Presiden Korsel Isyaratkan Rombak Kepolisian Usai Tragedi Itaewon

Kabar Internasional

Presiden Korsel Isyaratkan Rombak Kepolisian Usai Tragedi Itaewon

Tim detikTravel - detikJabar
Selasa, 08 Nov 2022 09:45 WIB
Presiden Korea Selatan Yoon Suk-yeol memegang bunga untuk para korban penyerbuan perayaan Halloween
Potret Presiden Korsel Datangi Lokasi Tragedi Itaewon (Foto: Getty Images/Chung Sung-Jun)
Seoul -

Duka mendalam dirasakan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol atas tragedi pesta Halloween di Itaewon. Ia juga meminta maaf saat berkunjung ke lokasi yang telah menewaskan 156 orang pada 29 Oktober 2022.

"Saya minta maaf dengan amat sangat kepada keluarga yang berduka dan terluka atas tragedi yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata ini. Saya juga meminta maaf kepada orang-orang yang kehilangan dan menderita karena tragedi ini," kata Yoon dikutip detikJabar dari detikTravel yang melansir Reuters, Selasa (8/11/2022).

Yoon berjanji akan menghukum berat pejabat yang bertanggungjawab dan terbukti bertindak ceroboh dalam menangani kerumunan massa perayaan Halloween di Itaewon itu.


"Saya tidak berani membandingkan diri saya dengan orang tua yang kehilangan putra dan putri mereka dalam tragedi Itaewon. Saya sebagai presiden seharusnya melindungi kehidupan dan keselamatan rakyat," ungkap Yoon.

People attend a candlelight vigil to commemorate the victims of the crowd crush that happened during Halloween festivities, at Seoul City Hall Plaza, in Seoul, South Korea, November 5, 2022. REUTERS/Kim Hong-JiPeople attend a candlelight vigil to commemorate the victims of the crowd crush that happened during Halloween festivities, at Seoul City Hall Plaza, in Seoul, South Korea, November 5, 2022. REUTERS/Kim Hong-Ji Foto: Reuters/Kim Hong-Ji

Yoon berjanji akan mereformasi kepolisian dan sistem manajemen keselamatan Korsel. Dia menilai kepolisian telah menunjukkan kelalaian prosedur pengamanan pada kerumunan. Selain itu, kepolisian juga lalai merespons laporan pada saat insiden terjadi

"Secara khusus, reformasi ekstensif diperlukan dalam pekerjaan polisi, yang paling penting untuk mempersiapkan mengantisipasi bahaya dan mencegah kecelakaan, untuk melindungi keselamatan rakyat," ujar Yoon.

Investigasi terhadap tragedi mematikan saat Halloween itu masih dilakukan hingga saat ini. Salah satu fokus penyelidik adalah memastikan keberadaan petugas polisi yang bertanggung jawab saat insiden terjadi.

Pekan lalu, transkrip saluran darurat mengungkap bahwa polisi menerima 79 panggilan terkait kerumunan Itaewon empat jam sebelum insiden terjadi. Sebanyak 11 panggilan di antaranya langsung mengarah kepada kekhawatiran kerumunan yang tidak biasa dan cenderung sulit dikendalikan.

Kepala Kepolisian Korea Selatan Yoon Hee Keun juga telah meminta maaf setelah tragedi Halloween di Itaewon itu. Dia mengakui respons kepolisian sangat buruk saat ada laporan di Itaewon itu.

Artikel ini telah tayang di detikTravel dengan judul Kunjungi Itaewon, Presiden Korsel: Saya Seharusnya Lindungi Rakyat

(yum/yum)