Cerita Mantan Pemakai Sabu yang Kini Gemar Nulis Hadis

Serba-serbi Warga

Cerita Mantan Pemakai Sabu yang Kini Gemar Nulis Hadis

Sudedi Rasmadi - detikJabar
Selasa, 04 Okt 2022 03:00 WIB
Ibnu Kholid, mantan pecandu sabu.
Ibnu Kholid, mantan pecandu sabu. (Foto: Sudedi Rasmadi/detikJabar)
Indramayu -

Konsumsi narkoba tak lagi diinginkan Ibnu Kholid (47), seorang narapidana di Lapas Kelas II B Indramayu. Keinginannya meninggalkan dunia kelam, sangat ia upayakan.

Ia pun kini mengisi hari-harinya dengan cara baru. Salah satunya rutin menulis hadis dari setiap kutbah jumat.

Ibnu bercerita, ia memanfaatkan sisa-sisa buku sekadar untuk menulis hadis. Buku itu tetap ia kumpulkan, sebagai pengingat agar sesekali bisa ia pelajari.


Sejak kali kedua tersandung kasus narkoba, Warga binaan asal Kecamatan Arahan, Kabupaten Indramayu itu, mulai mengerti kesalahannya. Bahkan, setelah mendengar hadis tentang penjelasan ilmu, ia mulai rutin menulis hadis. Hingga kini ia sudah mencatat sekitar 500 hadis.

"Awalnya mendengar hadis Tholabul Ilmi Faridhotun 'ala Kulli Muslimin. Sejak saat itu saya sadar, bahwa saya dulu pernah jadi belajar agama dan saya menyesali pernah memakai sabu," kata Warga Binaan Lapas Indramayu, Ibnu Kholid, Senin (3/10/2022).

"Sejak saat itu, saya kumpulkan buku bekas, dan menulis setiap ada hadis yang disampaikan pas kutbah jumat," sambung Kholid.

Diceritakan Ibnu, masuk penjara merupakan kedua kalinya dengan kasus yang sama. Ia divonis 4 tahun penjara sebelum sebelum bebas karena mendapat asimilasi rumah.

Namun, sekitar 3 bulan setelah bebas, Ibnu Kholid justru kembali mendapat godaan. Ia kembali konsumsi sabu pemberian temannya. Pada November 2021, ia kembali divonis 4 tahun penjara.

"Ibaratnya mah syukuran, bebas dari penjara, tapi ada teman yang bawa sabu. Padahal saya sudah tak mau pakai, tapi nggak enak sama teman," cerita Ibnu Kholid.

Sementara itu, Ibnu menulis hadis semata hanya mengharap pahala dan sebagai pengingat diri, termasuk untuk mengingatkan teman teman agar tidak mengikuti pergaulan dan menjauhi narkoba.

Rupanya, aktivitas tidak biasa ini diketahui Beni Hidayat, Kepala Lapas Indramayu. Sejak bertugas di berbagai lapas, Beni mengaku tak pernah menemui narapidana seperti Ibnu Kholid.

"22 tahun di lingkungan lapas, baru menemukan napi yang benar-benar ingin taubat," kata Beni Hidayat.

Ia berharap, tulisan Ibnu Kholid bisa menjadi pengingat semua orang. Sehingga, setelah menyelesaikan masa tahanan. Beni akan membukukan tulisan kumpulan hadis tersebut.

"Fokus jadi terapi narkoba karena banyak yang terjerumus. Dari sisi-sisi penyebab dan tips tinggalkan narkoba, dengan menjauhi lingkungan narkoba. Nantinya dibikin buku dan jadi manfaat orang banyak," pungkas Beni.

(orb/orb)