Ular Sanca 8 Kilogram Menyusup ke Atap Pabrik di Sukabumi

Ular Sanca 8 Kilogram Menyusup ke Atap Pabrik di Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Senin, 26 Sep 2022 15:38 WIB
Ular yang ditemukan di atap pabrik di Sukabumi.
Ular yang ditemukan di atap pabrik di Sukabumi. (Foto: Istimewa)
Sukabumi -

Ular sanca sepanjang 3 meter berwarna coklat dengan berat 8 kilogram ditemukan di pabrik garment di di Jalan Selabintana, Warnasari, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi. Ular tersebut ditemukan di bagian atap plafon pabrik dan dalam kondisi terluka.

Kasi Pencegahan, Pemadaman dan Penyelamatan Damkar Kota Sukabumi Hendar Iskandar mengatakan, mulanya ular tersebut ditemukan salah seorang karyawan pabrik bernama Atep Hermawan.

"Jadi awalnya ada pegerakan yang mencurigakan di atap plafon. Jadi plafon itu di atas ada seng dan di bawahnya ada almunium foil, dan berubah-ubah posisinya (tidak datar) sejak tiga hari yang lalu. Setelah begitu dicek kelihatan ada ekor ular, warga lantas telepon kita," kata Hendar saat dikonfirmasi detikJabar, Senin (26/9/2022).


Dia mengatakan, kawasan pabrik itu memang berdekatan dengan habitat hewan. Di belakang pabrik terdapat pohon rindang dan bambu.

Ular yang ditemukan di atap pabrik di Sukabumi.Ular yang ditemukan di atap pabrik di Sukabumi. Foto: Istimewa

"Daerah ini banyak pohon dan kawasan potensi jadi habitat sarang ular, mulai pepohonan berimbun, kontainer-kontainer gudang di belakang, pohon bambu dan banyak sela-sela masuknya ular. Atau mungkin saja potensi makanan ularnya sangat banyak di situ," ujarnya.

Ular tersebut ditemukan dalam kondisi terluka karena pada bagian atap terdapat kawat antara plafon dan alumunium. Saat ini, ular tersebut sudah berhasil dievakuasi dan akan mendapatkan pengobatan tradisional.

"Sempat kesulitan karena kan itu ada kawat-kawat, jadi kita potong-potong dulu kawatnya. Ular juga terkena luka dari kawat tersebut, saat ini telah kita evakuasi," tambahnya.

Pihaknya mengimbau agar masyarakat, terutama pemilik pabrik agar menjaga kebersihan lingkungan dan ruangan yang tidak terpakai. Khususnya jika tempat usaha atau permukimannya berdekatan dengan kawasan yang berpotensi menjadi habitat hewan.

(orb/orb)