Angkot Hancur Lebur dan Cerita Jeritan Korban Gempa

Gempa Cianjur

Angkot Hancur Lebur dan Cerita Jeritan Korban Gempa

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Kamis, 24 Nov 2022 14:17 WIB
Sebuah angkot ancur usai tertimbun longsor.
Sebuah angkot ancur usai tertimbun longsor (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar).
Cianjur -

Sebuah angkutan kota (angkot), truk, dan mobil pribadi teronggok di pinggir ruas jalan raya Puncak atau tepatnya Jalan Cianjur-Puncak, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur dengan kondisi nyaris tak berbentuk.

Informasi diperoleh detikJabar, angkot itu ringsek usai tertimbun material longsor yang terjadi saat gempa Cianjur, Senin (21/11/2022) lalu. Kendaraan itu berhasil dievakuasi secara bertahap sejak Rabu (23/11) kemarin.

"Ada sepasang sepatu di dalam angkot, kabarnya angkot itu sedang narik anak-anak sekolah SMP. Kalau ada yang tertimbun atau nggak saya kurang tahu," kata Faris, warga di sekitar lokasi kepada detikJabar, Kamis (24/11/2022).


Pantauan detikJabar, kondisi kendaraan yang tertimbun longsor rusak parah dan tidak berbentuk. Kendaraan pribadi sesudah dievakuasi disimpan di halaman parkir restoran sementara angkot dan truk engkel dibiarkan di pinggir jalan.

Ada beberapa sepatu di dalam angkot. Terlihat sepasang sepatu warna hitam dibiarkan tergeletak. Banyak bekas air sisa hujan yang menggenang di dalam angkot berwarna biru itu.

Sementara itu, Yadi (36), warga pemilik warung di lokasi itu mengaku mendengar teriakan minta tolong saat angkot itu terseret hingga ke jurang di bahu jalan usai longsoran material tebing bergerak. Namun kondisinya yang saat itu juga panik karena gempa disusul longsor, ia tidak bisa berbuat banyak.

"Posisi warung saya juga terkena longsor, ada ibu saya di dalamnya saya naik ke atas tebing di atas jurang mencari ibu saya teriak-teriak mama-mama. Saat lihat ke arah bawah (jurang) ada anak kalau tidak salah tiga atau empat orang, anak SMP karena saya kenali celana seragamnya mereka teriak bang tolong-bang tolong," ujar Yadi.

"Kemungkinan mereka dari angkot yang minta tolong mereka berhasil lari ke atas. Seingat saya ada empat orang waktu itu, minta tolong sama saya, tapi saya juga nggak sempat nyamperin karena saya juga panik, nggak terlalu fokus sama orang lain saya fokus sama keluarga," katanya.

Sementara itu Fajar, koordinator tim pencarian dan pertolongan Basarnas Special Group mengatakan ia baru memulai proses pencarian hari ini. Ia baru sekadar mendapat informasi soal adanya korban di dalam kendaraan yang terkena longsor pasca gempa.

"Kalau informasi yang kami tangkap dari saksi dan warga laporan warganya itu masih ada sekitar 5 atau lebih di dalam mobil avanza itu. Evakuasi kendaraan sendiri sudah dimulai sejak hari pertama angkot dan (truk) engkel," ungkapnya.

Fajar mengaku tidak mengetahui saat ditanya ada dan tidaknya penumpang di dalam angkot.

"Kalau di dalam angkot saya kurang tahu, karena saya ditugaskan di sini baru kemarin, kemarin dapat (korban) satu dan hari ini lagi proses," imbuhnya.

Baru selesai berbincang, tiba-tiba dari arah jurang tempat akhir longsoran terdengar keramaian. Informasi diperoleh seorang korban ditemukan. Korban kemudian dimasukan ke dalam kantong mayat yang langsung dibawa menggunakan kendaraan ambulan yang sudah disiapkan.

"Posisinya sedang telungkup, korban berada di bawah puing bangunan tadi ada beberapa puing menutup korban. Jenis kelamin perempuan, kemarin kita dapat satu jenazah, hari ini satu total dua. Kalau sebelumnya ada beberapa (sudah dievakuasi) kalau dari tim saya ada dua yang sudah dievakuasi," ujarnya.

(sya/mso)