Catatan Hitam Peringatan Hari Hewan Sedunia dari Tasikmalaya

Catatan Hitam Peringatan Hari Hewan Sedunia dari Tasikmalaya

Faizal Amiruddin - detikJabar
Senin, 03 Okt 2022 19:00 WIB
Warga menggali kuburan kucing di sekitar pasar Indihiang.
Kucing di Tasikmalaya (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar)
Tasikmalaya -

Momentum peringatan Hari hewan Sedunia yang diperingati setiap tanggal 4 Oktober, menyisakan catatan hitam di Tasikmalaya. Setidaknya ada dua kasus perbuatan keji manusia terhadap hewan yang terjadi di Tasikmalaya.

Yang terbaru adalah kasus pembantaian atau mutilasi sekitar 21 ekor kucing yang terjadi di pasar Cikurubuk dan pasar Indihiang Kota Tasikmalaya. Kucing-kucing itu dibunuh lalu dimutilasi. Saat ditemukan organ dalam dan darah kucing itu sudah tidak ada. Bangkainya ditinggalkan pelaku dalam posisi berderet rapi. Saat ini aparat Polres Tasikmalaya Kota masih melakukan penyelidikan atas kejadian tersebut.

Sebelumnya kasus kekerasan terhadap binatang juga terjadi di wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Dua orang pria menyiksa dan membunuh monyet. Motifnya terungkap, pelaku menyiksa dan membunuh monyet untuk dijadikan konten video. Lalu konten kekerasan terhadap binatang itu dijual ke situs tertentu di luar negeri. Pelaku mendapat keuntungan atas penjualan konten sadis itu. Polisi telah menjebloskan pelakunya ke penjara.


"Ya tentu kami berharap kasus pembantaian kucing di Kota Tasikmalaya juga bisa segera terungkap seperti kasus monyet di Kabupaten Tasikmalaya," kata Zaenal Muttaqin, dokter hewan sekaligus pecinta kucing di Tasikmalaya, Senin (3/10/2022).

Kasus-kasus kekerasan terhadap hewan, menurut Zaenal dapat dikatakan fenomena baru yang muncul di Tasikmalaya. "Penegakan hukum terhadap kasus-kasus seperti ini penting untuk memberikan efek jera, agar tidak terulang. Masyarakat jadi teredukasi, bahwa menyakiti binatang adalah perbuatan melawan hukum," kata Zaenal.

Terkait kasus pembantaian kucing, Zaenal mengaku sulit menduga motif di balik aksi brutal ini karena selama ini perburuan kucing atau pemanfaatan organ kucing untuk keperluan tertentu tidak pernah ada, atau jarang terjadi.

"Kalau misalnya untuk kepentingan mistis saya tidak tahu ya, tapi kalau secara medis mengkonsumsi daging atau organ kucing itu sangat berbahaya. Banyak penyakitnya, apalagi ini kucing liar. Kucing bukan makanan," kata Zaenal.

Sebelumnya komunitas pecinta kucing di Tasikmalaya meradang akibat temuan puluhan bangkai kucing di pasar Cikurubuk dan pasar Indihiang. Setidaknya ada 21 kucing yang dilaporkan dibantai dan dimutilasi di dua pasar tersebut.

Kepala kucing-kucing itu dipenggal dan beberapa organ dalamnya hilang. Pelaku meninggalkan bangkai kucing itu secara berderet rapi, seperti yang ditemukan di pasar Indihiang. Sejauh ini polisi masih menyelidiki pelaku sekaligus mengungkap motif di balik perbuatan keji ini.



Simak Video " Penampakan Banjir Terjang Tasikmalaya, Ratusan Rumah Terendam"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)