Pakar UPI: Ridwan Kamil Hati-hati Putuskan Langkah Menuju 2024

Pakar UPI: Ridwan Kamil Hati-hati Putuskan Langkah Menuju 2024

Rifat Alhamidi - detikJabar
Selasa, 27 Sep 2022 09:15 WIB
Gubernur Jabar Ridwan Kamil
Ridwan Kamil (Foto: Rifat Alhamidi/detikJabar)
Bandung -

Langkah Gubernur Jabar Ridwan Kamil menjelang Pilpres 2024 hingga saat ini masih teka teki. Ia belum menentukan sikap secara tegas soal keinginan maju di kontestasi politik nasional, hingga akhirnya muncul spekulasi peluang Ridwan Kamil di Pilgub DKI Jakarta.

Pengamat Politik UPI Prof Karim Suryadi pun menilai Ridwan Kamil sedang hati-hati mengambil keputusan pada Pemilu 2024. Langkah ini pun dinilai paling realistis, terutama untuk sosok seperti Ridwan Kamil yang memang bukan bagian dari kepengurusan partai.

"Tidak tergesa-gesa memutuskan sikap politik menjadi langkah paling realistis bagi tokoh manapun yang potensial maju dalam Pemilu 2024 (termasuk Ridwan Kamil). Bahkan bagi mereka yang berada di luar struktur kepartaian, sikap ekstra hati-hati amat diperlukan," katanya saat berbincang dengan detikJabar via telepon, Selasa (27/9/2022).


Alasan terkuat, kata Karim, yaitu kecenderungan parpol untuk bisa memborong tiket Pilpres 2024 yang mulai mencuat akhir-akhir ini. Hal itu bisa dilihat setelah beberapa parpol sudah sepakat menjalin koalisi di tataran nasional.

"Popularitas beberapa pimpinan parpol yang jauh lebih rendah dibanding tokoh-tokoh di luar struktur partai tidak menghalangi mereka melakukan manuver. Langkah ini seakan menutup celah tokoh di luar parpol maju dalam Pilpres," terangnya.

Poros koalisi parpol yang kini sudah terbentuk seperti Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) PPP, PAN dan Golkar serta Gerindra-PKB, menurut Karim, praktis hanya menyisakan dua poros koalisi lain yang berpeluang direalisasikan. Di antaranya PDIP yang hingga kini memberi sinyal akan maju secara tunggal serta koalisi NasDem, PKS dan Demokrat.

Meski parpol sudah saling mengunci, namun Karim menilai kondisi ini bisa saja berubah sebelum mendekati Pilpres 2024. Oleh karenanya, ia menyarankan figur-figur potensial di luar pengurus partai seperti Ridwan Kamil, agar fokus menjalankan tugasnya hingga selesai.

"Semuanya masih bisa berubah, masih serba mungkin. Karena pola koalisi akan mulai permanen dan pasangan capres-cawapres akan mulai terbentuk jelang pendaftaran Oktober 2023. Dalam satu tahun ke depan, tokoh yang potensial maju mending fokus menjalankan tugas. Dengan begitu popularitasnya akan terkerek lewat prestasi kerja yang diraihnya," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Jabar Ridwan Kamil belum menentukan sikapnya secara tegas terkait langkah politiknya pada 2024. Sejumlah spekulasi pun muncul, seperti peluang Ridwan Kamil maju di Pilgub DKI Jakarta hingga Pilpres 2024.

Ridwan Kamil telah membuka tiga jalur untuk maju di kontestasi politik pada 2024. Pertama adalah peluang untuk maju di Pilgub Jabar. Kedua, maju di Pilgub DKI Jakarta. Dan, ketiga adalah peluang maju di Pilpres 2024.

"Di nasional (pilpres) juga sedang terjadi dinamika," kata Ridwan Kamil kepada awak media di Gedung Sate, Senin (26/9/2022).

Lebih lanjut, Ridwan Kamil mengaku saat ini belum bisa menjawab soal langkah politiknya pada pesta demokrasi lima tahunan di 2024. "Jadi, jawaban itu pasti terjadi di detik-detik terakhir. Nggak bisa jauh-jauh hari," katanya.

"Kan bisa saja saya ke gubernur di Indonesia timur, kan bisa. Jadi nggak hanya di DKI jakarta. Kalau melihat apakah periode kedua jadi gubernur di mana, bisa jadi di Jabar lagi, atau provinsi lain" ucap Ridwan Kamil menambahkan.

(ral/yum)