Distribusi Panen Terganggu Akibat Jembatan Ambles di Tasikmalaya

Distribusi Panen Terganggu Akibat Jembatan Ambles di Tasikmalaya

Deden Rahadian - detikJabar
Rabu, 05 Okt 2022 14:53 WIB
Sebuah jembatan penghubung antardes di Kabupaten Tasikmalaya, ambles pada Senin (3/10/2022).
Sebuah jembatan penghubung antardes di Kabupaten Tasikmalaya, ambles pada Senin (3/10/2022). ( Foto: Deden Rahadian/detikJabar)
Tasikmalaya -

Sebuah jembatan penghubung antardesa di Kabupaten Tasikmalaya, ambles pada Senin (3/10/2022). Akibatnya, akses penghubung dua desa yakni Desa Calincing dan Desa Kudadepa, Sukahening terhambat hingga Rabu (5/10/2022).

Selain kendaraan roda dua, kendaraan roda empat juga tidak bisa melintasi jembatan. Salah satu pondasinya ambles hampir 80 centimeter.

Jembatan yang oleh warga dinamai Jembatan Cibureum tersebut ambles lantaran tergerus debit air sungai yang meluap hingga terus menerus menggerus konstruksi jembatan. Akhirnya pondasi jembatan hancur terbelah.


Kepala Desa Calingcing, Maman Rustaman, mengatakan, amblesnya jembatan Cibeureum terjadi pada Senin (3/10/2022) malam, setelah debit air meluap.

"Akibat amblesnya jembatan, aktivitas transportasi para petani yang sedang panen padi menjadi terganggu, akses warga pun menjadi terhambat karena jembatan tersebut tidak bisa dilewati kendaraan, baik roda dua apalagi roda empat," kata Maman saat dihubungi detikJabar, Rabu (3/10/22).

Akibat amblesnya jembatan, tanah sawah milik warga pun ikut longsor. Kini, pemerintah desa telah melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait dan berharap segera dilakukan penanganan.

Sementara itu Pusdalops BPBD Kabupaten Tasikmalaya, Herman Suherman, yang melakukan peninjauan ke lokasi mengatakan, amblesnya jembatan terjadi ketika curah hujan tinggi dan membuat debit air sungai besar.

Arus air mengalir tersebut beralih ke arah kanan penyanggah jembatan, hingga lama kelamaan pondasi tergerus.

"Besarnya debit air mengarah ke sisi kanan, hingga mengakibatkan tergerusnya penyangga jembatan dan membuat rongga yang sebabkan ambles," kata dia.

BPBD Kabupaten Tasikmalaya mencatat secara keseluruhan terdapat 4 titik bencana di wilayah Kabupaten Tasikmalaya yang terjadi bencana dari hari kemarin.

"Pertama banjir bandang di Kecamatan Sukaratu, longsor tebing di Kecamatan Cigalontang, longsor dan amblesnya jembatan di Kecamatan Sukahening serta tanah longsor di Kecamatan Cisayong," ujarnya.

"Yang paling parah sebetulnya dari skala prioritas Kecamatan Cigalontang yakni di Desa Parentas. Dimana ada bencana longsor yang menimbun beberapa rumah warga," katanya menambahkan.

(yum/yum)