4 Desa di Garut Diterjang Banjir Bandang!

Hakim Ghani - detikJabar
Jumat, 23 Sep 2022 08:14 WIB
Banjir bandang di Pameungpeuk, Garut.
Banjir bandang di Pameungpeuk, Garut. (Foto: Istimewa)
Garut -

Banjir bandang menerjang empat desa di Kecamatan Pameungpeuk, Garut, Kamis (22/9) sekitar pukul 22.00 WIB. Sejumlah warga sempat terjebak di dalam rumah saat kejadian banjir berlangsung.

Banjir bandang terjadi akibat luapan Sungai Cipalebuh. Sebelum banjir menerjang, hujan intensitas cukup deras terjadi di kawasan selatan Garut. Air luapan Sungai Cipalebuh dengan cepat menerjang pemukiman warga.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Garut Satria Budi saat dikonfirmasi mengatakan, banjir menerjang beberapa perkampungan warga di empat desa di Pameungpeuk.


"Desa Pameungpeuk, Desa Sirnabakti, Desa Mandalakasih, dan Desa Paas," kata Budi.

Di Desa Pameungpeuk, banjir terjadi di Kampung Kaum Lebak. Di Desa Sirnabakti, ada dua kampung yang terendam yakni Kampung Bintara dan Kampung Leuwigenteng.

Sedangkan di Desa Mandalakasih, banjir terjadi di Kampung Sukapura dan Leuwisimar. Sementara Kampung Segleng menjadi satu-satunya kampung yang saat ini dilaporkan tergenang banjir di Desa Paas.

Banjir bandang di Pameungpeuk, Garut.Pengungsi banjir bandang di Pameungpeuk, Garut. Foto: Istimewa

Budi menjelaskan, saat ini petugas dari BPBD Garut sudah berada di lokasi. Petugas masih berfokus melakukan evakuasi masyarakat yang menjadi korban.

"Kita masih pastikan. Yang jelas, debit air di sana meningkat," katanya.

Sementara ini, dilaporkan ada sejumlah warga yang mengungsi di Aula Kecamatan Pameungpeuk. Dilaporkan juga sempat terjadi kepanikan di sana akibat banjir bandang tersebut.

Kepala Satuan Polisi Air dan Udara (Sat Polairud) Polres Garut AKP Adnan Muttaqien mengatakan, pasukannya yang langsung turun ke lokasi saat kejadian menemukan ada sejumlah warga yang terjebak di dalam rumah.

"Ada sekitar tiga orang warga yang terjebak di dalam rumah. Alhamdulillah berhasil kami evakuasi dalam keadaan selamat," kata Adnan kepada detikJabar, Jumat dini hari.

Adnan mengatakan, saat ini pihaknya dengan Forkopimcam serta BPBD tengah berupaya melakukan penyisiran dan menyelamatkan masyarakat. Hingga saat ini, data jumlah korban yang terdampak banjir masih diinventarisir.

(orb/orb)