Saat Risky Bocah Penjual Cilok di Subang Didatangi Polisi

Serba-serbi Warga

Saat Risky Bocah Penjual Cilok di Subang Didatangi Polisi

Dwiky Maulana Vellayati - detikJabar
Jumat, 30 Sep 2022 03:15 WIB
Risky saat bertemu Sumarni.
Risky saat bertemu Sumarni. (Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar)
Subang -

Risky Fauzan (13) menjalani kesehariannya sebagai pedagang cilok di Lapangan Dolog, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang Kota, Kabupaten Subang. Sang bocah bercita-cita ingin menjadi polisi.

Beberapa waktu lalu, bocah yang dinilai inspiratif tersebut sempat berbincang bersama detikJabar dan berkeinginan menjadi anggota kepolisian.

Pada Kamis (29/9/2022), Risky disambangi Kapolres Subang AKBP Sumarni. Sumarni yang mengetahui cita-cita Risky mendatangi bocah yang kini masih sekolah di bangku SMP tersebut.


Sumarni mengungkapkan sosok Risky mencerminkan dirinya saat belia yang kerap menghabiskan waktu bermainnya untuk berjualan. Risky pun sama, di saat teman sebayanya menghabiskan waktu bermain ia memilih berjualan cilok.

"Saya juga memotivasi langsung Risky, saya menceritakan bahwa saya waktu masih seumurannya juga sama berjualan," ujar Sumarni.

Dalam kesempatan ini juga, dirinya memberikan pesan-pesan serta motivasi kepada Risky agar mimpi menjadi polisi dapat tercapai.

"Kesempatan kali ini saya memberikan pesan kepada Risky bagaimana caranya ingin menjadi polisi, seperti harus rajin belajar, semangat, disiplin, patuh kepada orang tua rajin ibadah salat, inshaallah cita-citanya akan terkabul. Dulu itu saya sama berjualan kue juga sekarang bisa jadi Kapolres, pasti Risky juga bisa jadi polisi," katanya.

"Saya juga melihat sosok Risky ini berjualan cilok untuk membantu orang tuanya, saya juga berharap untuk Risky tidak menyampingkan sekolahnya. Jadi selain berjualan ananda Risky juga tidak menghilangkan kewajiban untuk belajar di sekolah," ungkapnya.

Risky saat bertemu Sumarni.Risky saat bertemu Sumarni. Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar

Sementara itu, setelah mendapatkan motivasi, Risky mengaku akan semakin giat belajar dan berjualan demi menggapai cita-citanya menjadi polisi.

"Senang bisa didatangi sama polisi langsung, mudah-mudahan bisa lebih termotivasi menjadi polisi," tutur Risky.

Risky pun sempat menceritakan awal-awal yang berkeinginan menjadi polisi. Tujuan ia menjadi polisi tak lain untuk menangkap penjahat.

"Saya pengen nangkep penjahat. Bukan cuman itu, saya melihat polisi seperti fisiknya bagus aja gitu," ucapnya.

Seperti diketahui, Risky sudah berjualan cilok selama 3 tahun saat dirinya masih kelas 5 SD. Ia berjualan cilok untuk membantu perekonomian orang tuanya.

Setiap harinya, ia tidak malu berjualan cilok. Ia rela melawan panas serta dinginnya hari untuk mencari pundi-pundi rupiah dari berjualan cilok tersebut.

(orb/orb)