Inspektorat Temukan Pelanggaran Pembagian BLT BBM di Talun Sumedang

Inspektorat Temukan Pelanggaran Pembagian BLT BBM di Talun Sumedang

Nur Azis - detikJabar
Senin, 26 Sep 2022 15:49 WIB
Kupon untuk gerak jalan yang diambil dari BLT BBM warga
Kupon untuk gerak jalan yang diambil dari BLT BBM warga (Foto: Nur Azis/detikJabar)
Sumedang -

Polemik bantuan langsung tunai (BLT) BBM di Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara masih bergulir. Dari hasil pemeriksaan, bagian inspektorat Pemkab Sumedang menemukan pelanggaran pada saat penyalurannya.

Juru bicara inspektorat Pemkab Sumedang Rohaendi menjelaskan, dari hasil keterangan sejumlah saksi di lapangan, ditemukan pelanggaran pada saat penyalurannya. Hal itu mengacu pada keputusan Dirjen Pemberdayaan Sosial 158/2022 tentang juknis pelaksanaan program BLT BBM.

"Iyah intinya peraturan pemerintah tahun 2022 BLT BBM diperuntukan untuk kebutuhan pangan dan pokok lainnya, titik tidak ada lagi, saklek seperti itu, sekarang digunakan buat Milangkala, kan tidak sesuai," katanya saat dihubungi detikJabar, Senin (26/9/2022).


Rohaendi mengatakan, informasi itu sebagaimana keterangan dari sejumlah pihak di lapangan.

"Itu sesuai kenyataan yang berkata di lapangan (keterangannya)," ujarnya.

Rohaendi menyebut, pihaknya telah melakukan klarifikasi kepada sejumlah pihak di lapangan terkait persoalan tersebut. Adapun pihak yang dimintai keterangan diantaranya, lurah Talun, Camat, Dinas, Bendahara, Ketua RW dan warga.

Kendati demikian, pemeriksaan terkait persoalan itu masih terus berlanjut hingga kini dengan hasilnya akan didapatkan dalam waktu dekat.

"Kami sekarang masih melakukan pemeriksaan, hasilnya nanti dalam waktu dekat akan keluar," ujarnya.

Rohaendi menambahkan, jika nanti terbukti bersalah maka sanksi pun akan dikenakan sebagaimana peraturan pemerintah kaitannya sebagai ASN.

"Sanksi itu kemungkinan sesuai dengan PP sebagai PNS, tapi itu nanti kalau pemeriksaan sudah selesai agar informasinya jelas," ujarnya

Berita sebelumnya, Polemik soal kupon gerak jalan di tengah pembagian BLT BBM di Kelurahan Talun, Kecamatan Sumedang Utara terus bergulir. Warga pun banyak yang mengungkap keganjilan atas kupon tersebut.

Seperti yang diungkapkan oleh warga berinisial HS. Saat pencarian BLT BBM, ia mengaku diharuskan membawa uang sebesar Rp 15 ribu.

"Saya saat itu dikasih barcode untuk pencairan BLT BBM tapi dengan syarat diharuskan membawa uang sebesar 15 ribu rupiah," ungkap HS kepada wartawan.

Ia awalnya tidak mengetahui terkait maksud diharuskan membawa uang tersebut. Namun baru kemudian, ia paham bahwa uang tersebut untuk pembelian kupon gerak jalan.

"Pas sampai di kelurahan baru tahu harus beli kupon gerak jalan sebanyak 5 lembar dengan harga satu lembarnya 3 ribu rupiah, berarti 5 lembar itu 15 ribu, terangnya.

Ia menyebut, kupon gerak jalan yang dijual kepada keluarga penerima manfaat (KPM) BLT BBM tersebut beragam jumlahnya.

"Warga yang lain ada yang harus membeli 30 ribu, 45 ribu," ujarnya.

Menurutnya, jika pembelian kupon itu dilaksanakan secara sukarela maka warga seharusnya tidak diharuskan dan dipatok terkait pembelian kupon tersebut.

"Seharusnya kan jangan ditarget, kalau untuk partisipasi maka seharusnya seikhlasnya saja mau beli satu lembar atau dua lembar, karena kebutuhan orang menggunakan uang BLT BBM itu kan beda-beda, ada yang lagi butuh banget tapi dipotong segitu kan jadi berkurang banget," paparnya.

Hal senada diungkapkan warga lainnya berinisial DG. Saat pencairan BLT BBM tersebut, ia pun diharuskan membawa uang sebesar Rp 30 ribu untuk kupon gerak jalan tersebut.

Ia pun mengaku sampai mencari pinjaman ke tetangga lantaran saat itu ia tidak memiliki uang sepeser pun.

"Saya diharuskan membawa uang sebesar 30 ribu, lantaran saya tidak punya uang maka saya bela-belain pinjam ke tetangga baru setelah cair baru saya kembalikan uangnya," ungkapnya.

Sementara itu, Lurah Talun Rinny Mulyati mengatakan, penyaluran BLT BBM kepada 592 penerima di kelurahan Talun telah dilaksanakan pada Selasa (13/9/2022).

"Alhandulillah kegiatan penyaluran tersebut berjalan lancar dan kepada warga masyarakat diimbau untuk berhati-hati, kalau ada apa-apa langsung konfirmasi kepada pihak kelurahan, mudah-mudahan tidak ada masalah apapun di kelurahan Talun yang tidak sesuai kaitannya dengan BLT BBM," paparnya kepada wartawan.

Disinggung soal pungutan dengan modus kupon gerak jalan, Rinny pun menyanggah akan hal tersebut. Menurutnya, pembelian kupon gerak jalan itu tidak didasarkan atas unsur paksaan. Hal itu kaitannya dengan partisipasi warga masyarakat dalam rangka hari jadi Kelurahan Talun.

"Itu bukan pungutan dengan modus kupon, kebetulan kami akan mengadakan Milangkala Kelurahan Talun, karena ini untuk partisipasi menyambut Milangkala Kelurahan Talun dan kami pun tidak memaksa karena pembelian kupon tersebut nantinya kembali lagi buat warga masyarakat," paparnya.

"Kami hanya meminta partisipasinya kepada warga masyarakat untuk mensukseskan Milangkala Kelurahan Talun, semua warga untuk bisa berpartisipasi dalam acara dimaksud, semoga tidak jadi masalah karena ini kita setahun sekali memperingati Milangkala Kelurahan Talun," Rinny menambahkan.

(yum/yum)