Masalah Rumah Tangga Jadi Motif Suami Siram Istri Pakai Air Keras

Masalah Rumah Tangga Jadi Motif Suami Siram Istri Pakai Air Keras

Whisnu Pradana - detikJabar
Jumat, 02 Des 2022 13:18 WIB
ilustrasi KDRT
Ilustrasi (Foto: Dok.Detikcom).
Bandung Barat -

Dini Septi Widayanti (37) kini harus terbaring di Rumah Sakit Al Ihsan, Kabupaten Bandung, usai menerima tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang dilakukan suaminya sendiri.

Dinda disiram dengan cairan yang diduga air keras oleh suaminya, Danil Satria Darma (31) pada Kamis (1/12/2022) sekitar pukul 16.00 WIB. Akibatnya perempuan asal Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu mengalami luka bakar dan melepuh di sekujur tubuhnya.

Kapolsek Padalarang Kompol Darwan mengatakan motif pelaku menyiram korban dengan air keras karena permasalahan rumah tangga yang telah berlangsung lama.


"Dari keterangan korban pelaku ini (Danil) mengajak untuk baikan lagi. Informasi dari saksi ada ketidakharmonisan dan korban ini meminta cerai. Pelaku ini sakit hati dan dendam, sehingga mengakibatkan pelaku melakukan tindakan itu," kata Darwan saat ditemui di Mapolsek Padalarang, Jumat (2/12/2022).

Darwan mengatakan sebelumnya sempat terjadi keributan antara pasangan suami istri tersebut. Tepatnya di akhir Oktober sampai kepolisian turut turun tangan memediasi keduanya.

"Di akhir Oktober itu sempat ada keributan juga. Kita mediasi di Polsek Padalarang ada bukti perdamaian dan kesepakatan bahwa pelaku tidak akan mengulangi perbuatan serupa. Tapi akhirnya terulang lagi sekarang," ucap Darwan.

Darwan mengatakan pihaknya bakal melakukan uji laboratorium terkait cairan diduga air keras yang disiramkan pelaku terhadap korban.

"Kita belum bisa pastikan itu cairan apa karena kan harus diuji laboratorium dulu. Hanya dari luka yang ditimbulkan, dugaan awal cairan itu memang air keras," ujar Darwan.

Pihaknya saat ini langsung melakukan penyelidikan untuk mengejar terduga pelaku yang kabur usai melakukan tindakan kekerasan tersebut.

"Kami melakukan pengejaran terhadap pelaku karena pelaku sudah diketahui identitasnya yaitu suami korban (Danil Satria Darma). Kalau warga atau keluarganya mengetahui informasi soal pelaku informasikan pada kepolisian," ucap Darwan.

Pelaku Sering Bikin Ulah

Tindakan brutal Danil Satria (31) yang menyiram istrinya sendiri Dini Septi Widayanti (37) menggunakan cairan diduga air keras ternyata bukan kekerasan yang pertama kali dilakukan.

Sebelumnya Danil diketahui melakukan tindakan KDRT (kekerasan dalam rumah tangga) terhadap istrinya berulang kali. Tak cuma terhadap korban, kebrutalan pelaku juga dialamatkan terhadap keluarga istrinya.

Aris Ardisoma (68), orang tua korban mengatakan menantunya itu sudah berulangkali melakukan kekerasan pada anaknya. Hal itu bahkan sampai berujung pada pelaporan ke kepolisian.

"Jadi ini yang ke-5 kali, tapi ujungnya ini yang paling parah. Sudah beberapa kali bikin keributan sampai dibawa ke polisi. Di situ bikin perjanjian tidak akan mengulangi lagi tapi dilanggar," ujar Aris saat ditemui di lokasi kejadian, Jumat (2/12/2022).

Dalam surat yang ditandatangani di atas meterai itu, Danil sebetulnya dilarang menginjakkan kaki dan bertemu dengan istrinya karena perilaku dan sifatnya yang temperamen.

"Jadi dia ini temperamen, suka mabuk-mabukan, makanya sampai sempat dibawa ke polisi. Malahan kata polisi itu kalau dia datang diusir saja, nah waktu kejadian kemarin itu memang tidak terkontrol, anak saya juga sembunyi-sembunyi ketemu pelaku," tutur Aris.

Aris menjelaskan saat ini status keduanya masih suami istri. Namun anaknya sudah lama mengajukan cerai namun tak pernah disetujui oleh pelaku.

"Jadi sudah lama minta cerai, ya karena sering seperti itu (KDRT). Bahkan anak saya sudah pisah ranjang sekitar 3 tahun, tapi dia (Danil) nggak pernah mau cerai," ucap Aris.

Hal senada dikatakan Rama, adik sepupu korban. Ia mengatakan sempat berseteru dengan pelaku karena korban ikut jalan-jalan dengan keluarga besarnya.

"Jadi dia sempat ribut sama saya, kakak ipar saya ikut main dengan saya dan istri. Nah dia nggak terima, waktu pulang dia nunggu di dekat gang rumah, mobil saya dilempar sama botol miras," kata Rama.

Keduanya terlibat baku hantam. Pelaku saat itu diyakini dalam pengaruh minuman keras. Ia mengajak semua orang yang ada di lokasi itu untuk berkelahi.

"Jadi ributnya itu dengan semua orang, mertua saya dipukul, istrinya dijambak, akhirnya ribut dengan saya. Setelah itu dibawa ke kantor polisi," kata Rama.

Kejadian penyiraman ini diyakini sebagai buntut dari semua aksi brutal dan KDRT yang dilakukannya. Apalagi sebelum kejadian, pelaku sempat mengancam korban jika keukeuh meminta cerai.

"Jadi ini muaranya, karena sudah sering ribut. Kata korban waktu ngobrol di rumah sakit, itu dia diancam dulu katanya kalau keukeuh minta cerai mau disiram air keras, soalnya dia sudah beli di toko bangunan," kata Rama.

Pelaku Diminta Menyerahkan Diri

Danil Satria Darma (31), diminta segera menyerahkan diri ke polisi sesegera mungkin usai melakukan tindak kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terhadap istrinya sendiri.

Tindakan KDRT terhadap istrinya, Dini Septi Widayanti (37) dilakukan Danil dengan cara menyiram air keras pada Kamis (1/12/2022) sekitar pukul 16.00 WIB. Akibatnya perempuan asal Kampung Pos Wetan, RT 01/14, Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) itu mengalami luka bakar dan melepuh di sekujur tubuhnya.

Kapolsek Padalarang Kompol Darwan mengatakan pihaknya saat ini sedang memburu pelaku setelah menerima laporan dari keluarga korban.

"Identitas pelaku ini sudah jelas suaminya (Danil), sekarang dalam pengejaran. Kami juga minta juga pelaku segera menyerahkan diri," kata Darwan saat ditemui di Mapolres Cimahi, Jumat (2/12/2022).

Darwan mengatakan pihak keluarga maupun orang terdekat pelaku juga diminta memberikan informasi sekecil apapun soal keberadaan pelaku yang kabur usai melakukan aksi keji pada istrinya.

"Semua informasi yang kami terima kami telusuri langsung. Keluarga ataupun pihak yang mengetahui (keberadaan pelaku) segera menyerahkan pelaku. Kami akan kejar kemanapun pelaku kabur," ujar Darwan.

Darwan mengatakan motif pelaku menyiram korban dengan air keras karena permasalahan rumah tangga yang telah berlangsung lama.

"Dari keterangan korban pelaku ini mengajak untuk baikan lagi. Informasi dari saksi ada ketidakharmonisan dan korban ini meminta cerai. Pelaku ini sakit hati dan dendam, sehingga mengakibatkan pelaku melakukan tindakan itu," tutur Darwan.

(mso/mso)