Longsoran Sepanjang 200 Meter Tutup Akses Parentas Tasikmalaya

Deden Rahadian - detikJabar
Selasa, 04 Okt 2022 13:12 WIB
Kondisi longsoran di Tasikmalaya
Kondisi longsoran di Tasikmalaya (Foto: istimewa)
Tasikmalaya -

Hujan deras mengguyur wilayah Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat sepanjang Senin (3/10/22) sampai Selasa (4/10/22) dini hari membuat rumah di Kampung Kanang Tiga dan Kampung Ciguntur rusak diterjang longsor.

Selain bagian dinding ambrol, material tanah juga masuk ke dalam rumah. Beruntung, penghuni rumah lolos dari maut.

"Betul ada longsor di Desa Parentas, tiga rumah tertimbun longsor. Kalau soal korban jiwa kami belum menerima laporan," kata Jembar Adi Setia, Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya, Selasa siang (4/10/22).


Pemerintah Kecamatan Cigalontang bersama anggota polisi berusaha menuju lokasi. Namun mereka terhalang longsor di tiga titik jalan.

"Kami mau ke lokasi longsor ternyata banyak juga jalan longsor. Malahan dari arah perbatasan Garut menuju Parentas Kabupaten Tasikmalaya tertutup longsor. Jadi Parentas dikepung longsor," kata Zalkaf, Camat Cigalontang dihubungi detikJabar selasa (4/10/22).

Selain menimbun tiga rumah, longsor tebing setinggi belasan meter menutup jalan Parentas. Panjang longsoran mencapai 200 meter dengan kedalaman longsoran 50 centimeter sampai setengah meter. Dipastikan ribuan warga Desa Parentas terisolir akses pendidikan, kesehatan, ekonomi dan sosialnya hingga Selasa siang.

"Betul akses mengarah dari Tasik ke Parentas belum bisa terlewati masih dikerjakan BPBD, TNI dan Polri untuk evakuasi material longoran yang menutup jalan. Tebingnya 10 meter longsor tutup jalan sepanjang 200 meter," kata Iptu Dian, Kapolsek Cigalontang dihubungi, Selasa (4/10/22).

Untuk akses jalan yang tertimbun ada tiga titik, saat ini tim BPBD, TNI dan Polri tengah melakukan evakuasi material longsoran. Minimal akses jalan itu bisa dilalui oleh kendaraan roda dua untuk memudahkan transportasi.

Sebelumnya longsor juga menerjang Desa Sukahening, Tasikmalaya pada Selasa dini hari. Halaman rumah warga di perbukitan ambrol tergerus longsor. Selain mengancam dua rumah warga, belasan kepala keluarga juga mengungsi ketempat yang lebih aman.

"Betul hujan lumayan deras, terjadi longsor halaman rumah warga. Dua rumah warga terancam ambruk," kata Jembar Adisetia, Ketua FK Tagana Kabupaten Tasikmalaya.

Sebanyak 13 Kepala Keluarga terpaksa menjauhi lokasi pemukiman. Mereka mengungsi ketempat yang lebih aman khawatir terjadi longsor susulan. Puluhan warga menginap dirumah kerabat yang lebih jauh dari lokasi.

"Ada 13 KK yang harus mengungsi ke rumah kerabat. Mereka khawatir longsor susulan mengingat curah hujan masih tinggi," kata Jembar.

Selain longsor, intensitas hujan yang tinggi juga sebabkan sungai Cibanjaran Sukaratu meluap. Hektaran lahan pertanian termasuk jalan dan pemukiman terendam air.

"Sore kemarin sampai malam ada juga banjir. Tapi pagi ini sudah surut," kata Jembar.

Masyarakat diminta waspada karena curah hujan masih tinggi.

(yum/yum)