Menakar Peluang Pasha Ungu Maju di Pilbup Majalengka

Menakar Peluang Pasha Ungu Maju di Pilbup Majalengka

Erick Disy Darmawan - detikJabar
Selasa, 27 Sep 2022 06:40 WIB
Pasha Ungu
Pasha Ungu. (Foto: Ahsan/detikcom)
Majalengka -

Partai Amanat Nasional (PAN) mulai memanaskan suhu perpolitikan di Kabupaten Majalengka. Saat partai politik lain belum memunculkan nama bakal calon bupati atau wakil bupati Majalengka untuk Pilkada 2024, PAN sudah pamer nama.

Sigit Purnomo atau yang akrab disebut Pasha Ungu jadi salah satu nama yang cukup serius didengungkan PAN untuk maju dan meramaikan pilkada di 'Kota Angin'. PAN juga berharap Pasha dijodohkan dengan putra daerah terbaik di Majalengka.

Akademisi Universitas Majalengka Diding Bajuri menilai, kabar diusungnya Pasha Ungu dalam meramaikan perpolitikan di Majalengka dianggap terlalu dini. Sebab ketentuan bisa mengusung bakal calon bupati atau wakil Bupati dinilai dari hasil Pileg 2024 yang akan datang.


Meski demikian, menurutnya siapapun yang berkeinginan mencalonkan diri menjadi kepala daerah di Majalengka sah-sah saja, sepanjang memenuhi syarat secara undang-undang.

"Saya berpandangan terlalu dini jika saat ini dikatakan. Kenapa terlalu dini, karena semua partai itu sekarang masih fokus dan berharap hasil Pileg nanti memperoleh kursi sesuai target parpol, karena nanti yang menjadi kalkulasi itu kan hasil Pemilu Legislatif 2024, bukan yang 2019," kata Diding saat berbincang dengan detikJabar, Senin (26/9/2022).

"Berarti ada kemungkinan seluruh partai itu semua energinya itu dipusatkan untuk Pileg 2024. Bagaimana mereka mendapatkan target perolehan suara dulu, baru bicara koalisi, baru bicara pengusungan," jelas akademisi yang juga menjabat Ketua ICMI Orda Majalengka itu.

Disinggung peluang Pasha bisa mendapatkan tiket maju ke Pilkada Majalengka. Diding mengakui jika vokalis Band Ungu itu sudah mempunyai modal popularitas. Tapi peluang memenangkan Pilkada belum bisa dipastikan.

"Pasha Ungu itu kan sudah memiliki modal awal popularitas. Tapi apakah popularitas itu identik dengan elektabilitas? Tentu saya kira bisa jadi iya, bisa jadi tidak. Apalagi fenomenanya saat ini di Indonesia ini bukan hanya di Majalengka. Fenomenanya kan masih terjadi ada money politic ya, meskipun sulit dibuktikan, tapi terindikasi masih ada," ucap dia.

Selain faktor money politik, popularitas dan pengalaman juga belum menjamin jika Pasha Ungu bisa memenangkan Pilkada di Majalengka. Pasalnya, Majalengka memiliki kultur yang berbeda dibanding wilayah yang pernah dimenangkan Pasha dalam pilkada.

"Dia pernah punya pengalaman (jadi Wakil Wali Kota Palu). Tetapi sekali lagi pengalaman itu tentu tidak sepenuhnya menjanjikan. Karena karakteristik masyarakat, partai politik, dan semuanya itu akan berbeda," jelas dia.

"Majalengka punya tipologi yang berbeda, sehingga saya mengatakan semua masih punya peluang yang sama. Tinggal bagaimana sekarang semua partai politik itu memainkan strateginya itu," ujar dia menambahkan.

(orb/orb)