Polisi Usut Horor Pembantaian Kucing di Tasikmalaya

Polisi Usut Horor Pembantaian Kucing di Tasikmalaya

Faizal Amiruddin - detikJabar
Senin, 03 Okt 2022 12:14 WIB
Polisi melakukan penggalian terhadap kuburan kucing di pasar Indihiang Tasikmalaya.
Polisi melakukan penggalian terhadap kuburan kucing di pasar Indihiang Tasikmalaya. (Foto: Faizal Amiruddin/detikJabar)
Tasikmalaya -

Aparat Polres Tasikmalaya Kota mulai turun tangan menyelidiki kasus pembantaian kucing di pasar Indihiang dan pasar Cikurubuk Kota Tasikmalaya.

Polres Tasikmalaya Kota menerjunkan tim Inafis untuk menggali dan mengidentifikasi bangkai 7 ekor kucing yang ditemukan di pasar Indihiang, Senin (3/10/2022).

Tim Inafis dan aparat Polsek Indihiang melakukan penggalian untuk memastikan keberadaan bangkai 7 ekor kucing yang ditemukan dan dikuburkan oleh warga pada Sabtu (1/10/2022) lalu.


Hasilnya ditemukan bangkai kucing sesuai dengan foto yang beredar sebelumnya. Ada 7 ekor kucing yang dimutilasi. Polisi kemudian melakukan pemeriksaan dan mengambil dokumen, sebelum akhirnya bangkai kucing itu dikuburkan kembali. Ada 4 bangkai anak kucing dan 3 bangkai kucing dewasa.

Kapolsek Indihiang AKP Iwan mengatakan penyelidikan ini dilakukan menyusul adanya pengaduan dari komunitas pecinta kucing di Tasikmalaya. "Ya dalam laporan memang ada belasan atau puluhan kucing yang dibunuh di pasar Cikurubuk dan pasar Indihiang. Yang di Indihiang ini merupakan wilayah kami sehingga kami ikut melakukan penyelidikan mendampingi tim Inafis," kata Iwan.

Dia menegaskan pihaknya serius menangani perkara ini. "Sedang kami selidiki mudah-mudahan bisa segera terungkap. Mohon doa dan dukungan masyarakat," kata Iwan.

Terkait motif dari pelaku, Iwan mengaku belum bisa menyampaikan karena proses penyelidikan masih dilakukan. "Belum, masih kami selidiki. Mengumpulkan barang bukti dan keterangan saksi-saksi," kata Iwan.

Dia menjelaskan perbuatan menyakiti atau membunuh hewan merupakan tindak pidana. Hal itu diatur dalam pasal 302 KUHP.

"Untuk pasal belum bisa kami sampaikan karena perkaranya belum terungkap. Tapi untuk sementara memang di KUHP pasal 302 diatur bahwa perbuatan menyakiti hewan sampai mati bisa dipidana dengan ancaman 9 bulan penjara," kata Iwan.

Dia mengakui bahwa temuan kasus ini relatif tak lazim. Karena pembantai kucing ini terjadi di dua tempat berbeda dengan pola yang memiliki kemiripan. Lokasinya sama-sama di pasar dan sama-sama dimutilasi dengan organ dalam dan darahnya hilang.



Simak Video "Polisi Gandeng KPAID-Tokoh Agama Usut Kasus 'Bully Setubuhi Kucing'"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)