Pilu TKK Satpol PP KBB, Dirumahkan-Andalkan Sisa Gaji untuk Kebutuhan

Whisnu Pradana - detikJabar
Selasa, 04 Okt 2022 22:30 WIB
Satpol PP Bandung.
Satpol PP Bandung Barat (Whisnu Pradana/detikJabar).
Bandung Barat -

Sunjaya dan ratusan personel Satpol PP Kabupaten Bandung Barat (KBB) kini meratapi nasib. Malang tak dapat ditolak, kala mereka tak lagi berstatus sebagai Tenaga Kerja Kontrak (TKK) di lingkungan Pemerintahan Daerah (Pemda) KBB.

Pria berusia 36 tahun itu dirumahkan sejak 1 Oktober 2022 imbas kesulitan keuangan yang dialami Pemda KBB. Total ada 114 personel Satpol PP KBB yang bernasib seperti Sunjaya.

"Saya sudah 15 tahun jadi anggota Satpol PP Bandung Barat. Nasibnya ya sekarang begini, dirumahkan," ujar Sunjaya kepada detikJabar, Selasa (4/10/2022).


Ia kecewa karena pengabdiannya selama belasan tahun guna menjaga ketertiban di lingkungan kantor Pemda KBB dan di Bandung Barat secara umum bertepuk sebelah tangan.

Namun, hal itu tak membuatnya mangkir dari kewajibannya. Kendati sudah dirumahkan, ia dan rekan-rekannya tetap datang dan beraktivitas seperti biasa di lingkungan kantor Pemda KBB. Hal itu dilakukannya juga sebagai upaya memantau perkembangan soal nasibnya sebagai pegawai honorer.

"Ya meskipun tidak ada surat kontrak, tapi kita tetap datang dan beraktivitas seperti biasa saja. Meskipun nanti kita juga nggak akan digaji," kata Sunjaya.

Di sisi lain, kewajiban yang dilaksanakannya tak mampu menutupi kebutuhan sehari-hari keluarganya. Ia tak menampik hanya mengandalkan penghasilan sebagai personel Satpol PP KBB untuk anak dan istrinya.

"Ya bingung mau bagaimana. Sekarang ya cuma bisa mengandalkan sisa gaji dari bulan lalu. Kalau yang punya tabungan ya mungkin dari situ, tapi kalau nggak ada mau dari mana, kan kasihan," ucap Sunjaya.

Kalaupun ia dan rekan-rekan lainnya mau beralih haluan melakoni aktivitas lain demi dapur bisa tetap ngebul, pun tak mudah. Dari segi usia, mereka sudah tak lagi muda. Mau berdagang mereka juga tak punya modal.

"Belum ada rencana kedepannya mau bagaimana, karena ya bingung. Mau usaha (bisnis/berjualan) kan harus ada modal. Mau kerja yang lain, kerja apa umur sudah tua juga," cerita Sunjaya.

Saat ini mereka hanya bisa berharap pada kemurahan hati pimpinan supaya kembali bekerja dan mendapat gaji seperti sedia kala. Perjuangan dilakukan teman-temannya lewat berbagai cara.

"Ada yang komunikasi sama anggota dewan, ke pusat, dan yang di KBB tetap coba komunikasi dan cari solusi ke pimpinan," ujar Sunjaya.

Mereka juga menyimpan asa bisa kembali bekerja di tahun 2023. Namun sampai saat ini belum ada kepastian terkait hal tersebut.

"Ya sebetulnya kita minta kepastian juga di awal tahun 2023 bisa kerja lagi, tapi sampai sekarang tidan ada garansi apapun," ungkap Sunjaya.

(mso/mso)