100 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Migran Tenggelam di Suriah

100 Orang Tewas dalam Insiden Kapal Migran Tenggelam di Suriah

Tim detikNews - detikJabar
Selasa, 27 Sep 2022 18:30 WIB
A handout picture released by the Syrian Red Crescent on September 23, 2022, shows rescuers transporting the body of a drowning victim into an ambulance in the Syrias southern port City of Tartus, after a boat transporting migrants from Lebanon sank off the Syrian coast. © Syrian Red Crescent, AFP
Petugas Bulan Sabit Merah mengevakuasi salah satu jenazah korban kapal migran yang tenggelam di perairan Suriah (Foto: Syrian Red Crescent/AFP)
Suriah -

100 mayat ditemukan otoritas Suriah dari sebuah kapal migran asal Lebanon yang tenggelam di perairan Suriah, pekan lalu. Insiden ini, merupakan salah satu insiden kapal tenggelam yang mematikan di perairan Mediterania.

Mengutip detikNews dari lansiran AFP, Selasa (27/9/2022), penemuan jenazah pertama kali ditemukan pada Kamis (22/9), ketika itu dari 150 penumpang kapal hanya 20 orang yang berhasil diselamatkan.

"Jumlah korban kapal Lebanon telah mencapai 100 orang sejauh ini, setelah satu jenazah lainnya ditemukan di lautan," demikian pernyataan kepala pelabuhan Suriah Samer Kbrasli, seperti dikutip kantor berita Suriah, SANA.


SANA melaporkan, semua korban yang selamat telah dipulangkan dari rumah sakit. Kondisi Lebanon yang dilanda krisis ekonomi yang mendalam, membuat warganya yang bergabung bersama pengungsi Rusia dan Palestina putus asa dan melarikan diri dari kemiskinan melalui jalur pelayaran berbahaya.

Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dalam pernyataannya menyebut orang-orang yang menumpang kapal migran yang berlayar dari kota miskin Tripoli di Lebanon itu kebanyakan warga negara Lebanon, Suriah dan Palestina. Terdapat juga anak-anak dan warga lanjut usia dalam kapal itu.

Lebanon menampung lebih dari satu juta pengungsi perang sipil Suriah, dan terperosok dalam krisis keuangan dan ekonomi, yang disebut oleh Bank Dunia sebagai salah satu yang terburuk pada era modern.

Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi, Filippo Grandi, menggambarkan insiden kapal migran yang tenggelam itu sebagai 'tragedi yang menyayat hati'.

Sejak tahun 2020, Lebanon dilanda lonjakan jumlah migran yang berupaya melakukan pelayaran berbahaya dengan kapal-kapal yang penuh sesak untuk mencapai Eropa.

Badan anak PBB atau UNICEF menyebut sedikitnya 10 anak masuk dalam daftar 'mereka yang kehilangan nyawanya' dalam insiden itu. "Ketidakstabilan politik dan krisis ekonomi selama bertahun-tahun di Lebanon telah mendorong banyak anak dan keluarga ke dalam kemiskinan," sebut UNICEF.

Berita ini telah tayang di detikNews dengan judul Kapal Migran Lebanon Tenggelam di Perairan Suriah, 100 Orang Tewas

(yum/yum)