Spanduk 'Mosi Tidak Percaya KPU' di Tengah Pelantikan PPS Majalengka

Spanduk 'Mosi Tidak Percaya KPU' di Tengah Pelantikan PPS Majalengka

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Selasa, 24 Jan 2023 19:30 WIB
Spanduk protes di pelantikan PPS tingkat Desa dan Kelurahan di Kabupaten Majalengka, Selasa (24/1/2023).
Spanduk protes di pelantikan PPS tingkat Desa dan Kelurahan di Kabupaten Majalengka, Selasa (24/1/2023). (Foto: Erick Disy Darmawan/detikJabar)
Majalengka -

Pelantikan Panitia Pemungutan Suara (PPS) tingkat Desa atau Kelurahan di Kabupaten Majalengka, diwarnai aksi protes. Ungkapan protes yang ditujukkan untuk KPU Majalengka itu dituangkan dalam bentuk media spanduk.

Belum diketahui secara pasti siapa pembuat spanduk tersebut. Spanduk bermuatan protes itu dipampang di depan gerbang gedung Islamic Center, tempat di mana petugas PPS dilantik.

"Majalengka kritis demokrasi. Mosi tidak percaya KPU. Bagaimana pemilu bisa berkualitas kalau pembentukan penyelengaraan pemilu tidak demokratis," demikian isi tulisan spanduk tersebut yang dilihat detikJabar, Selasa (24/1/2023).


Ketua KPU Majalengka, Agus Suhada hanya menyikapi dengan santai saat dimintai tanggapan terkait spanduk tersebut. Menurutnya, aksi protes itu merupakan suatu dinamika bisa.

"Adapun pihak-pihak yang merasa tidak puas, harus dipahami. Bahwa semua yang melibatkan publik itu pasti ada pihak yang puas dan tidak puas. Dalam proses seleksi di semua daerah begitu, di semua tempat dan di semua kegiatan pasti ada yang seperti itu," kata Agus saat diwawancarai wartawan.

"Saya kira itu wajar. Dan kami kemudian tidak alergi terkait masukan-masukan atau kritikan yang ada, silakan sampaikan dan kami terbuka. Baik itu langsung ataupun media sosial," ujar dia menambahkan.

Agus juga menyatakan siap menghadapi jika pihaknya dilaporkan ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Ia menegaskan, KPU tidak akan alergi kritik dari pihak manapun.

"Kita sudah siap dengan semua yang akan terjadi, termasuk diadukan, dikritisi dan lain sebagainya," ucap dia.

Meski belum diketahui secara pasti maksud dan tujuan spanduk bermuatan protes itu dipampangkan. Agus sudah menduga spanduk dimaksudkan dalam rangka memprotes proses perekrutan panitia PPS tingkat Desa dan Kelurahan.

Kendati tidak alergi kritik. Sebab, kata Agus, pihaknya sudah menjalankan tugas sesuai prosedur. "Di situ ada seleksi administrasi, seleksi tertulis berbasis CAT dan semua sudah dilewati dan sudah dipedomani KPU Majalengka," jelas dia.

"Seleksi yang telah kita selenggarakan dan sudah saya sudah sampaikan, bahwa sudah berdasarkan regulasi yang ada, yaitu pedoman teknis 534 terkait dengan seleksi pada adhoc baik di tingkat PPK maupun PPS," sambungnya.



Simak Video "Duduk Perkara Nenek Dilaporkan Keluarga Usai Cucunya Dicabuli Paman"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)