Campur Aduk Novi: Anak Dibully gegara Seragam Lusuh, Ketemu RK

Campur Aduk Novi: Anak Dibully gegara Seragam Lusuh, Ketemu RK

Yuga Hassani - detikJabar
Kamis, 29 Sep 2022 21:00 WIB
Novi, IRT asal Baleendah yang curhat soal anaknya dirundung gegara berbaju kusam
Novi, IRT asal Baleendah yang curhat soal anaknya dirundung gegara berbaju kusam (Foto: Yuga Hassani/detikJabar)
Bandung -

Seorang emak-emak, Novi asal Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, curhat ke pengaduan media sosial Jabar Quick Respon (JQR). Isinya adalah berkaitan dengan kebutuhan seragam anaknya yang masih menggunakan seragam kusam hingga anaknya tersebut mengalami perundungan.

Setelah adanya aduan tersebut, tim JQR langsung mempertemukan Novi beserta anaknya dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil. Bahkan sejumlah bantuan pun langsung diberikan, salah satunya adalah seragam baru.

Novi mengaku tak pernah menyangka bisa bertemu dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil secara langsung. Awalnya dirinya hanya disebutkan akan dibawa ke kantor.


"Pas di jalan saya nanya lagi, mau kemana, katanya ya udah gak apa-apa jalan-jalan dulu. Tiba-tiba masuk ke Gedung Sate," ujar Novi saat ditemui di rumah orang tuanya, Kamis (29/9/2022).

Setelah dibawa ke Gedung Sate, dirinya masih belum mengetahui akan dipertemukan dengan Ridwan Kamil. Namun setelah menunggu beberapa lama akhirnya langsung bertemu orang nomer satu di Jawa Barat itu.

"Perasaannya campur aduk, malu, bingung, gugup, senang. Saya saat itu sangat gugup," katanya.

Pihaknya juga bersyukur dalam pertemuan tersebut Ridwan Kamil memberikan sejumlah bantuan kepadanya. Bahkan anaknya tersebut langsung diberi seragam baru.

"Alhamdulillah sangat berterima kasih sekali kepada JQR, Pa Gubernur, dan semuanya. Bukan hanya Rizki (anak Novi) diberi seragam saja, dengan begini, hutang, tunggakan kontrakan sudah terbayar. Bahkan tiga bulan ke depan sudah dibayarkan," jelasnya.

Novi mengaku curhat di pengaduan JQR karena tidak mampu membelikan seragam bagi anaknya. Bahkan dirinya juga menceritakan bagaimana anaknya tersebut selalu menerima perundungan dari teman-temannya.

"Memang anak saya Rizki, tak pernah mengeluh menggunakan baju seragam, yang sudah lusuh itu. Meski ada temannya yang ngata-ngatain karena pakai baju kaya gitu, sebetulnya anak saya tak terlalu itu (menanggapinya) tapi saya khawatir," ucapnya.

Dia mengungkapkan seragam yang dipakai oleh anaknya tersebut dalam kondisi kusam. Pasalnya seragam tersebut merupakan pemberian saudaranya.

"Jadi pakaian seragam yang dipakai Rizki, itu bekas sodara atau pamannya. Pernah beli baru, hanya saat pertama masuk sekolah, pas kelas satu saja," kata Novi.

"Meski begitu, ia tetap berangkat sekolah. Sebagai orang tua merasa sedih karena tak bisa membelikan seragam seperti orang lain," tambahnya.

Pihaknya mengaku curhat terhadap JQR tersebut dilakukan atas dasar kebingungan dengan kondisi ekonomi yang sulit. Apalagi, kata dia, suaminya yang dulunya bekerja di perusahaan ekspedisi terkena PHK.

"Suami kerja serabutan, soalnya nyari pekerjaan sulit. Apalagi saya punya anak tiga, Rizki, lalu Arsila baru 5 tahun, dan Alesa baru berusia 5 bulan," kata Novi.

Novi beserta keluarganya tersebut tinggal di sebuah kontrakan dengan berukuran 4X4 meter. Di dalamnya hanya terdapat kasur dan satu buah kamar mandi.

"Saat itu kamar kontrakannya sudah dua bulan tak dibayarnya karena tak punya uang. Mau pergi, pindah, takutnya disebut tak tanggung jawab, mau diam di situ tak punya uang untuk bayarnya, jadi serba salah," kata dia.

Rumah orang tua Novi pun terlihat sederhana. Nampak dinding rumahnya masih setengah menggunakan tembok dan atasnya menggunakan bilik (anyaman kayu).

"Saya memang cari kontrakan yang murah, itu sebulannya Rp 400 ribu. Memang kecil, bahkan tim JQR juga bertanya apa muat ini ditempati 5 orang, saya bilang ya dicukup-cukupkan saja," bebernya.

Setelah bertemu dengan Ridwan Kamil, Novi terus menerus mengucapkan terimakasih kepada Ridwan Kamil dan JQR. Pasalnya dirinya hingga saat ini masih tidak menyangka.

"Selain itu juga, alhamdulillah banget, suami akan diberikan pekerjaan, besok dia disuruh ke Gedung Sate. Bahkan saya juga akan diberi untuk usaha, dagang kecil-kecilan," kata Novi.

"Ya rencana pengen dagang seblak, kata gitu lah. Lumayan utuk membantu suami, memenuhi kebutuhan. Alhamdulillah sekarang saya dibantu. Saya juga berharap ke depannya, saya bisa membantu orang yang membutuhkan," pungkasnya.

(yum/yum)