Tolong! Bayi Kembar Siam Asal Subang Butuh Bantuan untuk Operasi

Tolong! Bayi Kembar Siam Asal Subang Butuh Bantuan untuk Operasi

Dwiky Maulana Vellayati - detikJabar
Jumat, 30 Sep 2022 15:48 WIB
Hasan Harahap dan Husen Harahap, bayi kembar siam asal Subang membutuhkan bantuan untuk operasi.
Bayi kembar siam asal Subang membutuhkan bantuan untuk operasi. (Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar)
Subang -

Hasan Harahap dan Husen Harahap, pasangan bayi laki-laki berusia seminggu yang lahir kembar siam asal Subang sedang mendapat perawatan intensif di RS Hasan Sadikin Kota Bandung. Dua bayi malang tersebut dirujuk usai peralatan perawatan di RSUD Ciereng tidak memadai.

Ayah bayi yaitu Imam Safii Harahap (25) mengatakan, istrinya, Desi Lubis (24) melahirkan bayi kembar seminggu lalu di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ciereng Subang. Namun, saat mengetahui kondisi dari bayi mengalami kembar siam, Hasan dan Husen harus dirujuk ke RSHS Bandung.

"Waktu di USG, dokter bilang hanya kembar biasa, tapi waktu dilahirkan dengan cara caesar kalau bayi yang pertama bisa di ukur tapi untuk yang kedua nggak bisa karena tertutup ari-ari, waktu selesai di keluarkan ternyata bayi kami itu kembar siam," ujar Imam saat ditemui detikJabar, Jumat (30/9/2022).


Imam mengatakan, setelah menjalani perawatan di RSUD Ciereng Subang, dokter pun menyarankan Hasan dan Husen dirujuk ke RSHS Bandung karena kondisi jantung tersebut belum normal. Saat menjalani proses pemeriksaan, dokter ahli dari RSHS mengungkapkan bayi kembar siam itu hanya memiliki satu organ hati.

"Waktu di cek, awalnya semuanya utuh cuman pemeriksaan lanjutan dari dokter diketahui bayi saya itu hanya memiliki satu hati dan tulang dadanya sedikit menyatu kata dokter memang begitu," katanya.

Untuk melakukan operasi pemisahan badan dari sang bayi kembar siam, dia harus memiliki biaya sebanyak Rp 1,7 miliar. Dengan kondisi hidup sederhana, ia bersama istrinya tidak menyanggupi biaya yang dianjurkan oleh RSHS Bandung.

"Kalau kata dokter itu biaya operasi pemisahannya bisa sampai Rp 1,7 miliar itu pun yang paling murah katanya bahkan ada juga yang sampai Rp 2 miliar," kata dia.

Meskipun Imam sudah menggunakan bantuan pemerintah seperti BPJS, itu pun belum bisa cukup membantu. Maka dari itu, ia meminta pertolongan agar Hasan dan Husen dapat dipisahkan dengan kondisi sehat dan normal kembali.

"Memang baru bisa dioperasi pemisahan kata dokter pas sudah umur 6 bulan, tapi dari 6 bulan tersebut saya tak yakin bisa mengumpulkan uang senilai Rp. 1,7 miliar. Yang diharapkan tentu saja bisa terkumpul dananya dan bisa langsung dioperasi bisa sehat soalnya ini anak pertama kami," ucapnya.

"Sekarang masih di RSHS sudah 5 hari, saya masih menunggu kabar dari RSHS bisa dibawa pulang dulu atau gimana. Tapi sampai sekarang belum ada kabar, karena masih menunggu keputusan dari salah satu dokter ahli di RSHS Bandung," katanya.

(iqk/iqk)