Doa dan Amalan Agar Terhindar dari Mimpi Buruk

Doa dan Amalan Agar Terhindar dari Mimpi Buruk

Tim detikJabar - detikJabar
Rabu, 12 Okt 2022 20:10 WIB
Asian muslim girl worried of her father being sick in hospital, she holds her fathers hand and pray for his health, family health insurance concept
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/airdone)
Bandung -

Ada doa dan amalan agar terhindar dari mimpi buruk. Seseorang pastinya ingin merasakan tidur nyenyak dan dijauhkan dari hal-hal menakutkan. Doa dan amalan sebelum tidur juga dapat membuat tidur kita lebih berpahala.

Tidur menjadi salah satu nikmat yang diberikan Allah SWT. Setiap orang membutuhkan istirahat agar tubuh dan pikiran menjadi segar. Dalam tidur, tubuh akan membersihkan racun-racun tidak berguna yang terbentuk ketika kita beraktivitas seharian.

Rasulullah SAW telah memberikan contoh kepada umatnya agar terhindar dari mimpi buruk seperti. Rasulullah SAW bersabda:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Apabila seorang dari kalian bermimpi yang ia sukai, berarti itu dari Allah dan hendaknya dia mengucapkan hamdalah karenanya serta menceritakannya. Tapi bila dia mendapat mimpi yang tidak disukai berarti itu dari setan, maka hendaklah dia berlindung dari kejahatannya dan jangan menceritakannya kepada siapapun, niscaya hal itu tidak akan berdampak buruk baginya." (HR. Al-Bukhari)

Doa Agar Terhindar dari Mimpi Buruk

Ψ£ΩŽΩ„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡ΩΩ…ΩŽΩ‘ Ψ₯ِنِّى Ψ£ΩŽΨΉΩΩˆΩ’Ψ°Ω Ψ¨ΩΩƒΩŽ مِنْ ΨΉΩŽΩ…ΩŽΩ„Ω Ψ§Ω„Ψ΄ΩŽΩ‘ΩŠΩ’Ψ·ΩŽΨ§Ω†Ω ΩˆΩŽΨ³ΩŽΩŠΩΩ‘Ψ¦Ψ§ΩŽΨͺِ Ψ§Ω’Ω„Ψ£ΩŽΨ­Ω’Ω„Ψ§ΩŽΩ…Ω

Bacaan latin: Allohumma inni a'zubika min 'amalis syaithoni wa sayyiatil ahlam.

ADVERTISEMENT

Artinya: "Ya Allah aku berlindung kepadaMu dari perbuatan setan dan buruknya mimpi".

Amalan Sebelum Tidur

1. Berwudhu Sebelum Tidur

Mengutip dari buku yang bertajuk Sunnah Rasulullah Sehari-hari karya Syaikh Abdullah bin Hamoud Al Furaih, berwudhu merupakan salah satu amalan sunnah yang dicontohkan Rasul sebelum tidur. Hal ini didasarkan dari hadits Al Bara bin Azib, Rasulullah SAW bersabda:

Ψ₯ِذَا أَΨͺΩŽΩŠΩ’Ψͺَ Ω…ΩŽΨΆΩ’Ψ¬ΩŽΨΉΩŽΩƒΩŽ فَΨͺΩŽΩˆΩŽΨΆΩŽΩ‘Ψ£Ω’ ΩˆΩΨΆΩΩˆΨ‘ΩŽΩƒΩŽ Ω„ΩΩ„Ψ΅ΩŽΩ‘Ω„Ψ§ΩŽΨ©Ω ، Ψ«ΩΩ…ΩŽΩ‘ Ψ§ΨΆΩ’Ψ·ΩŽΨ¬ΩΨΉΩ’ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ΄ΩΩ‚ΩΩ‘ΩƒΩŽ Ψ§Ω„Ψ£ΩŽΩŠΩ’Ω…ΩŽΩ†Ω

Artinya: "Jika engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, hendaklah engkau berwudhu seperti wudhu untuk shalat, lalu berbaringlah pada sisi kanan badanmu," (HR. Al-Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).

Imam Nawawi, ulama dari Damaskus menjelaskan alasan berwudhu sebelum tidur dalam kitabnya yang berjudul al-Adzkar agar tidur kita tetap dalam keadaan suci dari hadas. Sebab kematian dapat menghampiri kita kapan saja, termasuk saat tidur.

2. Mengibas Kasur Sebelum Tidur di Atasnya

Bagi orang yang hendak tidur, disunnahkan untuk mengibas kasur dengan bagian dalam sarungnya tiga kali dan membaca basmalah. Hal ini berdasarkan pada hadits Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda:

"Jika salah seorang di antara kamu hendak mendatangi tempat tidurnya, hendaknya ia mengibas kasurnya dengan bagian dalam sarungnya, karena ia tidak mengetahui apa yang ada padanya, kemudian mengucapkan:

Ψ¨ΩΨ§Ψ³Ω’Ω…ΩΩƒΩŽ Ψ±ΩŽΨ¨ΩΩ‘Ω‰ ΩˆΩŽΨΆΩŽΨΉΩ’Ψͺُ Ψ¬ΩŽΩ†Ω’Ψ¨ΩΩ‰

Bacaan latin: Bismika rabbi wadha'tu janbii

Artinya: "Dengan nama-Mu Wahai Tuhanku, aku baringkan punggungku," (HR. Bukhari no. 247 dan Muslim no. 2710).

