Ikan 'Raksasa' Sukabumi Mau Dijual, Siapa Minat?

Ikan 'Raksasa' Sukabumi Mau Dijual, Siapa Minat?

Siti Fatimah - detikJabar
Rabu, 28 Sep 2022 11:22 WIB
Penampakan ikan raksasa di Sukabumi
Penampakan ikan raksasa di Sukabumi (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Pada Maret 2022 lalu, warga Gunungguruh dihebohkan dengan penemuan ikan mas raksasa yang ditangkap oleh Cecep Solehudin alias Japrot (40) di Situ Kubang. Lama tak terdengar, Japrot menyatakan ingin menjual ikan mas raksasa tersebut.

"Anu nawar mah seueur, ai sekarang mah murah, nggak seperti dulu (kalau dulu yang nawar banyak, sekarang sudah murah nggak seperti dulu). Pas pertama kan banyak yang pengen ikut viral (nawar) Rp 10 juta sampai Rp 15 juta. Kalau ada yang nawar lagi, ya mau dijual aja," kata Japrot saat ditemui di Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi, Rabu (28/9/2022).


Lebih lanjut, ikan mas raksasa itu masih ada di kolam dekat kediamannya. Meski tak diberi nama, Japrot memelihara ikan mas dengan ketelatenan.


"Nggak ada kesulitan peliharanya, soalnya makannya apa aja, dedek juga dimakan, makan beunyeur," ujarnya.

Sejak terakhir kali ditangkap, ikan mas raksasa itu belum pernah ditimbang ulang. Namun Japrot menduga beratnya menyusut dari berat awal yang mencapai 15 kilogram.

"Paling ge seuseut, ngirangan nu kitu mah. Pan asalna di tempat nu luas, bebas, ayeuna kana tempat alit jadi henteu bebas. Paling kana 10 kilogram, tipayun mah kana 15 an kilogram. (Paling menyusut, berkurang kalau yang seperti itu. Kan asalnya ditempat yang luas, bebas, sekarang di tempat kecil jadi tidak bebas)," kata dia.

Dalam kolam berukuran 3x3 meter itu, ikan mas raksasa digabung dengan ikan koi dan ikan lain yang berukuran normal. Selain itu, ada juga ikan koi dengan berat mencapai 4 kilogram.

"Iya ada ikan koi yang gede dapet temen, paling 4 kilogram itu mah usianya ada itu setahun. Ikan mas mah ada 4 tahunan. Biasanya sampai puluhan tahun, hidupnya bisa 20 tahun kalo ikan mas biasa, kalau koi bisa 30 tahunan," sambungnya.

Saat ditanya alasan ikan mas raksasa tak dikonsumsi, Japrot berujar, rasanya kurang nikmat. Hal itu berdasarkan pengalaman pribadinya.

"Dimakan pernah nggak enak, dijual pernah. Dulu tahun 2016 an dijual Rp 800 ribu ikan koi besar. Kalau dulu kan belum seramai sekarang, jadi tahu rasanya nggak enak kalau dimakan karena pernah nyoba," ucap Japrot.

Diketahui, ikan mas raksasa tangkapan Japrot itu berjenis blasteran antara ikan koi dan ikan mas. Terlihat dari bentuk sisik yang metalic dan warna kuning keemasan. Jika berminat untuk memiliki ikan mas ini, detikers bisa mendatangi kediaman Japrot di Kampung Babakan Ciburial, Desa Cikujang, Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.



Simak Video "Penampakan Kolam Raksasa Kandang Arapaima yang Lepas di Garut"
[Gambas:Video 20detik]
(dir/dir)