Genderang Perang Melawan Vandalisme di Bandung

Genderang Perang Melawan Vandalisme di Bandung

Sudirman Wamad - detikJabar
Kamis, 29 Sep 2022 19:30 WIB
Vandalisme di Taman Lansia Kota Bandung.
Fasilitas publik jadi sasaran vandalisme di Kota Bandung (Foto: Wisma Putra/detikJabar)
Bandung -

Perang melawan vandalisme terus digaungkan Pemkot Bandung. Sebab, vandalisme dinilai merusak estetika Kota Bandung.

Coretan atau gambar sering kita jumpai di sudut-sudut kota yang sudah berusia 212 tahun ini. Kota yang katanya diciptakan saat Tuhan tersenyum. Pemkot Bandung pun baru-baru ini menggelar sayembara untuk melawan vandalisme. Hadiah jutaan Rupiah disiapkan.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Kota Bandung Asep Saeful Gufron mengatakan Bandung merupakan rumah bersama. Rumah yang patut dijaga. Asep pun mengatakan vandalisme merupakan tindakan yang merusak estetika kota.


"Yang masih vandalisme tolonglah, tidak melakukan kembali. Kalau tidak dijaga kita semua. Bandung bisa rusak," kata Asep Gufron yang juga sempat didapuk sebagai Ketua HUT ke-212 Bandung itu, Kamis (29/9/2022).

Asep tak menampik memberantas vandalisme merupakan pekerjaan rumah bagi Kota Bandung. Aksi vandalisme selalu terjadi. Asep Gufron berharap masyarakat bisa aktif menjaga kota.

"Mari kita jaga Bandung. Tidak hanya kondusif. Jaga kebersihan, estetika kota kita jaga," ucap Asep.

Aksi Terjadi Dini Hari

Pemkot Bandung mengaku telah melakukan berbagai upaya dalam melawan vandalisme. Ketua Paguyuban Camat Kota Bandung Syukur Sabar mengatakan pihaknya bekerja sama dengan seluruh pihak.

"Pengawasan sudah diarahkan oleh Pak Asisten beberapa hari lalu bersama RW, linmas, kelurahan, kecamatan, Polsek dan Koramil untuk bersama-sama menjaga agar fasilitas yang sudah dicat ulang tidak menjadi kanvas baru vandalisme," kata Syukur dalam keterangan yang diterima detikJabat belum lama ini.

Solusi konkret yang telah dijalankan sampai saat ini adalah berkoordinasi dengan pemilik toko yang melakukan pengecatan sendiri atau dibantu dari Pemkot Bandung.

Syukur mengatakan vandalisme terjadi pada pukul 02.00-04.00 WIB dini hari. Menurut Syukur, pelakunya kebanyakan merupakan anak muda yang diduga berasal dari komunitas tertentu.

"Ada yang suka bikin coretan bentuk tulisan, ada juga yang gambar kartun. Ini kami duga berasal dari komunitas tertentu," ungkapnya.

Menurutnya, pihak kewilayahan sering berkeliling untuk mencegah terjadinya vandalisme, tapi ternyata tidak menemukan kasus yang dilakukan. "Jika ada pelaku yang berhasil kami tangkap, sanksinya akan diterapkan oleh Satpol PP. Kalau terjadi pelaporan, bisa kita ambil buktinya dari CCTV sekitar," ucapnya.

Syukur mengimbau, agar para pemuda menyalurkan bakatnya dengan kegiatan positif. Bisa melalui komunitas-komunitas yang baik untuk membangun diskusi dan pengembangan bakat."Mereka bisa bergabung di Karang Taruna, KNPI, atau bisa mengaktivasi youth space di wilayah masing-masing. Mereka bisa berlatih dan diskusi di sana," ucapnya.

Sayembara Raihan

Pemkot Bandung tengah mengadakan sayembara untuk melawan vandalisme. Pemkot menyediakan hadiah Rp 5 juta bagi warganya yang bisa merekam dan melaporkan tindakan vandalisme.

Kepala Dinas Kominfo Kota Bandung Yayan Ahmad Brilyana mengatakan sayembara melawan vandalisme itu tak memiliki batas waktu. Yayan menegaskan penutupan sayembara dilakuan setelah ada warga yang mampu merekam dan melaporkan aksi vandalisme.

"Ya sampai dapat pemenangnya. Total lima pemenang ya, masing-masing Rp 1 juta. Jadi," kata Yayan kepada detikJabar, Kamis (29/9/2022).

Yayan mengatakan tahun lalu pihaknya menggelar sayembara dengan pola yang sama. Walhasil, seorang pelaku vandalisme berhasil ditangkap.

Yayan memastikan anggaran sayembara ini tak bersumber dari APBD. Pihaknya bekerja sama dengan masyarakat untuk mengadakan sayembara melawan vandalisme. Hadiah sayembara berasal dari donasi salah seorang masyarakat.

"Jadi kita berkolaborasi dengan masyarakat. Ada masyarakat yang ingin membantu, prihatin dan sudah kesal. Kotanya sudah indah tapi di coret-coret. Jadi bukan dari APBD," kata Yayan.

Yayan juga menjelaskan tentang alasannya membuka sayembara bagi masyarakat. Selain melibatkan peran aktif masyarakat dalam menjaga keindahan kota, Yayan tak menampik adanya kesulitan untuk menangkap pelaku vandalisme.

"Ya gitu, kucing-kucingan. Kalau sudah dijaga Satpol PP dan Linmas, mereka menghilang. Kalau ada (petugas), mereka melakukan. Jadi, kita pakai media sosial (medsos) melalui sayembara," kata Yayan.

Sebelumnya, Pemkot Bandung melalui Instagram @humas_bandung membuat program Bandung mencari Raihan. Raihan di sini merupakan singkatan dari Raih Hadiah Jutaan.

Hadiah jutaan ini akan diberikan Pemkot Bandung kepada warga yang berhasil merekam dan melaporkan aksi vandalisme di wilayah Kota Bandung.



Simak Video "Kantor Konsulat Rusia Diserang Aksi Vandalisme"
[Gambas:Video 20detik]
(sud/mso)