3. Membaca Doa Sebelum Tidur

Amalan sebelum tidur selanjutnya adalah membaca doa sebelum tidur, yaitu 'Bismika allahumma amuutu wa ahya'. Sebab keadaan tidur merupakan keadaan antara sadar dan tidak sadar bagi kita.

Sebagaimana dalam salah satu hadits yang diriwayatkan dari Hudzaifah, ia berkata:

ΩƒΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ§Ω„Ω†ΩŽΩ‘Ψ¨ΩΩ‰ΩΩ‘ - Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… - Ψ₯ِذَا أَرَادَ Ψ£ΩŽΩ†Ω’ ΩŠΩŽΩ†ΩŽΨ§Ω…ΩŽ Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ Β« Ψ¨ΩΨ§Ψ³Ω’Ω…ΩΩƒΩŽ Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡ΩΩ…ΩŽΩ‘ Ψ£ΩŽΩ…ΩΩˆΨͺُ ΩˆΩŽΨ£ΩŽΨ­Ω’ΩŠΩŽΨ§ Β» . وَΨ₯ِذَا Ψ§Ψ³Ω’ΨͺΩŽΩŠΩ’Ω‚ΩŽΨΈΩŽ مِنْ Ω…ΩŽΩ†ΩŽΨ§Ω…ΩΩ‡Ω Ω‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ Β« Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΩ…Ω’Ψ―Ω Ω„ΩΩ„ΩŽΩ‘Ω‡Ω Ψ§Ω„ΩŽΩ‘Ψ°ΩΩ‰ Ψ£ΩŽΨ­Ω’ΩŠΩŽΨ§Ω†ΩŽΨ§ Ψ¨ΩŽΨΉΩ’Ψ―ΩŽ Ω…ΩŽΨ§ Ψ£ΩŽΩ…ΩŽΨ§ΨͺΩŽΩ†ΩŽΨ§ ، وَΨ₯ΩΩ„ΩŽΩŠΩ’Ω‡Ω Ψ§Ω„Ω†ΩΩ‘Ψ΄ΩΩˆΨ±Ω Β»

Artinya: "Apabila nabi shallallahu 'alaihi wasallam hendak tidur, beliau mengucapkan doa: 'Bismika allahumma amuutu wa ahya (Dengan nama-Mu, Ya Allah aku mati dan aku hidup).' Dan apabila bangun tidur, Beliau mengucapkan: "Alhamdulillahilladzii ahyaana ba'da maa amatana wailaihi nusyur (Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali)." (HR. Bukhari no. 6324).

4. Membaca Ayat Kursi Sebelum Tidur

Keutamaan membaca ayat kursi sebelum tidur yakni, Allah melindungi kita dari gangguan setan hingga pagi harinya. Hal ini sesuai dengan hadits yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW membenarkan perkataan berikut ini:

ΩΩŽΨ°ΩŽΩƒΩŽΨ±ΩŽ Ψ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΨ―ΩΩŠΨ«ΩŽ ΩΩŽΩ‚ΩŽΨ§Ω„ΩŽ Ψ₯ِذَا Ψ£ΩŽΩˆΩŽΩŠΩ’Ψͺَ Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‰ ΩΩΨ±ΩŽΨ§Ψ΄ΩΩƒΩŽ ΩΩŽΨ§Ω‚Ω’Ψ±ΩŽΨ£Ω’ ؒيَةَ الْكُرْسِىِّ Ω„ΩŽΩ†Ω’ ΩŠΩŽΨ²ΩŽΨ§Ω„ΩŽ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩŠΩ’ΩƒΩŽ Ω…ΩΩ†ΩŽ Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡Ω حَافِظٌ ، ΩˆΩŽΩ„Ψ§ΩŽ ΩŠΩŽΩ‚Ω’Ψ±ΩŽΨ¨ΩΩƒΩŽ Ψ΄ΩŽΩŠΩ’Ψ·ΩŽΨ§Ω†ΩŒ حَΨͺΩŽΩ‘Ω‰ ΨͺΩΨ΅Ω’Ψ¨ΩΨ­ΩŽ

Artinya: "Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al Kursi karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta'ala dan syetan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi," (HR. Bukhari).

5. Membaca Surat Pendek Sebelum Tidur

Amalan sebelum tidur Rasulullah adalah membaca surat pendek seperti Al Ikhlas, Al Falaq, dan An Nas. Ketiga surat ini tak pernah lupa diucapkan oleh Rasulullah sebelum tidur.

