Serba-serbi Warga

Kisah Bocah Penjual Cilok di Subang yang Bercita-cita Jadi Polisi

Dwiky Maulana Vellayati - detikJabar
Jumat, 23 Sep 2022 05:30 WIB
Kisah Risky, bocah penjual cilok di Subang.
Bocah penjual cilok di Subang (Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar)
Subang -

Risky Fauzan (13) namanya, seorang bocah di Kabupaten Subang yang berjualan makanan cilok. Kisah dari Risky ini bisa dibilang inspiratif, di saat anak sesuainya merasakan bermain dan belajar, Risky justru memilih berjualan cilok untuk membantu ekonomi keluarganya.

Risky rela menyusuri jalanan dan menjajakan dagangannya sambil menunggu pembeli di Lapangan Dolog, Kelurahan Karanganyar, Kecamatan Subang Kota, Kabupaten Subang setiap harinya.

Saat berbincang dengan detikJabar pada Kamis (22/9/2022), Risky mengungkapkan telah berjualan cilok selama 2 tahun atau ketika masih menjadi siswa kelas 6 SD. Ia mulai berjualan saat setelah pulang sekolah. "Udah 2 tahun jualannya, biasa habis sekolah berangkat ke sini (lapang dolog) buat nongkrong sambil nunggu pembeli," ujar Iki sapaan akrabnya.


Iki merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Menurut Iki, ayahnya merupakan pedagang minuman, sementara untuk ibunya sendiri merawat kedua adiknya yang masih belia.

Tujuan Iki berdagang cilok ini tak lain untuk membantu perekonomian maupun tenaga dari kedua orang tuanya. Selain itu, ia juga berjualan cilok demi menambah uang jajan atau ditabung.

"Ngebantu bapak jualan buat nambah-nambah jajan kadang ditabung. Bapak jualan es di Lapang Dolog juga, ibu merawat adik-adik saya di rumah soalnya masih kecil," kata dia.

Biasanya, Iki mulai berangkat berjualan cilok pada pukul 1 siang. Bahkan, ia harus melawan panas dan dinginnya cuaca untuk berjualan demi mencari pundi-pundi rupiah. "Biasa berangkat jam 1 siang sampai jam 12 malem, kadang kalau ciloknya habis lebih cepat bisa pulang cepat juga. Mangkal di lapang dolog kadang-kadang suka keliling juga," ujarnya.

Namun siapa sangka, Iki yang merupakan siswa kelas 2 SMPN 3 Subang ini bercita-cita ingin menjadi aparatur negara yakni polisi. "Mau jadi polisi aja, dari dulu cita-citanya itu. Mudah-mudahan kesampaian," ucapnya.

(iqk/iqk)