Daftar Tunggu Haji di Sukabumi Capai 20 Tahun

Daftar Tunggu Haji di Sukabumi Capai 20 Tahun

Siti Fatimah - detikJabar
Selasa, 24 Jan 2023 23:30 WIB
Ilustrasi Haji
Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kota Sukabumi Abdul Manan. (Foto: Ilustrasi Haji (Tim Infografis/detikcom))
Sukabumi -

Kementerian Agama (Kemenag) RI mengusulkan agar biaya haji naik menjadi Rp 69 juta pada 2023. Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kota Sukabumi Abdul Manan mengatakan, biaya ongkos haji di Kota Sukabumi dipastikan naik, namun besarannya belum ditentukan.

"Kalau ada kenaikan, kita menyebutnya penyesuaian, pasti ada, karena biaya di tanah suci meningkat dan layanan kita ingin seperti di tahun 2022 kepada jemaah. Hari ini per orang belum ada kesepakatan," kata Abdul saat ditemui detikJabar di kantornya, Selasa (24/1/2023).

"Jadi proses biaya haji itu kan dari pemerintah atau Kemenag mengusulkan yang sekarang ramai itu kan Rp69 juta, diusulkan ke DPR nanti mereka yang membahas. Maka kemarin dibentuk Panja (Panitia Kerja) untuk membahas usulan biaya haji tersebut, sampai hari ini belum ada keputusan, nanti kalau ada berbentuk Perpres," ujarnya.


Dia menerangkan masing-masing embarkasi memiliki besaran biaya berbeda. Kota Sukabumi akan mengikuti PPIH Embarkasi Jakarta-Bekasi. Pada tahun 2022, biaya yang dibebankan kepada jemaah Rp 36 juta.

Abdul juga menjelaskan kenaikan harga itu didasari adanya subsidi yang diberikan kepada calhaj. Pada 2022 lalu ongkos riil haji mencapai Rp 96 juta, namun 60 persennya disubsidi pemerintah yang bersumber dari optimalisasi setoran awal BPIH yang dikelola BPKH. Sehingga biaya dibebankan kepada jemaah hanya Rp36 juta.

"Kalau skema itu terus berlanjut, kekuatan subsidi hanya sampai 2027. Jadi jemaah disubsidi sampai 2027, 2028 kita harus full kalau Rp 100 juta harus Rp 100 juta (ongkosnya)," ungkap Abdul.

Pihaknya menekankan, usulan kenaikan ongkos haji tersebut untuk menjaga agar masyarakat tetap mendapatkan subsidi pada tahun 2028 ke depan. "Itu yang ditekankan oleh Menag melalui Pak Dirjen agar subsidi itu tetap berlanjut sampai jemaah haji diberangkatkan, makanya diubah persentasenya," tambahnya.

Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kota Sukabumi Abdul Manan.Penyelenggara Haji dan Umroh Kemenag Kota Sukabumi Abdul Manan. Foto: Siti Fatimah/detikJabar

Antrean Haji Capai 20 Tahun

Di Kota Sukabumi sendiri, lama tunggu antrean haji reguler mencapai 20 tahun. Lama waktu tunggu itu lebih pendek jika dibandingkan dengan kota-kota besar seperti Kota Bogor 45 tahun dan Depok 30 tahun.

"Untuk di wilayah Kota Sukabumi, kalau kuota normal dan pendaftar haji hari ini dia menunggunya 20 tahun. 20 tahun itu di Jawa Barat disebut rendah karena di kabupaten lain lebih dari kita. Jadi Cianjur dan Kabupaten Sukabumi itu rata-rata 17-18 tahun, Depok sampai 30 tahun waiting list-nya," kata Abdul.

Dia mengatakan, untuk keberangkatan calon jemaah haji tahun 2023 ini akan diprioritaskan bagi 31 jemaah yang ditunda keberangkatannya karena faktor usia pada tahun lalu dan beberapa jemaah yang mendaftarkan diri pada 2013 lalu. Pihaknya juga sudah memiliki rencana perjalanan haji (RPH) yang diwacanakan berangkat pada 24 Mei mendatang.

"Nah bagi jemaah haji yang tahun kemarin ditunda karena beberapa aturan itu justru sekarang menjadi prioritas. Calon jemaah yang 2020 belum berangkat, baik yang sudah melunasi atau faktor usia sekarang otomatis jadi prioritas ditambah dengan jemaah haji nomor urut pendaftaran," sambungnya.

Jika merujuk pada kuota sebelumnya, maka Kota Sukabumi memiliki kuota calon haji di tahun 2023 ini sebanyak 253 sampai 257 orang. Meski demikian, pihaknya menunggu keputusan resmi mengenai kuota jemaah dan jadwal keberangkatan dari Pemprov Jabar.

(yum/orb)