Cerita Warga Garut Nyaris Tewas Tergulung Banjir Bandang

Cerita Warga Garut Nyaris Tewas Tergulung Banjir Bandang

Hakim Ghani - detikJabar
Sabtu, 24 Sep 2022 15:16 WIB
Warga menunjukan ketinggian air saat banjir bandang menerjang.
Warga menunjukan ketinggian air saat banjir bandang menerjang (Foto: Hakim Ghani/detikJabar).
Garut -

Banjir bandang menerjang kawasan selatan Garut pada Kamis (22/9/2022) malam. Banjir tersebut membuat hampir 5 ribu warga Garut sengsara.

Banjir itu terjadi usai Sungai Cipalebuh yang biasanya berarus tenang mengamuk. Sebelum air meluap dan merangsek masuk ke pemukiman warga, sempat terjadi hujan deras yang mengguyur kawasan ini sejak Kamis pagi.

Banjir datang tiba-tiba. Di tengah keheningan malam, air masuk ke pemukiman warga. Seperti diungkap Dedi (50), seorang warga Kampung Kaumlebak, Desa Pameungpeuk.


Dedi yang saat kejadian tengah tertidur pulas dikagetkan dengan suara air yang cukup deras mengalir ke dalam rumahnya.

"Posisi saya lagi tidur. Tiba-tiba saja air langsung masuk ke rumah," kata Dedi kepada detikJabar, Sabtu (24/9/2022).

Tak ada waktu untuk keluar dan menyelamatkan diri. Seketika, air yang masuk ke rumahnya terus meninggi. Dedi menyebut tingginya bahkan mencapai tiga meter.

"Saya bingung mau lari kemana. Sedangkan air posisinya udah tinggi," katanya.

Dedi kemudian memutuskan untuk memanjat atap rumahnya. Dalam hati, dia bahkan merasa bakal mati di momen tersebut. Air yang mengalir deras membuatnya merasakan getaran hebat di atas rumah.

"Saya teriak.... 'tolong....tolong'. Karena ini rumah sepertinya sudah mau roboh," ungkap Dedi.

Beruntung Dedi masih bisa menyelamatkan diri. Dia merayap menyusuri atap rumah dan menepi dari rumahnya yang tepat berada di bantaran Sungai Cipalebuh.

"Alhamdulillah bisa selamat. Tadinya saya pikir bakal mati di sana," pungkas Dedi.

(mso/mso)