Kabupaten Cianjur, Jawa Barat kembali dilanda bencana alam. Belum lama ini gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 menyebabkan sejumlah kecamatan di wilayah utara porak-poranda. Terbaru, bencana banjir bandang dan longsor melanda beberapa kecamatan di wilayah selatan Cianjur.
Seperti yang diketahui, gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,6 yang terjadi pada Senin (21/11/2020) mengakibatkan 602 orang tewas, 56 ribu rumah rusak, dan 114 ribu jiwa mengungsi.
Bencana gempa bumi yang disebabkan aktivitas Sesar Cugenang tersebut masih menyisakan duka mendalam. Bahkan para warga yang rumahnya terdampak gempa, masih bertahan di tenda pengungsian hingga hari ini.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bupati Cianjur Herman Suherman menyebut jika kerugian akibat bencana gempa bumi mengakibatkan kerugian materil hingga Rp 4 triliun dan pemulihan dampak gempa akan menghabiskan Rp 6 triliun.
"Dampak gempa bumi sangat dasyat, kerugian materil sampai Rp 4 triliun. Tapi yang lebih membuat sedih karena ratusan orang menjadi korban meninggal dalam bencana ini," kata dia, Sabtu (17/12/2022).
Herman mengatakan jika bukan hanya membutuhkan dana yang besar untuk pemulihan, tetapi perlu waktu yang panjang juga.
"Memang dana pemulihan hingga Rp 6 triliun itu sebagian besar akan dibantu oleh pemerintah pusat. Tapi pemulihan secara ekonomi dan psikologi warga yang nantinya harus lebih diperhatikan, karena bencana ini menyisakan trauma mendalam untuk warga yang terdampak," ucap dia.
Di sisi lain, belum usai duka akibat gempa, bahkan tanggap bencana baru berakhir pada 20 Desember nanti, bencana alam sudah kembali melanda Cianjur.
Kali ini wilayah selatan yang diterjang bencana alam berupa banjir bandang dan longsor.
Tercatat ada tiga kecamatan yang dilanda bencana, yakni longsor di Campakamulya, jembatan putus akibat luapan sungai di Kecamatan Cibinong, serta banjir bandang dan longsor di Kecamatan Sukanagara.
Dari tiga kecamatan tersebut, Kecamatan Sukanagara yang paling banyak dilanda bencana.
Camat Sukanagara Robby Erlangga menyebut jika ada enam desa yang dilanda bencana banjir bandang dan longsor.
"Untuk banjir terjadi di lima desa yakni Desa Sukanagara, Desa Sukamekar, Desa Sukalaksana, Desa Sukarame, dan Desa Gunungsari dengan ratusan rumah terendam dan satu diantaranya hanyut. Sedangkan untuk longsor terjadi di tiga desa yakni Desa Ciguga, Desa Gunungsari, dan Desa Sukalaksana, sebagian besar menutup akses jalan," ucap dia.
Robby mengatakan banjir bandang yang terjadi pada Jumat (16/12/2022) merupakan yang terparah selama ini. Biasanya banjir hanya merendam jalan, namun kali ini banjir merendam rumah hingga setinggi 2 meter.
"Ini yang terparah, tapi tidak ada korban jiwa karena warga berhasil menyelamatkan diri. Tapi ada satu rumah yang terbawa hanyut, pemiliknya saat ini mengungsi ke rumah kerabatnya," ucap dia.
Terkait longsor, Robby mengaku sudah berkomuniasi dengan Dinas PUPR Provinsi dan Kabupaten untuk membersihkan material longsoran, sehingga akses jalan bisa kembali dilalui kendaraan.
"Sudah kami informasikan ke PUPR, supaya secepatnya menurunkan alat berat. Sehingga jalan bisa secapatnya dilalui," kata dia.
Simak Video: Penampakan Banjir Bandang Terjang Sukanagara Cianjur











































