Jabar Hari Ini: Kuota Haji Jawa Barat 2026 Berkurang 9.000 Jemaah

Tim detikJabar - detikJabar
Jumat, 31 Okt 2025 22:05 WIB
Ilustrasi calon jamaah haji (Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar)
Bandung -

Berbagai peristiwa menarik terjadi di Jawa Barat hari ini Jumat (31/10/2025) beberapa diantaranya memantik perhatian pembaca detikJabar. Dua orang diperiksa di kasus yang seret wawalkot Bandung Erwin, longsor di 2 kecamatan Bandung Barat dan kuota haji Jabar berkurang 9000 jemaah. Berikut ringkasan berita yang dihimpun dalam Jabar Hari Ini:

2 Orang Diperiksa di Kasus yang Seret Wawalkot Erwin

Kejari Kota Bandung terus mendalami kasus dugaan penyalahgunaan wewenang. Setelah memeriksa Wakil Wali Kota Bandung Erwin, Kamis (30/10) kemarin, pemeriksaan kembali dilanjutkan dengan memanggil dua orang untuk dimintai keterangan.

"Hari ini ada sejumlah saksi yang sedang diperiksa. Nanti kami informasikan resminya lagi, karena sekarang masih dalam tahap pendalaman," kata Plt Kasi Intel Kejari Kota Bandung Tumpal H Sitompul, Jumat (31/10/2025).

Tumpal mengatakan, dua orang yang diperiksa itu berasal dari unsur ASN Pemkot Bandung. Pemeriksaan keduanya berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. "Dari PNS. Ini jadi bagian dari upaya kita mengungkap, itu kan kita dibutuhkan guna membuat terang itu kan tentunya alat bukti ya," ungkapnya.

"Sepanjang kemudian masih kita perlukan keterangan-keterangan saksi untuk memenuhi alat bukti tadi, ya kita pastikan itu terus berjalan," pungkasnya.

Sebelumnya, Kejari Kota Bandung telah memeriksa Erwin soal perkara dugaan penyalahgunaan wewenang. Erwin masih berstatus sebagai saksi dalam pemeriksaan tersebut. Dalam kasus ini, Kejari Kota Bandung total memeriksa saksi lebih dari 3 orang. Kemudian, kejaksaan turut menggeledah dua kantor organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemkot Bandung dan menyita sejumlah barang bukti di antaranya dokumen, HP hingga laptop.

"Proses sedang berjalan, dan kami sangat optimis perkara ini segera selesai dan dapat kami limpahkan ke pengadilan. Kami yakin demikian, demi Bandung yang jauh lebih baik lagi dengan melaksanakan prinsip good governance," kata Kajari Kota Bandung Irfan Wibowo.

Longsor di 2 Kecamatan Bandung Barat

Peristiwa longsor melanda wilayah Kecamatan Pangalengan, Kabupaten Bandung. Sebanyak empat rumah warga dikabarkan mengalami rusak berat. Bencana itu terjadi saat hujan dengan intensitas tinggi melanda Kamis (30/10/2025). Hal tersebut membuat pergeseran tanah dan material tanah mengenai beberapa rumah.

"Iya kejadian longsor di Kampung Cisuruli, Pangalengan, kejadiannya kemarin sekitar jam 3 sore," ujar Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Bandung, Iyan Mulyana, saat dikonfirmasi, Jumat (31/10/2025).

Hujan dengan intensitas tinggi membuat areal tanah mengalami pergeseran. Kemudian material tanah langsung menimpa rumah warga. "Pergeseran tanah itu diakibatkan intensitas curah hujan yang tinggi beberapa minggu terakhir," katanya.

Area yang mengalami longsor itu memiliki ketinggian sekitar tujuh meter dan lebar 20 meter. Kata Iyan, empat rumah mengalami kerusakan adanya peristiwa tersebut. "Lima KK dan 20 jiwa terdampak. Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut," jelasnya.

Empat rumah tersebut milik saudara Jumara dengan jumlah tiga jiwa, milik saudara Wawan dengan jumlah tujuh orang, milik saudara Osin dengan jumlah tiga orang. Kemudian, rumah warga atas nama Abdul Rohman Al Ghifari itu ada lima jiwa, jadi posisi rumahnya di atas mushola yang terdampak. "Satu mushola terancam rubuh dan menimpa bangunan di bawah, apabila terjadi longsor susulan," ungkapnya.

