Heboh Data 4 Ribu Siswa SMK 1 Kota Sukabumi Bocor!

Heboh Data 4 Ribu Siswa SMK 1 Kota Sukabumi Bocor!

Siti Fatimah - detikJabar
Selasa, 27 Sep 2022 12:29 WIB
Ilustrasi hacker
Ilustrasi hacker. (Foto: NurPhoto via Getty Images/NurPhoto)
Sukabumi -

Aksi hacker belakangan ini santer di Tanah Air. Sebuah akun Twitter menyebutkan jika ada aktivitas hacker dengan id Fxkn7 yang telah menambahkan data 4.000 siswa SMKN 1 Kota Sukabumi ke situs peretas.

Dilihat detikJabar, akun @FalconFeedSio merupakan akun mengunggah postingan terkait aktivitas dugaan hacker terhadap sekolah di Kota Sukabumi. Dalam profilnya, dia menyebut diri sebagai Perusahaan Keamanan Teknologi.

"4k User Account of Indonesian School of SMKN 1 Kota Sukabumi has been added in the hackers forum. This data includes name, date of birth, address, telephone number, email (Akun Pengguna 4 ribu Sekolah Indonesia SMKN 1 Kota Sukabumi telah ditambahkan di forum peretas. Data ini meliputi nama, tanggal lahir, alamat, nomor telepon, email)," tulis akun Twitter @FalconFeedSio seperti dilihat detikJabar, Selasa (27/9/2022).


Data SMKN 1 Sukabumi bocor.Data SMKN 1 Sukabumi bocor. Foto: Istimewa

Postingan itu diunggah pada Senin (26/9) pada pukul 16.14 WIB. Adapun akun ini tercatat baru bergabung menggunakan Twitter pada Agustus 2022 lalu.

Menanggapi hal itu, Kepala Sekolah SMKN 1 Kota Sukabumi Juanda mengatakan, pihaknya sudah melakukan pengecekan terhadap dugaan kebocoran data yang tersebar di media sosial.

Dia mengatakan, hingga saat ini website sekolah yang melampirkan data-data internal masih aman dan tidak ada aktivitas hacker. "Kami telah melakukan pengecekan di web SMKN 1 Kota Sukabumi hasilnya website masih aman tidak kena hacker," kata Juanda saat dikonfirmasi detikJabar.

Data SMKN 1 Sukabumi bocor.Data SMKN 1 Sukabumi bocor. Foto: Istimewa

Data Siswa 4 Tahun Lalu

Juanda menjelaskan, data siswa aktif dan alumni tersimpan dalam situs Dapodik (Data Pokok Pendidikan) sistem skala nasional yang berada di bawah kewenangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia (Kemendikbudristek RI).

Dia mengungkapkan, data yang tersebar di media sosial tersebut merupakan data alumni 4 tahun ke belakang. Selain itu, data itu juga tidak sama dengan format yang ditentukan pihak sekolah.

"Format data yang diretas data alumni 4 tahun ke belakang dan formatnya berbeda dengan data yang sekolah berikan, tidak ada kolom email dan pasword," ungkapnya.

Meski begitu, pihaknya melakukan pengamanan ganda pasca beredarnya kabar kebocoran data di sekolahnya. Dia juga mengimbau para alumni mewaspadai efek peretasan tersebut.

"Ya ada (upaya mencegah kebocoran data) ada link Google saat cek aman bagi data siswa aktif (dapodik) dan sekarang drivernya sudah digembok lagi dan itu yang bocor nggak tahu sumber data yang mana? Kami mengimbau bagi alumni SMKN 1 Sukabumi mohon waspada terhadap efek peretasan data alumni," tutupnya.

(orb/orb)