Data Jabar

Angka Kematian Bayi di Bandung Capai 894 Kasus Selama Tujuh Tahun

Sudirman Wamad - detikJabar
Sabtu, 01 Okt 2022 13:45 WIB
A mother and father holding the hat of a premature baby.
Ilustrasi kematian bayi (Foto: iStock)
Bandung -

Angka kematian bayi di Kota Bandung dalam kurun waktu 2014-2020 mencapai 894 jiwa. Kasus kematian bayi tertinggi terjadi pada 2016 yakni mencapai 223 jiwa.

Dikutip dari data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, angka kematian bayi mengalami peningkatan pada periode 2014-2016. Pada 2014 angka kematian bayi di Kota Bandung mencapai 95 jiwa. Di tahun 2015, naik menjadi 138 jiwa. Puncaknya terjadi pada 2016, angka kematian bayi mencapai 223 jiwa.

Kemudian, pada 2017 menurun yakni 129 jiwa serta 113 jiwa di tahun 2018. Sementara itu, pada tahun 2020, angka kematian bayi di Kota Bandung mencapai 82 jiwa. Jumlah kasusnya menurun dibandingkan 2019, yang mencatatkan kasus sebanyak 114 jiwa.


Secara kewilayahan, jumlah kematian bayi pada 2020 terbanyak terjadi di Kecamatan Sukajadi, yakni mencapai 10 kasus kematian bayi. Kemudian, Kecamatan Coblong sebanyak sembilan kasus. Dan, di urutan ketiga Kecamatan Bandung Kulon sebanyak tujuh kasus.

Sebaran angka kematian bayi ini terjadi di 26 kecamatan, dari 30 kecamatan yang ada di Kota Bandung. Dibandingkan tahun 2019, sebaran angka kematian bayi ini berkurang sebanyak tiga kecamatan pada 2020.

Sementara itu, data akumulasi angka kematian bayi pada periode 2015-2020 terbanyak di Kecamatan Bojongloa Kidul, yakni sebanyak 69 kasus. Kemudian, di urutan kedua adalah Kecamatan Batununggal dan Coblong, masing-masing 67 dan 64 kasus.

(sud/iqk)