Adanya peristiwa itu ada beberapa warga yang mengungsi. Mereka membutuhkan makanan siap saji, air mineral, alat kebersihan, family kit, sembako serta obat-obatan. Kemudian membutuhkan beberapa logistik seperti terpal, cangkul, gacok, sekop, karung. "Sekarang lagi tahap pembersihan material," ujarnya.

Peristiwa longsor juga terjadi di Kampung Paderek, Desa Drawati, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung. Satu benteng lapangan bola rubuh dan material tanahnya mengalami longsor.

"Panjang material longsor 28 meter dan tinggi 10 meter. Akibatnya, dua rumah milik Agus Liman dan Nani rusak," kata Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Bandung, Wahyudin.

Sebanyak 22 jiwa dari enam KK terpaksa mengungsi di Posyandu Campaka 4. Adanya kejadian itu satu orang anak atas nama Kania mengakami luka di bagian kepala. "Itu terkena reruntuhan sudah ditangani oleh puskesmas dan sudah kembali ke pengungsian," bebernya.

Kuota Haji Jabar Berkurang 9000 Jemaah

Harapan ribuan calon jemaah haji asal Jawa Barat untuk berangkat ke Tanah Suci tahun depan harus sedikit tertunda. Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) memastikan bahwa kuota haji Jawa Barat untuk musim haji 2026 mengalami pengurangan 9.080 orang, dari sebelumnya 38.723 jemaah pada tahun 2025 menjadi 29.643 jemaah.
Kepastian itu disampaikan Kepala Bidang Penyelenggara Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Jawa Barat, Boy Hari Novrian, usai keluarnya kebijakan baru dari Kementerian Haji dan Umrah yang memberlakukan sistem waiting list dengan masa tunggu rata-rata 26,4 tahun.

"Sesuai yang sudah ditetapkan serta persetujuan antara Kementerian Haji dan Komisi VIII DPR untuk kuota berdasarkan waiting list, Jawa Barat kebagian sebanyak 29.643 dari total 39.723, jadi sekitar 9.080 berkurangnya," ujar Boy, Jumat (31/10/2025).

Boy menjelaskan, kebijakan daftar tunggu yang disamaratakan di seluruh provinsi ini memang membuat kuota Jawa Barat menurun signifikan. Namun di sisi lain, sistem ini dianggap lebih adil bagi seluruh calon jemaah haji di Indonesia.

"Kebijakan daftar tunggu keberangkatan haji memang memberi dampak terhadap jumlah kuota haji Jabar, namun di sisi lain juga memberikan keadilan bagi seluruh jemaah di Indonesia," katanya.

Untuk menyikapi perubahan ini, pihaknya segera melakukan sosialisasi ke seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Langkah itu dilakukan agar para calon jemaah memahami adanya penyesuaian kuota sekaligus memastikan proses pemberangkatan tetap berjalan sesuai urutan pendaftaran.

"Tapi sebelumnya kita sudah menginformasikan kepada kabupaten/kota soal adanya kemungkinan penyesuaian kuota Jawa Barat menjadi 29.643 ini," imbuhnya.

Boy menegaskan, para calon jemaah yang telah terdaftar sebelumnya tidak perlu khawatir akan kehilangan hak berangkat. Mereka tetap akan diberangkatkan sesuai nomor antrean, tanpa terpengaruh masa tunggu baru 26,4 tahun.

"Jadi memang terobosan ini untuk memberikan keadilan bagi masyarakat, khususnya yang beragama Islam untuk melakukan ibadah haji" ujarnya.

Bagi jemaah yang sudah lolos verifikasi namun terdampak pengurangan kuota, Kemenhaj memastikan mereka akan dimasukkan ke dalam daftar cadangan. Dengan begitu, jika ada jemaah yang batal berangkat tahun 2026, posisi mereka bisa segera digantikan.

"Ini yang kita harus antisipasi, mereka yang sudah kita verifikasi tapi ternyata terdampak, insyaallah akan berangkat karena masuk dalam nomor cadangan pada tahun ini. Yang pasti semua dipastikan berjalan transparan," tegasnya.

Hingga akhir Oktober 2025, Kemenag Jabar telah memverifikasi sekitar 30.900 jemaah, sementara kuota resmi yang diterima hanya 29.643. Artinya, sekitar 1.000 calon jemaah masuk ke dalam daftar cadangan.

"Sementara kan kita sudah verifikasi sekitar 30.900-an jemaah, sekarang kuotanya di sekitar 29.000-an. Artinya, dari yang sudah diverifikasi ini ada 1.000 (lebih), itu sudah pasti masuk kuota cadangan, insyaallah masih ada kemungkinan bisa berangkat," tutur Boy.




(sya/iqk)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork