Cerita Pilu Balita Yatim Selamat Usai Tertimpa Reruntuhan Gempa

Cerita Pilu Balita Yatim Selamat Usai Tertimpa Reruntuhan Gempa

Siti Fatimah - detikJabar
Kamis, 24 Nov 2022 18:30 WIB
DN, bocah empat tahun asal Desa Cibulakan menjadi salah satu korban selamat gempa Cianjur.
DN, bocah empat tahun asal Desa Cibulakan menjadi salah satu korban selamat gempa Cianjur (foto: Siti Fatimah/detikJabar).
Sukabumi -

Kisah pilu dialami DN, bocah empat tahun, asal Desa Cibulakan, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Dia menjadi satu-satunya korban selamat di rumahnya saat peristiwa gempa bumi M 5,6 mengguncang Cianjur Senin (21/11) lalu.

Selama tiga hari pasca kejadian, DN tak mendapatkan perawatan apapun. Padahal luka sobek di bahunya menganga cukup besar dan dikhawatirkan infeksi.

Sebelum kejadian gempa bumi itu, DN tinggal bersama sang nenek di Cugenang. Ayahnya lebih dulu meninggal dunia sedangkan sang ibu terpaksa bekerja di luar negeri sebagai TKW.


Sayangnya takdir berkata lain. DN harus kehilangan sang nenek yang sehari-hari merawat dan mengurusnya. Neneknya itu meninggal dunia tertimpa reruntuhan rumah akibat guncangan gempa.

Wajah polos bocah perempuan itu terlihat saat dibopong Ibu Persit dari mobil ambulans. DN lalu dipindahkan ke kursi roda dan dibawa petugas kesehatan masuk ke RSUD Syamsudin, Kota Sukabumi. Dia ditemukan saat Ibu Persit meninjau korban gempa di wilayah Cireunghas, Kabupaten Sukabumi.

"Tadi kita bansos di Desa Cireunghas, ternyata ada anak yang dari Cianjur ke Sukabumi. Kondisi anak masih keadaan trauma ada luka sobekan besar sudah infeksi makanya kita bawa ke rumah sakit yang ada di Sukabumi," kata Diana Dedi Ariyanto selaku Ketua Ibu Persit sekaligus penolong DN di RSUD Syamsudin, Kota Sukabumi, Kamis (24/11/2022).

Lebih lanjut, DN langsung mendapatkan penanganan di rumah sakit tersebut. Ia mendapatkan jahitan sekitar 5-6 jahitan di bagian bahu kanan.

Diana mengatakan, setelah mendapatkan perawatan, DN akan diantarkan ke rumah nenek dari keluarga almarhum ayahnya untuk tinggal di sana, tepatnya di Kampung Pacing, Desa Cikurutug, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi.

"Ibunya di luar negeri jadi TKI sedangkan ayahnya sudah meninggal. Selama ini tinggal sama neneknya tapi meninggal karena gempa. Kondisinya alhamdulillah lukanya sudah berkurang tadi di dalam sempat ada batu yang tersangkut di lukanya langsung di jahit," tutupnya.

(mso/mso)