Bandung Butuh Puluhan Rudet untuk Tata Kawasan Kumuh

Bandung Butuh Puluhan Rudet untuk Tata Kawasan Kumuh

Sudirman Wamad - detikJabar
Rabu, 28 Sep 2022 21:01 WIB
Rumah Deret Tamansari Bandung
Proyek rumah deret Tamansari Bandung (Foto: Sudirman Wamad/ detikJabar).
Bandung -

Kawasan kumuh di Kota Bandung mencapai 468,031 hektare. Dinas Perumahan dan Keawasan Pemukiman (DPKP) melalui program rumah deret (rudet) mencoba menata kawasan kumuh.

Saat ini, Pemkot Bandung baru membangun rudet Tamansari. Progres pembangunannya pun terhambat karena keterbatasan anggaran. Pandemi COVID-19 menjadi salah satu faktornya.

"Rudet itu tujuan utamanya untuk penataan kawasan kumuh," kata Kabid Perumahan DPKP Kota Bandung Nunun Yanuati kepada detikJabar, Rabu (28/9/2022).

Nunun tak menampik jumlah rudet sata ini masih jauh dari kata ideal di Kota Bandung. Dari hasil survei, dikatakan Nunun, kebutuhan rudet atau rusun mencapai 66 ribu unit. Saat ini, lanjut dia, dari jumlah rudet dan rusun atau apartemen rakyat di Kota Bandung baru menyediakan sekitar 10 ribuan unit.


"Artinya kita masih kurang sekitar 50 ribuan unit. Kita harus membangun lebih dari 10 rudet atau apartemen rakyat berarti," kata Nunun.

Asumsi kalkulasi kebutuhan rudet itu, dikatakan Nunun, disesuaikan dengan jumlah unit yang dimiliki rudet Tamansari, yakni sebanyak 479 unit. Sebelum dibangun rudet Tamansari, kawasan kumuh di wilayah tersebut dihuni 198 kepala keluarga (KK) dengan total 90 unit bangunan.

"Jadi kita masih butuh banyak. Rencana ke depan ada, cuma kita kan terbatas anggarannya. Kalau dilihat dari RTRW itu, ada 13 titik potensial," kata Nunun.

Nunun mengatakan skema pembiayan pembangunan rudet tak harus bersumber dari APBD. Menurutnya, kerja sama dengan pihak lain harus dijalin. DPKP Kota Bandung tengah intens menjalin komunikasi dengan Kementerian PUPR.

Sebagaimana diketahui, wilayah kumuh di Kota Bandung masih menjadi pekerjaan rumah bagi pemkot untuk dibenahi. Dengan memiliki luas wilayah 167,3 km persegi atau setara 16.732 hektare, Kota Bandung menyisakan wilayah kumuh seluas 468,031 hektare.

Dilansir dari laman Open Data Kota Bandung, DPKP pun mencatat wilayah kumuh di Kota Bandung seluas 468,031 hektare pada tahun 2021.

Jika dibandingkan tahun 2020, wilayah kumuh di Kota Bandung memang mengalami penurunan. Pada tahun tersebut, DPKP mencatat wilayah kumuh di Kota Bandung mencapai 491,947 hektare kemudian turun pada 2021 menjadi 468,031 hektare atau berkurang 23,916 hektar wilayah kumuh di Kota Bandung.

Adapun 10 kelurahan dengan luasan wilayah kumuh paling tinggi di Kota Bandung di antaranya Kelurahan Sukaraja di Kecamatan Cicendo dengan 37,43 hektare serta Kelurahan Ciumbuleuit di Kecamatan Cidadap dengan 33,54 hektare.

Kemudian Kelurahan Sukahaji di Kecamatan Babakan Ciparay dengan 30,85 hektare, Kelurahan Cijerah di Kecamatan Bandung Kulon dengan 17,528 hektare dan Kelurahan Babakan di Kecamatan Babakan Ciparay dengan 17,41 hektare.

Selanjutnya, Kelurahan Babakan Ciparay di Kecamatan Babakan Ciparay dengan 15,82 hektare, Kelurahan Pajajaran di Kecamatan Cicendo dengan 15,64 hektare serta Kelurahan Kopo di Kecamatan Bojongloa Kaler dengan 13,302 hektare. Kemudian Kelurahan Pasirwangi di Kecamatan Ujungberung dengan 10,987 hektare serta Kelurahan Jamika di Kecamatan Bojongloa Kaler dengan 10,41 hektare.

(sud/mso)