Arus lalu lintas yang mengarah ke Kadungora, Kabupaten Garut, kerap mengalami kepadatan saat mudik Lebaran. Salah satu jalur yang akan dilintasi pemudik yaitu Tanjakan Ciburial, Nagreg, Kabupaten Bandung. Tak jarang kendaraan gagal menanjak di lokasi ini.
Sejumlah warga pun turun tangan dengan membantu mengganjal ban kendaraan para pemudik. Pantauan detikJabar di lokasi, Senin (24/4/2023) terlihat para warga melakukan bantuan dengan sukarela. Meski tak sedikit pemudik yang memberikan uang.
Para warga mengganjal kendaraan dengan menggunakan kayu seadanya. Jika kendaraan yang tidak kuat menanjak, warga langsung siap mengganjal. Selain mobil, warga pun turut membantu bus yang mengalami hal sama. Bahkan beberapa warga telah menyediakan ganjal dengan ukuran besar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Salah satu warga yang membantu mengganjal kendaraan, Penol (40), mengungkapkan kepadatan biasanya terjadi saat rekayasa lalu lintas dari arah Garut dilakukan. Sehingga dirinya langsung berjaga di lokasi tersebut.
"Kalau dari Garut (Kadungora) padat, udah pasti imbasnya ke sini. Terus pasti banyak kendaraan yang gak kuat nanjak, makanya warga di sini membantu mengganjal," ujar Penol, saat ditemui di Tanjakan Ciburial, Nagreg, Kabupaten Bandung, Senin (24/4/2023).
Dia menjelaskan pendapatannya saat ini masih tergolong sepi dibandingkan dengan beberapa tahun yang lalu. "Tahun ini pendapatan lagi sepi, nggak kaya dulu-dulu. Sekarang karena lagi ada one way aja," katanya.
Sementara itu, pemuda lainnya, Arya (19) mengatakan membantu mengganjal di lokasi tersebut biasanya terjadi pada hari-hari besar. Volume kendaraan yang tinggi tak jarang menyebabkan kemacetan. "Tim ganjal ini ada sekitar 15 orang lah. Kita mulai dari hari Lebaran kemarin mulai ganjal," ucapnya.
Arya menambahkan para pengganjal tak mematok tarif dalam membantu mengganjal kendaraan. Makanya para pemudik biasanya memberikan secara sukarela. "Iya ada ngasih uang mulai dari Rp2 ribu hingga Rp20 ribu. Tapi ada juga mobil yang langsung tancap gas setelah diganjal, itu biasa," pungkasnya.
(iqk/iqk)