Dari Aisyah RA berkata:

ΩƒΩŽΨ§Ω†ΩŽ Ψ₯ِذَا Ψ£ΩŽΩˆΩŽΩ‰ Ψ₯ΩΩ„ΩŽΩ‰ ΩΩΨ±ΩŽΨ§Ψ΄ΩΩ‡Ω ΩƒΩΩ„ΩŽΩ‘ Ω„ΩŽΩŠΩ’Ω„ΩŽΨ©Ω Ψ¬ΩŽΩ…ΩŽΨΉΩŽ ΩƒΩŽΩΩŽΩ‘ΩŠΩ’Ω‡Ω Ψ«ΩΩ…ΩŽΩ‘ Ω†ΩŽΩΩŽΨ«ΩŽ ΩΩΩŠΩ‡ΩΩ…ΩŽΨ§ ΩΩŽΩ‚ΩŽΨ±ΩŽΨ£ΩŽ ΩΩΩŠΩ‡ΩΩ…ΩŽΨ§ ( قُلْ Ω‡ΩΩˆΩŽ Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡Ω أَحَدٌ ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ Ψ¨ΩΨ±ΩŽΨ¨ΩΩ‘ Ψ§Ω„Ω’ΩΩŽΩ„ΩŽΩ‚Ω ) وَ ( قُلْ أَعُوذُ Ψ¨ΩΨ±ΩŽΨ¨ΩΩ‘ Ψ§Ω„Ω†ΩŽΩ‘Ψ§Ψ³Ω ) Ψ«ΩΩ…ΩŽΩ‘ ΩŠΩŽΩ…Ω’Ψ³ΩŽΨ­Ω Ψ¨ΩΩ‡ΩΩ…ΩŽΨ§ Ω…ΩŽΨ§ Ψ§Ψ³Ω’Ψͺَطَاعَ مِنْ Ψ¬ΩŽΨ³ΩŽΨ―ΩΩ‡Ω ΩŠΩŽΨ¨Ω’Ψ―ΩŽΨ£Ω Ψ¨ΩΩ‡ΩΩ…ΩŽΨ§ ΨΉΩŽΩ„ΩŽΩ‰ Ψ±ΩŽΨ£Ω’Ψ³ΩΩ‡Ω ΩˆΩŽΩˆΩŽΨ¬Ω’Ω‡ΩΩ‡Ω ΩˆΩŽΩ…ΩŽΨ§ Ψ£ΩŽΩ‚Ω’Ψ¨ΩŽΩ„ΩŽ مِنْ Ψ¬ΩŽΨ³ΩŽΨ―ΩΩ‡Ω ΩŠΩŽΩΩ’ΨΉΩŽΩ„Ω Ψ°ΩŽΩ„ΩΩƒΩŽ Ψ«ΩŽΩ„Ψ§ΩŽΨ«ΩŽ Ω…ΩŽΨ±ΩŽΩ‘Ψ§Ψͺٍ

Artinya: "Rasulullah SAW apabila hendak beranjak ketempat tidurnya setiap malam, Beliau menyatukan kedua telapak tangannya lalu meniupkan keduanya dan membacakan keduanya surat al-Ikhlas, al-Falaq dan an-Naas. Kemudian beliau mengusap dengan keduanya bagian mana saja semampunya. Beliau memulainya dari atas kepala dan wajahnya serta bagian belakang dari badannya. Beliau melakukan perkara itu tiga kali." (HR. Muslim).

6. Menyegerakan Tidur Setelah Sholat Isya

Amalan selanjutnya adalah mengenai waktu tidur yang tidak terlalu malam atau pun tidak terlalu cepat. Diriwayatkan dari Abi Barzah, ia berkata:

Ψ£ΩŽΩ†ΩŽΩ‘ Ψ±ΩŽΨ³ΩΩˆΩ„ΩŽ Ψ§Ω„Ω„ΩŽΩ‘Ω‡Ω - Ψ΅Ω„Ω‰ Ψ§Ω„Ω„Ω‡ ΨΉΩ„ΩŠΩ‡ ΩˆΨ³Ω„Ω… - ΩƒΩŽΨ§Ω†ΩŽ ΩŠΩŽΩƒΩ’Ψ±ΩŽΩ‡Ω Ψ§Ω„Ω†ΩŽΩ‘ΩˆΩ’Ω…ΩŽ Ω‚ΩŽΨ¨Ω’Ω„ΩŽ Ψ§Ω„Ω’ΨΉΩΨ΄ΩŽΨ§Ψ‘Ω ΩˆΩŽΨ§Ω„Ω’Ψ­ΩŽΨ―ΩΩŠΨ«ΩŽ Ψ¨ΩŽΨΉΩ’Ψ―ΩŽΩ‡ΩŽΨ§

Artinya: "Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membenci tidur sebelum shalat 'Isya dan ngobrol-ngobrol setelahnya." (HR. Bukhari).

(iqk/iqk)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads