Emak-emak di Sukabumi Seberangi Sungai Imbas Jembatan Rusak

Emak-emak di Sukabumi Seberangi Sungai Imbas Jembatan Rusak

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Rabu, 28 Sep 2022 00:20 WIB
Emak-emak di Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, terpaksa menyeberangi Sungai Cigadung setelah jembatan roboh karena banjir.
Emak-emak menyeberangi Sungai Cigadung setelah jembatan roboh. (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Emak-emak di Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, terpaksa menyeberangi Sungai Cigadung dengan bertelanjang kaki setelah jembatan roboh karena banjir.

Jembatan gantung yang melintasi sungai tersebut roboh pada Jumat (23/9/2022) pekan lalu. Pascarobohnya jembatan yang menjadi akses penghubung 2 desa, warga terpaksa menyusuri sungai karena tidak ada pilihan.

"Jembatan nggak ada ya terpaksa langsung turun ke sungai, kadang waswas takut tiba-tiba sungai meluap. Tapi ya mau bagaimana lagi, tidak ada jalan lain," kata Yeyen, warga di sekitar lokasi kepada awak media, Selasa (27/9/2022).


Emak-emak di Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, terpaksa menyeberangi Sungai Cigadung setelah jembatan roboh karena banjir.Emak-emak di Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, terpaksa menyeberangi Sungai Cigadung setelah jembatan roboh karena banjir. Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

Memang ada jalan lain yang memutar untuk ke dusun seberang, Yeyen mengatakan posisi dusun di sebarang sungai adalah akses terdekat ke sejumlah fasilitas pendidikan dan perniagaan.

"Ada jalan memutar, tapi harus pakai ojek. Jalan kaki enggak terjangkau mau ke fasilitas sekolah atau ke pasar paling dekat lewat sini karena jembatan ambruk ya terpaksa lewat sungai, kalau air deras sungai kembali meluap ya akhirnya terpaksa pakai ojek mau ke pasar atau anak sekolah," ungkapnya.

"Keinginannya ya dibangun jembatan lagi, agar kami bisa kembali melintas dengan aman, apalagi musim hujan seperti sekarang rasanya horor kalau lewat langsung ke sungai," sambung dia.

Kepala Dusun Bantar Gadung, Budi mengatakan, putusnya jembatan tersebut terjadi saat hujan deras yang mengakibatkan pondasi besi jembatan terkikis air.

"Terjadinya hari Jumat antara sore atau malam Sabtu karena curah hujan tinggi, sekarang warga lewat bawah menyeberang sungai, sedangkan ini jalan hidup akses utama 24 jam warga melintas di jembatan ini. Mulai dari pedagang pindang, anak sekolah, warga yang berkebun," tuturnya.

Budi menegaskan pihaknya tidak berdiam diri, usulan perbaikan sudah dilayangkan pihak desa ke pemerintah kabupaten. "Dari pemerintah desa sudah ada pengajuan, berharap segera terelokasi perbaikan, karena menghambat perekonomian juga, selain itu anak anak sekolah terpaksa melintas sungai jalan bawah," tutup Budi.

Diberitakan, sebuah jembatan gantung penghubung antar dusun di Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi rusak akibat banjir bandang di aliran Sungai Cigadung sekitar pukul 15.00 WIB, Jumat (23/9/2022).

Emak-emak di Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, terpaksa menyeberangi Sungai Cigadung setelah jembatan roboh karena banjir.Emak-emak di Desa/Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, terpaksa menyeberangi Sungai Cigadung setelah jembatan roboh karena banjir. Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar

Tidak ada korban jiwa akibat kejadian tersebut. Namun, untuk sementara warga di wilayah tersebut tidak bisa melintasi sungai tersebut. Mereka berharap segera dilakukan perbaikan jembatan.

"Kejadiannya saat hujan deras, awalnya air sungai terus meluap. Jembatan goyang, lalu satu persatu kawat sling lepas. Lalu tiang besi di ujung jembatan mulai tertarik dan tanah penahannya ambrol," kata Rudi, warga di sekitar lokasi kepada detikJabar.

(sya/iqk)