Suara Pentungan dan Jerit Emak-emak Kala Banjir Bandang Menerjang Garut

Suara Pentungan dan Jerit Emak-emak Kala Banjir Bandang Menerjang Garut

Hakim Ghani - detikJabar
Sabtu, 24 Sep 2022 18:30 WIB
Banjir bandang garut.
Foto: Hakim Ghani
Garut -

Banjir bandang mengepung kawasan Kecamatan Pameungpeuk, Garut. Terselip cerita mengerikan di balik banjir yang terjadi untuk kesekian kalinya tersebut.

Kamis, 22 September 2022. Hujan deras mengguyur Pameungpeuk dan sekitarnya. Hujan turun deras sekali, sedari pagi. Aliran Sungai Cipalebuh yang tadinya tenang juga berubah menjadi deras.

Sekitar jam 10 malam, di tengah keheningan perkampungan warga saat itu, terjadi banjir yang sangat besar. Perlahan tapi pasti, air dari Cipalebuh naik ke pemukiman warga.


Padahal, terdapat pembatas yang cukup tinggi antara rumah warga dan sungai, yaitu tembok setinggi 4 meter.

Suasana yang tadinya tenang saat itu, berubah jadi mencekam. Seperti diungkap Dede Sumiati (57), seorang ibu asal Kampung Kaum Lebak. Tanpa aba-aba, air langsung merangsek masuk ke pemukiman warga.

"Semuanya ya langsung pada lari. Menjerit-jerit karena takut," kata Dede kepada detikJabar, Sabtu (24/9/2022).

Dede mengungkapkan dia beserta anak dan suaminya langsung berlari ke jalan raya. Suasana makin mencekam, usai aliran listrik di sekitaran TKP padam.

"Semuanya berkumpul di Jalan Cikoneng yang besar. Air sudah tinggi, kalau di rumah saya sekitar 1,5 meter," ungkap Dede.

Warga lainnya, Dudung (60) punya cerita yang lebih dramatis lagi. Dia yang sedang sakit-sakitan di rumahnya seketika dibopong dibawa lari oleh anak-anak. Mulanya, dia tak sadar terjadi banjir. Namun, ketika air mulai masuk ke rumahnya dia juga histeris.

"Ada yang mukul kentungan tanda bahaya. Pas dilihat memang banjir sudah mendekat," ungkap Dudung.

Dudung menjelaskan, dia langsung dievakuasi ke Puskesmas setempat. Tak ada barang elektronik yang bisa diselamatkan. Semuanya rusak tersapu banjir.

"Ya cuman ini saja, baju, pakaian. Kulkas, TV semuanya rusak," ujar Dudung.

Masyarakat saat ini berharap agar mereka segera mendapatkan bantuan dari pemerintah. Mereka butuh makanan, hingga selimut untuk bermalam.

"Butuh keperluan untuk membersihkan rumah juga," ujar Dudung.

(mso/mso)