4 Fakta Dua Pria Gasak Uang Rp 1,9 M di ATM Sukabumi

Syahdan Alamsyah - detikJabar
Selasa, 27 Sep 2022 11:06 WIB
Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah menginterogasi salah seorang pelaku pencurian ATM
Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah menginterogasi salah seorang pelaku pencurian ATM (Foto: Syahdan Alamsyah/detikJabar)
Sukabumi -

Aksi pencurian Anjungan Tunai Mandiri (ATM) di Sukabumi menohok publik, pelaku berhasil mengantongi duit hampir sebesar Rp 2 miliar. Aksi pelaku akhirnya berhasil diungkap polisi, sejumlah fakta kemudian terungkap. Apa saja?

1. Pelaku Bekerja di Jasa Pengisian Uang

Dua orang pria berinisial AS dan R, keduanya pencuri uang di dalam Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yang berada di sejumlah lokasi di Sukabumi. Keduanya diketahui bekerja di salah satu perusahaan jasa pengisian uang di ATM untuk suatu bank pelat merah.

Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah mengatakan total kerugian mencapai Rp 1,9 miliar, keduanya beraksi dalam kurun waktu selama 1 tahun. Mereka melakukan aksinya secara bertahap, mengambil sejumlah uang dari dalam ATM.


"Alhamdulillah kita ungkap kasus besar, pencurian ATM pencurian uang di ATM senilai Rp 1,9 miliar dua sudah ditangkap satu lagi DPO. ATM bank di 6 Tempat Kejadian Perkara," kata Kapolres Dedy didampingi Kasatreskrim AKP Dian Purnomo, Senin (26/9/2022).

Dedy menjelaskan para pelaku beraksi di sejumlah ATM yang berada di mini market dan sejumlah lokasi lainnya. "Jadi kedua tersangka bekerja di salah satu perusahaan (menyebut nama perusahaan jasa pengisian uang) yang mengelola ATM tersebut," ujar Dedy.

2. Beraksi Saat ATM Bermasalah

Kapolres Dedy menyebut pelaku menyasar ATM yang bermasalah, lantas membuka brankas uang di ATM dengan menggunakan kunci dari perusahaannya. Di sanalah pelaku mengambil uang tersebut.

"AS adalah pelaku utama, kemudian hasil kejahatan diserahkan ke tersangka R hasil kejahatan mereka membeli 7 unit kendaraan. Mereka kita jerat dengan pasal 363 KUHP 7 tahun penjara," kata Dedy.

Sementara itu, AKP Dian Purnomo menambahkan para pelaku ditangkap di lokasi yang berbeda. Mereka beroperasi selama 1 tahun dan mengambil uang dari ATM secara bertahap.

"Kita dari hasil penyelidikan melalui identitas pelaku, kita lakukan pelacakan hingga akhirnya kita amankan pelaku di Cianjur dan Sukabumi. Mereka sudah beroperasi selama tahun. Selain membeli kendaraan mereka juga menggunakan uang untuk bermain judi slot dan togel," kata Dian.

3. Curi Uang Pakai Kunci ATM

Keterangan pihak kepolisian, para pelaku bekerja di salah satu perusahaan pengisian uang di dalam ATM. Berbekal kunci milik perusahaan, para pelaku mengambil senilai Rp 250 juta sampai Rp 500 juta dari satu ATM.

"Kedua tersangka tersebut bekerja di salah satu perusahaan jasa pengisian uang yang mengelola ATM tersebut. Mereka memiliki kunci dan bisa mengambil dengan pola kalau ada masalah di ATM tersebut tersangka inisial AS akan mendatangi ATM mengambil uang sedikit demi sedikit," kata Kapolres Sukabumi AKBP Dedy Darmawansyah, Senin (26/9/2022).

Ada sejumlah kunci ATM yang diamankan polisi dari kedua pelaku. AS menjadi pelaku utama dan pria inisial R sebagai pihak yang menerima uang dan kemudian dibelikan 7 kendaraan bermotor. Satu DPO lainnya masih dalam pengejaran petugas.

"Barang bukti ada tujuh kendaraan, tersangka AS pelaku utama lalu tersangka R yang membeli kendaraan 7 unit tersebut. Kita amankan Flashdisk CCTV dari ATM dan enam set kunci ATM lalu kendaraan dan ponsel," imbuh Dedy.

4. Kecanduan Judi - Terlilit Utang

Kasatreskrim Polres Sukabumi AKP Dian Purnomo menjelaskan, pelaku mengambil uang rata-rata Rp 250 juta sampai Rp 500 juta mengatakan, motif keduanya melakukan aksi kejahatan didorong rasa ketagihan judi online dan terlilit utang.

"Rata-rata depo sampai Rp 10 juta, togel dan slot juga. Jadi bertahap, setiap dapat uang dari pencurian itu selain dibelikan kendaraan juga bermain judi," jelas Dian kepada detikJabar.

Selain itu para pelaku menikmati hasil kejahatan dengan membeli sejumlah kendaraan. "Pelaku AS (31), R (48) dan satu lagi DPO masih dalam pengejaran kami. Jadi mereka ngambil sedikit-sedikit secara bertahap, jadi mereka gunakan uangnya selain untuk membeli kendaraan," kata Dian.

(sya/yum)