya menghaturkan permohonan maaf kepada semua pihak dan semua yang terdampak atas kegaduhan yang tidak seharusnya. Sekali lagi setulusnya saya mohon maaf," ucap Ridwan Kamil.

Ia juga mengakui banyak melakukan dosa kepada Atalia selama hampir tiga dekade hidup bersama. Karena itu, Ridwan Kamil lapang dada setelah Atalia menggugat cerai dirinya.

"Saya mengakui selama 29 tahun pernikahan, saya banyak melakukan kekhilafan dan dosa kepada istri saya Atalia, sehingga perpisahan ini adalah hak beliau untuk bahagia dalam hidupnya tanpa ada saya di dalamnya. Permohonan maaf untuk Ibu Atalia dan teriring doa terbaik dari saya," ungkap dia.

Dalam unggahan itu, Ridwan Kamil juga meminta maaf kepada ibunya dan menyebut dirinya gagal sebagai anak karena telah berbuat dosa hingga mengecewakan banyak pihak.

"Saya juga memohon ampun kepada ibunda saya atas segala khilaf dan dosa sebagai anak yang mungkin mengecewakannya," tuturnya.

Karena kasus ini, kedua anak Ridwan Kamil dan Atalia ikut terkena imbasnya. Karena itu, Ridwan Kamil juga meminta maaf kepada anak-anaknya atas rangkaian kesalahan yang ia perbuat.

"Saya juga memohon maaf kepada anak-anak saya yang terdampak oleh peristiwa-peristiwa yang tidak sepenuhnya dipahami oleh mereka," kata Ridwan Kamil.

Ia menegaskan, seluruh kesalahan dalam rangkaian peristiwa tersebut sepenuhnya berasal dari dirinya. Ridwan Kamil juga meminta maaf kepada pihak-pihak lain yang ikut terseret dalam persoalan pribadinya.

"Saya juga memohon maaf kepada pihak-pihak lain yang terbawa dan terdampak dalam rangkaian peristiwa-peristiwa pribadi ini. Sepenuhnya kesalahan dan kekhilafan ada di saya," ucapnya.

Menutup pernyataannya, Ridwan Kamil menyampaikan doa dan harapan agar ia diberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan menjalani kehidupan yang lebih baik ke depan.

"Demikian isi hati saya dan rasa penyesalan saya dan permohonan maaf saya setulus-tulusnya. Semoga Allah, Sang Maha Pengampun, memberikan ridhaNYA untuk memberi saya kesempatan menjadi pribadi yang lebih baik dan lebih bertaqwa," katanya.




(yum/yum)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork