Wow! 183 Warga Cianjur Lewati Umur Satu Abad!

Wow! 183 Warga Cianjur Lewati Umur Satu Abad!

Ikbal Selamet - detikJabar
Senin, 03 Okt 2022 11:35 WIB
Abah Jajang, Warga Desa Jati Kecamatan Bojongpicung yang berusia 101 tahun namun tetap bugar
Abah Jajang, Warga Desa Jati Kecamatan Bojongpicung yang berusia 101 tahun namun tetap bugar (Foto: Ikbal Selamet/ detikJabar)
Cianjur -

Fenomena usia tua warga Kampung Adat Mudiana menjadi perhatian banyak pihak. Namun ternyata selain di kampung tersebut, ada nyaris 200-an orang di Cianjur, Jawa Barat yang juga berusia lebih dari 100 tahun. Bahkan dua diantaranya berusia 119 tahun.

Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Cianjur tercatat penduduk dengan usia 100 tahun hingga 119 tahun berjumlah 183 orang. Terbanyak berada di usia 100 dan 102 tahun, yakni berjumlah 44 orang.

"Untuk usia tertua yang tercatat di Disdukcapil yakni 119 tahun. Ada dua orang, satu perempuan dan satu laki-laki. Adanya di Kecamatan Takokak dan Kecamatan Agrabinta Cianjur selatan," ujar Sekretaris Disdukcapil Kabupaten Cianjur Popon Ajizah, Jumat (30/9/2022).


Bukan hanya memiliki penduduk dengan usia tertua, Popon mengatakan jika di Kecamatan Agrabinta juga terdapat penduduk usia di atas 100 tahun terbanyak di Cianjur dengan jumlah 11 orang.

"Daerah terbanyak kedua untuk penduduk di atas 100 tahun ialah kecamatan Campaka dengan jumlah 10 orang. Untuk selebihnya merata ada 1 atau 2 orang di setiap kecamatan," ungkap dia.

Namun, menurut dia, data tersebut merupakan agregat dari data kependudukan pada semester kedua 2021, sedangkan untuk 2022 masih disusun.

Dia juga menyebut jika dimungkinkan dari data tersebut ada masyarakat yang sudah meninggal namun belum dilaporkan sehingga datanya masih tercatat.

"Kita tidak tahu apakah orangnya masih ada atau tidak, karena kan itu agregat saja. Tapi kemungkinan besar masih ada, karena data kependudukannya masih aktif," ungkapnya.

Dia juga mengharapkan agar pemerintah desa bisa berperan aktif dalam melaporkan masyarakat yang meninggal dunia, agar datanya dapat dielemisasi dari data yang ada alias diperbarui.

"Ini penting agar kita mengetahui mana masyarakat lanjut usia yang masih hidup dan sudah meninggal. Sebab data ini bukan sebatas informasi tapi juga digunakan untuk keperluan lainnya, seperti untuk daftar pemilih dalam Pemilu," pungkasnya.

(yum/yum)