Jalan Hidayah Napi di Sukabumi Temukan Islam di Balik Jeruji

Jalan Hidayah Napi di Sukabumi Temukan Islam di Balik Jeruji

Siti Fatimah - detikJabar
Sabtu, 01 Okt 2022 01:01 WIB
Napi di Sukabumi bersyahadat.
Napi di Sukabumi bersyahadat (Foto: Istimewa).
Sukabumi -

Garis takdir Ifan Agustian berubah setelah ia mendekam di penjara. Pria berusia 37 tahun itu meneguhkan hati untuk memeluk agama Islam.

Ifan yang memakai baju koko putih lengkap dengan peci hitam dituntun untuk membaca syahadat. Setelah itu, ia mengusap kedua wajahnya seakan mengisyaratkan rasa syukur dan ketenangan.

Kapolsek Cikole Resor Sukabumi Kota Kompol R Nanang Subarna mengatakan Ifan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penggelapan di salah satu perusahaan. Selama menjalankan masa tahanan di Polsek Cikole, Ifan seringkali mendengerkan shalawat bahkan mengikuti gerakan shalat tahanan lain.


"Selama menjalankan tahanan di Polsek Cikole dia selalu mendengar shalawat, bahkan sebelum mengikrarkan masuk Islam dia sering mengikuti atau ikut-ikutan menjalankan shalat, kebetulan tahanan ada 5 tiap waktu shalat kita shalawatan dan berjamaah," kata Subarna kepada detikJabar, Jumat (30/9/2022).

Subarna mengatakan, alasan Ifan memeluk agama Islam karena ingin mendapatkan ketenangan batin. Terlebih dia terancam menerima hukuman 5 tahun penjara.

Prosesi pensyahadatan tahanan itu dipimpin langsung oleh Sekjen MUI Kota Sukabumi M Kushoy di mushola yang ada di Polsek Cikole, Jalan Tubagus Abdullah, Selabatu, Kota Sukabumi.

"Agama sebelumnya Kristen Protestan, dia dengan kesadaran sendiri masuk Islam," kata Kushoy menambahkan.

Kepada Kushoy, Ifan mengaku kebingungan dan tidak ada tempat untuk meminta pertolongan. Keluarganya, kata dia, berada dalam keadaan ekonomi yang sulit dan sakit-sakitan.

"Ternyata yang di dalam itu, kalau di Polsek sini kan kalau sudah dengar adzan shalat ke masjid, ke mushola gitu di sininya. Dia kan tidak ikut, tapi dia melihat 'kok mereka masih bisa tertawa, masih kelihatan bahagia' karena kelihatan kalau ada apa-apa tahanan lain berdoa, dia tertarik. 'Kok di Islam itu kaya ada sandaran hidup' itu kata dia, walaupun bagaimana sulitnya ada sandaran Allah," jelasnya.

Kushoy mengatakan, sebelum mengikrarkan diri sebagai muslim, pihaknya sudah lebih dulu berkomunikasi dengan Ifan. Ibunya yang beragama Kristen pun turut hadir sebagai saksi saat Ifan berpindah keyakinan.

"Dia dari kemarin sejak panggil ke sini dia sudah menangis. Tadi mah bergembira kelihatannya, bahkan kelihatan tulus, ibunya turut tandatangani, disetujui. Adiknya mah sudah masuk Islam duluan," katanya.

Selain mengucap kedua kalimat syahadat, Ifan juga disumpah dengan menggunakan Al-Qur'an dan diberikan penjelasan dasar-dasar Islam seperti pilar ajaran Islam.

"Ya janji dengan Al-Qur'an bahwa saya akan taat kepada Allah, akan mengikuti ajaran Rasulullah dan akan dibina oleh para ulama. Di sini ada musola, ini dibantu sama tahanan dan sebagainya. Alhamdulillah dia pada hari ini telah menyadari masuk Islam dan dia akan kita bina selanjutnya," tutup Kushoy.

(mso/mso)