Kasus Viral Siswa SMP Dikeroyok di Sumedang Berakhir Damai

Kasus Viral Siswa SMP Dikeroyok di Sumedang Berakhir Damai

Nur Azis - detikJabar
Jumat, 30 Sep 2022 20:48 WIB
Kasus video viral aksi pengeroyakan seorang siswa oleh 4 orang sebayanya setingkat SMP di wilayah Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, berakhir damai dengan proses mediasi.
Kasus video viral aksi pengeroyakan seorang siswa oleh 4 orang sebayanya setingkat SMP di wilayah Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang (Foto: Nur Azis/detikJabar)
Sumedang -

Kasus video viral aksi pengeroyokan seorang siswa oleh 4 orang sebayanya setingkat SMP di wilayah Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, berakhir damai dengan proses mediasi. Meski demikian, para pelaku dikenakan sanksi wajib lapor selama sebulan.

Dalam proses mediasi itu diketahui bahwa korban merupakan salah seorang siswa dari salah satu MTS di Kecamatan Sukasari.

Sementara pelaku sendiri terdiri dari empat orang, dua diantaranya merupakan siswa salah satu SMP Negeri di Kecamatan Sukasari dan dua pelaku lainnya merupakan seorang remaja sebaya yang putus sekolah serta seorang remaja yang masih duduk dibangku sekolah setingkat SMK.


Kapolsek Sukasari IPTU Ato. S menjelaskan, pasca viralnya video aksi pengeroyokan di wilayah hukumnya, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan langkah persuasif dan humanis.

"Hal ini dilakukan karena mereka (pelaku dan korban) masih tergolong remaja dan masih dalam masa pembinaan," kata Ato kepada detikJabar di Kantor Polsek Sukasari, Jumat (30/9/2022).

Ato memaparkan, proses mediasi serta musyawarah kekeluargaan yang diambil mendapat respons positif dari kedua belah pihak dalam menyelesaikan persoalan yang ada.

"Alhamdulillah mendapat solusi terbaik, semua pihak telah saling menyadari dengan proses mediasi dan kekeluargaan ini," ujarnya.

Hasil dari proses mediasi tersebut dituangkan ke dalam surat perjanjian damai di atas materai.

"Hasil mediasi ini di tulis ke dalam surat pernyataan hitam di atas putih dan pernyataan itu dibuat dan dibacakan secara kolektif," terangnya.

Adapun sebagai langkah pembinaan dan pengawasan, kata Ato, bagi keempat pelaku dikenakan sanksi berupa wajib lapor ke kantor Polsek Sukasari.

"Jadi mereka setiap hari senin selama sebulan wajib lapor dalam rangka pengawasan dan pembinaan," tuturnya.

Ato berharap kejadian seperti ini ke depannya tidak terulang lagi di wilayah hukumnya.

"Kejadian yang sudah terjadi jangan terulang kembali demi menjaga nama baik wilayah Kabupaten Sumedang," ujarnya.

Dalam mediasi tersebut, kedua bilah pihak sepakat untuk berdamai yang ditandai dengan pembacaan ikrar damai serta berjanji tidak akan mengulangi perbuatan serupa. Berikut dilanjutkan penandatanganan surat damai di atas materai.

Proses mediasi sendiri dihadiri oleh korban dan para pelaku serta para orang tua. Kemudian pihak sekolah, aparat desa, unsur TNI beserta unsur kepolisian yang digelar di Kantor Polsek Sukasari, Jumat (30/9/2022).

Proses mediasi yang digelar dari sekitar pukul 09.00 WIB tersebut, berakhir hingga sekitar pukul 15.30 WIB.

(yum/yum)