Syarat Mutlak ASN Agar Bisa Jadi Petugas Penyelenggara Pemilihan

Syarat Mutlak ASN Agar Bisa Jadi Petugas Penyelenggara Pemilihan

Sudirman Wamad - detikJabar
Rabu, 25 Jan 2023 01:00 WIB
Ilustrasi Surat Suara Pemilu 2019 untuk pemilihan presiden dan wakil presiden, DPR RI, DPRD Kota/Kabupaten dan DPD RI
Ilustrasi Surat Suara (Foto: Pradita Utama)
Bandung -

Pada Pemilu 2024 mendatang aparatur sipil negara (ASN) bisa menjadi petugas penyelenggara pemilihan. Sejauh ini belum ada ASN yang dilantik sebagai petugas penyelenggara pemilihan, baik PPS, PPK, maupun KPPS.

Ketua KPU Kota Bandung Suharti mengatakan ASN diperbolehkan menjadi PPK, PPS dan KPPS sesuai dengan PKPU Nomor 8/2022 dan Keputusan KPU Nomor 534/2022. Suharti juga mengatakan aturan tersebut telah dikuatkan dengan Surat Edaran (SE) Kemendagri.

"Selama mendapat izin dari atasan, ASN boleh menjadi petugas penyelenggara, baik PPK, PPS atau KPPS. Untuk PPS sekarang tidak ada yang ASN," kata Suharti kepada awak media usai pelantikan PPS di SOR Arcamanik Kota Bandung, Selasa (24/1/2023).


Sekadar diketahui, hari ini KPU telah melantik 453 petugas PPS yang bakal ditugaskan di 151 kelurahan. KPU bakal melantik sekitar 50 ribu orang untuk petugas KPPS.

"Biasanya di KPPS itu banyak juga ASN, tetapi nggak perlu khawatir, sesuai dengan SE Kemendagri ataupun PKPU, itu tidak masalah," kata Suharti.

Lebih lanjut, Suharti ASN yang menjadi petugas penyelenggara Pemilu statusnya tak cuti. "Jadi mereka tetap dituntut kemandirian dan imparsialitas, mereka tetap menyelenggarakan pemilu sesuai dengan koridor-koridor yang ada," ucap Suharti.

Suharti mengatakan perekrutan KPPS bakal dilakukan pada Januari 2024. Totalnya ada 7.524 tempat pemungutan suara (TPS) di Kota Bandung pada 2024. "Kalau dikali tujuh, berati sekitar 50 ribu lebih petugas KPPS," ucap Suharti.

Selain petugas KPPS, KPU Kota Bandung juga bakal membuka pendaftaran untuk petugas pemutakhiran data pemilih (Pantarlih).

Sementara itu, Wali Kota Bandung Yana Mulyana mengatakan pelaksanaan pesta demokrasi ke depan akan lebih baik dibandingkan sebelumnya. Yana juga berharap ada peningkatan partisipasi pemilih.

Saat ditanya mengenai aturan anyar mengenai ASN yang diperbolehkan menjadi petugas penyelenggara Pemilu. Yana menilai hal itu wajar.

"Karena sekretariat di kewilayahan itu kan dibantu ASN. Sekretariat itu kan yang menyiapkan kami," kata Yana.

(sud/yum)