Satpam dan Dosen Jadi Penegak Aturan Busana Muslimah di Unisba

Bima Bagaskara - detikJabar
Jumat, 30 Sep 2022 16:03 WIB
Kampus Unisba.
Kampus Unisba (Foto: Tangkapan layar).
Bandung -

Universitas Islam Bandung (Unisba) memberlakukan aturan penggunaan busana Islami di lingkungan kampusnya. Aturan itu mengharuskan mahasiswi berbusana muslimah dan mahasiswa dilarang menggunakan anting hingga kaus oblong.

Aturan itu tertuang dalam Peraturan Rektor Unisba NO: 252/F.04/REK/VI/2022 tentang Penggunaan Busana Islami Bagi Mahasiswa di Lingkungan Kampus Unisba.

Sejak berlaku pada 1 September 2022, Unisba menyatakan aturan tersebut berjalan lancar. Mahasiswa dan mahasiswi tak keberatan dengan aturan yang dibuat.


"Kalau dilihat sekarang kan ada yang offline ya sebagian, itu terlihat lebih beda dari tahun sebelumnya. Sebelumnya mahasiswi yang tidak berjilbab itu banyak sekali, sekarang sudah agak berkurang apalagi di dalam kampus. Kalau di luar memang masih ada karena kita tidak mengatur itu," kata Wakil Rektor III Unisba, Wakil Rektor III Unisba Amrulllah Hayatudin, Jumat (30/9/2022).

Untuk mengimplementasikan aturan penggunaan busana islami itu, Unisba menjadikan petugas keamanan dan dosen sebagai penegak aturan.

Amrullah menjelaskan nantinya satpam yang berjaga di gerbang masuk akan mengingatkan mahasiswa dan mahasiswi yang tidak menjalankan aturan tersebut. Sementara dosen, akan mengingatkan di dalam kelas.

"Kita mengajak kerjasama dari keamanan, kita libatkan satpam jadi orang pertama yang menegakkan ini karena mereka yang menjaga gerbang. Di kelas, dosen harus tahu yang tidak berkerudung itu tidak boleh mengikuti kegiatan pembelajaran," jelasnya.

Namun Amrullah menegaskan jika aturan berbusana islami tidak wajib bagi mahasiswi non muslim. Menurutnya mahasiswi non tidak wajib memakai hijab namun tetap harus berpakaian rapih dan sopan.

"Kalau non muslim tidak diatur. Aturan itu mengatur tentang berbusana islami rapih dan sopan sehingga yang non muslim berpakaiannya tidak mengikuti busana islami, tapi lebih kepada rapih dan sopan," ujarnya.

Aturan Berbusana Islami untuk Mahasiswi Unisba

Universitas Islam Bandung (Unisba) memberlakukan aturan baru di lingkungan kampusnya tentang penggunaan busana Islami bagi mahasiswi di lingkungan Kampus Unisba.

Salah satu poin dari aturan itu, mahasiswi Unisba harus berbusana muslimah dengan menutup aurat dan memakai hijab selama berada di wilayah kampus dan beraktivitas dengan mengatasnamakan Unisba.

Wakil Rektor III Unisba, Amrulllah Hayatudin mengatakan aturan tersebut dibuat sesuai dengan visi misi Rektor Unisba untuk meningkatkan Ruhul Islam terhadap dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa.

"Salah satu implementasi dari peningkatan Ruhul Islam itu adalah dikeluarkannya aturan wajib berbusana islami di kampus untuk yang muslim," kata Amrullah saat ditemui detikJabar, Jumat (30/9/2022).

Amrullah menjelaskan, aturan berbusana muslimah bagi mahasiswi adalah tidak memakai celana ketat dan menggunakan hijab selama berada lingkungan kampus. Ia pun menjabarkan soal aturan tersebut.

"Kalau untuk pakaian ketat lebih kepada sisi auratnya, karena aurat itu tidak hanya tertutup saja, tapi gaboleh juga ketat. Karena banyak orang yang menutup aurat tapi pada hakekatnya dia telanjang bulat karena tertutup tapi bentuk tubuhnya terlihat. Lebih kepada sisi itu sih," jelasnya.

Namun Unisba tidak membatasi penggunaan celana bagi mahasiswi dan mahasiswa. Yang terpenting, celana yang digunakan longgar dan tidak ketat.

"Walaupun celana jeans boleh asal tidak ketat, kita tidak membatasi pakaiannya harus seperti ini, harus modelnya gini tidak. Sepanjang longgar menutup aurat kita bolehkan karena itu kan lebih kepada sisi budaya ya anak nyamannya dimana kita tidak batasi," ungkapnya.

Sementara untuk hijab, Amrullah mengungkapkan mahasiswi harus memakai hijab yang menutupi bagian dada. Kampus Unisba juga telah memasang beberapa gambar soal model pemakaian hijab yang dibolehkan.

"(Hijab) menutup dada, jadi kita sudah bikin gambar model untuk kerudungnya. Jadi yang penting kerudung menutup dada dan tidak ketat," ujarAmrullah.