2 Kasus Penyiksaan Hewan di Tasikmalaya yang Tuai Sorotan Tajam

2 Kasus Penyiksaan Hewan di Tasikmalaya yang Tuai Sorotan Tajam

Faizal Amiruddin - detikJabar
Selasa, 04 Okt 2022 21:00 WIB
ilustrasi kucing
Ilustrasi kucing (Foto: andi saputra)
Tasikmalaya -

Tasikmalaya menjadi sorotan kalangan pecinta binatang di Tanah Air. Hal itu menyusul adanya dua kasus penyiksaan binatang yang menyita perhatian publik.

Yang terbaru adalah kasus pembantaian puluhan ekor kucing yang terjadi di pasar Cikurubuk dan pasar Indihiang Kota Tasikmalaya. Kalangan pecinta kucing sudah mengadukan temuan itu ke Polres Tasikmalaya Kota. Polisi masih melakukan penyelidikan dan hingga Selasa (4/10/2022) ini belum ditemukan titik terang terkait pelakunya.

"Sejauh ini kami masih melakukan penyelidikan. Tim kami masih bergerak di lapangan," kata Paur Humas Polres Tasikmalaya Kota Ipda Jajang Kurniawan, Selasa (4/10/2022).


Dia juga mengaku menyayangkan munculnya kasus yang cukup menyita perhatian publik tersebut, terutama kalangan penyayang binatang. "Tentu ini kejadian tak lazim yang sangat disayangkan sehingga menjadi atensi publik," kata Jajang.

Sebelumnya Ketua Tasikmalaya Peduli Kucing Rellys Irel menjelaskan berdasarkan temuan pihaknya, pembantaian tak kurang dari 20 ekor kucing ini dilakukan dengan sadis.

Kucing-kucing itu dimutilasi, yang dewasa kepalanya dipenggal. Sementara kucing kecil dipotong jadi dua di bagian tubuhnya. Yang membuat heran jeroan dan darah kucing ini sudah tak ada.

"Tujuh ekor yang di pasar Indihiang dideretkan dengan rapi, ada dus juga yang diduga digunakan untuk membawa bangkai kucing itu," kata Irel.

Temuan 7 bangkai kucing di pasar Indihiang itu dikuburkan oleh warga, sehingga menjadi bahan penyelidikan polisi.

Sementara di pasar Cikurubuk bangkai kucing yang ditemukan dibuang ke tempat sampah. "Kalau yang di pasar Cikurubuk memang tidak ada jejaknya karena terlanjur dibuang," kata Irel.

Namun jika melihat cara pelaku membunuh kucing-kucing itu ada kemiripan antara pasar Cikurubuk dan pasar Indihiang. "Kami menduga pelakunya orang yang sama. Cara dia membunuh kucing-kucing itu sama-sama dipenggal," kata Irel.

Sementara itu beberapa pekan lalu, kasus kekerasan terhadap binatang juga terjadi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya.

Dua orang pria menyiksa dan membunuh monyet. Motifnya sudah diungkap polisi, pelaku menyiksa dan membunuh monyet untuk dijadikan konten video.

Lalu konten kekerasan terhadap binatang itu dijual ke situs tertentu di luar negeri. Pelaku mendapat keuntungan atas penjualan konten sadis itu. Polisi telah menjebloskan pelakunya ke penjara.

(yum/yum)