Dinkes Jabar: 15 Juta Warga Sudah Divaksin Booster

Dinkes Jabar: 15 Juta Warga Sudah Divaksin Booster

Rifat Alhamidi - detikJabar
Selasa, 27 Sep 2022 16:30 WIB
Senior woman wearing protective face mask getting flu shot, female doctor in protective workwear holding syringe and injecting vaccine in patients arm; prevention and immunization from corona virus infection
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/zoranm).
Bandung -

Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Barat mencatat 15 juta warga sudah menerima vaksinasi dosis ketiga atau booster. Capaian ini disebut menjadi yang tertinggi dalam penanganan pandemi di Indonesia.

Kadinkes Jabar Nina Susana Dewi mengatakan pihaknya menargetkan 42 juta warga Jawa Barat bisa mendapat vaksinasi. Setelah vaksin itu diberikan, COVID-19 nantinya diharapkan menjadi seperti flu biasa.

"Kita punya target vaksinasi dengan sasaran 42 juta orang. Target ini terus kita gencarkan untuk masyarakat sampai target itu tercapai," kata Nina dalam keterangan yang diterima, Selasa (27/9/2022).


Berdasarkan data yang diupdate pada 25 September 2022 pukul 17.00 WIB, Dinkes mencatat vaksinasi sudah diberikan kepada 36.969.729 warga (87,76 persen) untuk dosis pertama. Kemudian, 31.838.722 warga (74,72 persen) sudah mendapat dosis kedua, 15.044.404 (35,31 persen warga dapat dosis ketiga dan 63.797 warga (35,11 persen) sudah divaksin dosis keempat.

Percepatan vaksinasi di Jabar pun terus dikebut dengan berbagai cara. Mulai dari gebyar vaksinasi di sejumlah daerah hingga menggandeng swasta maupun pemerintah desa untuk menyasar masyarakat paling bawah.

"Instruksi pertama dari Pak Gubernur, gerakan vaksinasi harus digencarkan sampai ke bawah," ucapnya.

Gubernur Jabar Ridwan Kamil optimistis target vaksinasi bakal tercapai. Meski kini pandemi sudah mereda, namun vaksinasi tetap diberikan untuk membentuk kekebalan komunal di Jawa Barat.

"Vaksinasi untuk masyarakat terus dilakukan, sampai sekarang capaian hingga vaksin ketiga ditarget bisa 50 persen. Tapi kita prioritaskan dulu untuk tenaga kesehatan, termasuk booster kedua. Ini akan berjalan terus," katanya.

Pria yang akrab disapa Kang Emil ini menyebut capaian vaksinasi di Jawa Barat tertinggi di Indonesia. Selain itu, meski sekarang kasus Corona terjadi fluktuatif, namun ia menyebut penangan pasien terbilang rendah untuk di sejumlah rumah sakit khusus COVID-19.

"Kalau rumah sakit sepi meski kasusnya turun naik, COVID-19 ini akan dirasakan seperti virus flu biasa yang bisa tertangani dengan cukup istirahat secara mandiri di rumah," ujarnya.

(ral/mso)