Kritisi Kinerja Pemerintah, Mahasiswa Subang Demo di Kantor DPRD

Kritisi Kinerja Pemerintah, Mahasiswa Subang Demo di Kantor DPRD

Dwiky Maulana Vellayati - detikJabar
Kamis, 29 Sep 2022 14:18 WIB
Demo di Subang.
Demo di Subang (Foto: Dwiky Maulana Vellayati/detikJabar).
Subang -

Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) menggelar aksi unjuk rasa di Kantor DPRD Subang. Dalam aksinya mereka menyoroti kinerja Pemkab dan DPRD Subang.

Pantauan detikJabar, Kamis (29/9/2022), puluhan mahasiswa mencoba merangsek masuk ke dalam kantor DPRD. Sejumlah petugas langsung menghadang.

Akibatnya aksi saling dorong antara mahasiswa dan petugas tidak bisa dihindari. Namun, beruntung aksi saling dorong itu tidak berlangsung lama. Masing-masing pihak bisa menahan diri.


Dalam aksi ini, mahasiswa menyoroti kinerja dari eksekutif maupun legislatif yang dinilai tidak becus dalam segi perkembangan dan kemajuan di Kabupaten Subang. Terutama, mereka mendorong DPRD Kabupaten Subang untuk melakukan interpelasi kepada pihak eksekutif Kabupaten Subang.

Dalam aksinya tersebut juga, mahasiswa masih menyampaikan kritik yang sama terhadap penyelenggara pemerintahaan yang dinilai lamban, tidak responsable, sehingga persoalan yang dihasilkan semakin merumit.

"Ini (kantor DPRD) rumah kami, kami ingin mengadu ke rumah kami ini. Kenapa setiap kami mengadu selalu tidak ada Ketua DPRD, kami selalu diterima oleh perwakilan saja," ujar Adam ketua HMI cabang Subang.

"Sebetulnya kerja dari DPRD ini apa saja sampai-sampai banyak masalah yang nggak bisa dibereskan oleh mereka. Kinerja kalian (DPRD dan Pemkab) semua tidak terlihat. Kami seperti tidak dihargai, kelihatannya eksekutif dan legislatif masih biasa-biasa saja, hak Interpelasi sampai sekarang masih belum jelas juga," lanjutnya.

Sementara itu, Sekwan DPRD Subang Ujang Sutrisna menyampaikan bahwa tuntutan-tuntutan dari mahasiswa tersebut akan ditindak lanjuti. Selain itu pimpinan dewan juga siap beraudiensi dengan para mahasiswa.

"Tentunya akan kami tindak lanjuti tuntutan dari mahasiswa. Kedepannya kami akan undang untuk melakukan audiensi bersama mahasiswa dan pimpinan DPRD," kata Ujang.

Karena kecewa tidak bertemu secara langsung dengan Ketua DPRD Subang, peserta aksi menyerahkan pakaian wanita sebagai simbol tidak adanya keberanian. Setelah itu, mahasiswa pun langsung membubarkan diri setelah melakukan negosiasi bersama Setwan DPRD Subang dan berjanji akan kembali melakukan aksi apabila tuntutan yang disampaikan tidak terpenuhi.

(mso/mso)