Wabup Garut Sebut Wisata Pantai Selatan Masih Aman Dikunjungi

Wabup Garut Sebut Wisata Pantai Selatan Masih Aman Dikunjungi

Hakim Ghani - detikJabar
Sabtu, 24 Sep 2022 12:10 WIB
Foto udara kendaraan melintas di Jalur Pantai Selatan (Pansela) Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (27/4/2022). Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merekomendasikan pemudik untuk menggunakan jalur Pansela yang terbentang dari Bayah Banten, melalui Kebumen, Cilacap, Wonosari sampai ke Pacitan, Jawa Timur dengan jarak tempuh 1.405 kilometer. ANTARA FOTO/Adeng Bustomi/YU
Melintas di Jalur Alternatif Pansela (Foto: ANTARA FOTO/ADENG BUSTOMI)
Garut -

Wilayah selatan Garut dikepung bencana alam. Kendati demikian, Pemda memastikan wisata pantai Garut selatan tetap aman untuk dikunjungi.

Bencana alam menerjang sejumlah kecamatan di Kabupaten Garut pada Kamis (22/9/2022) malam lalu. Bencana berupa tanah longsor dan banjir itu dilaporkan terjadi di lima kecamatan.

Bencana alam terjadi bersamaan di waktu tersebut, usai hujan deras mengguyur sejak Kamis pagi. Akibat bencana itu, lebih dari seribu masyarakat terdampak.


Kendati tengah dikepung bencana, objek wisata di sepanjang pantai selatan Garut tetap beroperasi. Wakil Bupati Garut Helmi Budiman memastikan kawasan wisata tetap aman untuk dikunjungi. "Kalau yang wisata, Santolo, Sayang Heulang, ke pantai selatan Insya Allah aman," kata Helmi.

Helmi menjelaskan, status aman masih diberlakukan lantaran tidak terjadi bencana alam, di kawasan wisata di sepanjang pantai selatan Garut. Kendati demikian, Helmi mengimbau agar wisatawan tetap waspada. "Kecuali nanti, kalau ada peringatan dari BMKG. Kita juga kalau ada hal yang tidak aman akan diingatkan," katanya.

Tips Wisata Aman ke Pantai Selatan Garut

detikJabar sempat melakukan penelusuran pada rute dari Garut menuju kawasan pantai selatan pada Jumat (23/9) kemarin. Dari hasil pantauan, ditemukan sejumlah titik longsoran kecil di sepanjang jalur selatan Garut, khususnya di kawasan Cisompet.

Di Cisompet, ada sekitar lebih dari 10 titik longsoran kecil dari tebing yang cukup mengganggu arus lalu lintas. Namun, jalannya masih bisa dilalui, tentunya dengan hati-hati.

Jika detikers tetap ingin berlibur ke kawasan pantai selatan Jawa Barat, khususnya Garut saat musim bencana ini, yuk simak panduan berikut ini.

Detikers disarankan untuk berangkat dan berada di jalur selatan Garut pada pagi hari. Hal tersebut, dilakukan agar terhindar dari hujan di kawasan Garut selatan.

Hal tersebut penting untuk dilakukan. Sebab, kontur jalan di kawasan selatan Garut berada di kawasan hutan dan pegunungan. Jalanan yang menikung tajam dan menanjak lebih aman dilakukan ketika situasi tidak hujan dan jalanan tidak basah.

Apalagi, jika melintas pada siang menjelang sore hari, biasanya kabut turun sangat tebal menyebabkan jarak pandang sangat terbatas. Hal tersebut berbahaya, khususnya bagi detikers yang sama sekali belum pernah melintas jalur ini.

Selanjutnya, yang perlu diperhatikan adalah kondisi kendaraan. Kondisi kendaraan yang dipakai juga harus dalam keadaan prima. Perhatikan juga perlengkapan berkendara lain seperti jaket, sepatu dan celana panjang, agar berkendara dalam kondisi aman.

Jika detikers mengalami kendala di perjalanan, bisa meminta bantuan ke kantor Kecamatan, Desa, Polsek atau Koramil terdekat.

Bisa juga melaporkan situasi berbahaya dan darurat melalui akun media sosial instansi pemerintahan, seperti Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) atau Polres Garut.

(iqk/iqk)