Menanti Keajaiban di Tengah Kabar Keluarga Hilang Dilibas Longsor

Gempa Cianjur

Menanti Keajaiban di Tengah Kabar Keluarga Hilang Dilibas Longsor

Whisnu Pradana - detikJabar
Kamis, 24 Nov 2022 15:30 WIB
Lokasi Longsor yang Timbun Rumah di Cianjur
Lokasi Longsor yang Timbun Rumah di Cianjur (Foto: Whisnu Pradana/detikJabar)
Cianjur -

Mar'ah (54) menemani kakaknya, Lilis menunggu kabar baik soal pencarian enam anggota keluarga mereka yang masih hilang di balik timbunan tanah dan bangunan longsor gegara gempa Cianjur.

Anggota keluarga Mar'ah yang hilang yakni Kamaludin, suami Lilis sekaligus kakak iparnya, anak Lilis dan Kamaludin, serta adik Kamaludin. Saat gempa mengguncang Cianjur pada Senin (21/11/2022), mereka sedang ada di rumah.

Kini, rumah yang ada di Kampung Cibeureum, Desa Mangunkerta, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur itu hilang disapu material longsor dari tebing yang ada di belakang rumah tersebut.


"Saya masih nunggu nasib kakak ipar sama keponakan saya, karena tertimbun juga. Rumahnya habis kan, tertimbun longsor," ungkap Mar'ah kepada detikJabar, Kamis (24/11/2022).

Mar'ah dan Lilis sudah empat hari bolak-balik ke lokasi longsor tersebut. Namun selama itu pula mereka tak kunjung menerima kabar baik dari tim gabungan yang melakukan pencarian.

"Saya ingin kakak ipar dan keponakan saya itu segera ditemukan. Makanya dari tadi saya minta ke tim pencarian supaya pencariannya itu dipercepat," ucap Mar'ah.

Lokasi Longsor yang Timbun Rumah di CianjurLokasi Longsor yang Timbun Rumah di Cianjur Foto: Whisnu Pradana/detikJabar

Saat kejadian, anggota keluarganya itu sedang ada di dalam rumah. Sementara kakaknya, Lilis sedang berbelanja ke warung. Seketika bumi berguncang, dan rumah-rumah langsung rata dengan tanah disusul longsor yang menyapu rumah di tepi Jalan Cianjur-Cipanas itu.

"Kebetulan kakak saya (Lilis) sedang ke warung, nah suaminya di rumah dengan anak dan saudaranya. Ya nggak nyangka ada gempa dan longsor, pas pulang kaget rumahnya sudah nggak ada," kata Mar'ah.

Kini Lilis hanya bisa meratapi nasib di tengah ketidakpastian kabar suami, anak, dan saudaranya. Saban hari, Lilis hanya bisa menangis berusaha pasrah menerima takdir.

"Kalau masih selamat keajaiban Allah, kalau sudah meninggal ya sudah takdir. Keluarga kami sudah ikhlas," kata Mar'ah.

Di tengah kesedihan itu, mereka juga mesti memikirkan diri sendiri. Tak ada rumah yang jadi tempat berteduh, Mar'ah dan Lilis mengungsi ke rumah kerabat mereka di Cianjur kota.

"Jadi saudara saya itu di luar negeri, kebetulan rumahnya kosong akhirnya diizinkan kami tinggal di situ. Sampai sekarang masih khawatir juga karena terus ada gempa susulan, mungkin yang kerasa itu bisa sampai 3 kali sehari," ujar Mar'ah.

Mar'ah tak menyangka gempa 5,6 magnitudo yang mengguncang Cianjur bisa menimbulkan dampak yang sangat merusak.

"Jadi saya tahu kejadian ini (gempa Cianjur) itu dari status WA, anak saya bilang 'itu di daerah rumah uwa'. Tanpa mikir lagi, saya langsung berangkat ke Cianjur dari Jakarta. Luar biasa dampaknya, rumah-rumah hancur, bahkan rumah kakak saya," tutur Mar'ah.

(yum/yum)