Ratusan Kasus Kebakaran di Kota Bandung Selama 2022

Ratusan Kasus Kebakaran di Kota Bandung Selama 2022

Sudirman Wamad - detikJabar
Jumat, 30 Sep 2022 00:30 WIB
Poster
Kebakaran rumah warga (Foto: Edi Wahyono)
Bandung -

Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar) PB Kota Bandung mencatat kejadian kebakaran mencapai 134 kasus sepanjang 2022. Warga pun diimbau waspada.

Kepala Diskar PB Kota Bandung Gungun Sumaryana mengimbau warga lebih berhati-hati terhadap kebakaran. Sebab, sejumlah kebakaran terjadi di tempat tinggal yang disebabkan kompor, beban listrik hingga puntung rokok.

"Tidak bisa dipungkiri pasti panik. Namun dengan sosialisasi yang masif bisa terinformasikan agar kita mengetahui cara menanganinya," kata Gungun, Kamis (29/9/2022).


Diskar PB pun gencar menyosialisasikan mitgasi bencana ke masyarakat, termasuk pada anak usia dini yang berkunjung ke kantor Diskar. Ia memastikan, bencana tidak bisa diprediksi. Oleh karenanya perlu kolaborasi dengan seluruh elemen masyarakat termasuk forum pengurangan risiko.

"Kalau sekarang kami melakukan pemetaan kembali, berkolaborasi dengan forum pengurangan risiko bencana. Diskar PB berupaya berkolaborasi dengan seluruh elemen yang ada," katanya.

"Diskar PB siaga dengan 90 orang personel siaga 24 jam," kata Gungun menambahkan

Edukasi Pencegahan

Terpisah, Sekretaris Diskar PB Kota Bandung Iwan Rusmawan mengatakan pihaknya fokus juga mengedukasi masyarakat terkait pencegahan kebakaran. Diskar PB selalu membuka pintu bagi anak usai dini untuk belajar di Diskar PB.

"Setiap bulan, minimal tiga kali dalam sepekan itu ada anak-anak TK yang datang ke sini. Kita kenali mereka tentang tugas Diskar PB dan kebencanaan," kata Iwan saat ditemui detikJabar di kantornya.

Iwan juga mengatakan sasaran utama dari edukasi terhadap anak TK adalah para orang tua. Iwan mengatakan orang tua juga harus diberikan pemahaman tentang risiko kebakaran dan pencegahannya.

Lebih lanjut, Iwan menjelaskan secara rinci tentang kewaspadaan atau yang dilakukan masyarakat saat meninggalkan rumah dalam keadaan kosong.

"Periksa instalasi listrik. Kemudian matikan lampu, kompor, alat listrik lainnya. Dan, pastikan semuanya dalam keadaan mati sebelum kita keluar rumah," ucap Iwan.

Selain itu, Iwan juga menjelaskan rokok kerap menjadi penyebab kebakaran. Ia mengimbau agar saat mengisi bahan bakar tak sambil merokok. Dan, ia juga meminta agar orang tua menjauhkan anak-anak dari sumber api.

"Jangan membakar sampah saat terik matahari. Sangat berisiko besar. Intinya, hal-hal itu bisa dilakukan di rumah. Kalau gedung dan perkantoran kan sudah ada aturannya sesuai perwal," kata Iwan.

(sud/yum)