8 Fakta Tabrakan Maut Mobil Matik Vs Angkot Sukabumi

Siti Fatimah - detikJabar
Jumat, 23 Sep 2022 08:00 WIB
Kecelakaan di Kota Sukabumi.
Kecelakaan di Kota Sukabumi (Foto: Siti Fatimah/detikJabar)
Sukabumi -

Insiden kecelakaan terjadi di di Jalan RA Kosasih, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Kamis (22/9/2022). Sebuah mobil matik menabrak mobil angkot trayek 01 yang diduga akibat pengemudinya hilang kendali.

Berikut rangkuman detikJabar mengenai fakta mobil matik tabrak angkot di Sukabumi:

Tewaskan 3 Orang

Tiga orang warga dinyatakan meninggal dunia dalam insiden kecelakaan tersebut. Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sukabumi Kota Ipda Jajat Munajat mengatakan, korban meninggal dunia merupakan sopir angkot, satu orang penumpang dan satu pedagang cakwe. Pedagang cakwe dinyatakan meninggal dunia TKP.


"Perkembangan terakhir setelah kejadian kurang lebih bergulir 3 jam untuk korban yang mengalami luka berat yaitu pengemudi angkot dan satu penumpang dinyatakan oleh medis meninggal dunia," kata Jajat kepada awak media, Kamis (22/9).

Dua Orang Luka Ringan

Terkait identitas korban yaitu sopir berinisial HM (54), pedagang cakwe inisial D, dan satu korban lainnya belum diketahui. Kemudian ada dua korban yang mengalami luka ringan.

"Jadi sampai saat ini satu meninggal di tempat kemudian yang dua meninggal dalam penanganan medis di RS Syamsudin. Dua orang lain luka ringan," ujarnya.

Mobil Matik Hilang Kendali

Kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Peristiwa itu berlangsung di persimpangan Jalan RA Kosasih, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi.

Awalnya, angkot bergerak dari arah Sukabumi menuju Sukaraja. Di saat bersamaan melintas mobil matic keluar dari Pesona Cibeureum Permai. Namun karena hilang kendali, mobil itu menabrak pas bagian tengah atau badan dari kendaraan angkot tersebut.

"Terjadi kecelakaan antara minibus Mitsubishi Xpander pada saat keluar dari Pesona Cibeureum hilang kendali sehingga menabrak angkutan kota jurusan Terminal Sukaraja. Kecelakaan itu terjadi diduga dari kelalaian pengemudi Xpander," kata Jajat.

Sopir Mobil Diamankan Polisi

Seorang wanita paruh baya berinisial E terlibat kecelakaan lalu lintas di Jalan RA Kosasih, Kabupaten Sukabumi. Dia menabrak angkutan kota (angkot) yang menyebabkan lima orang terluka.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sukabumi Kota Ipda Jajat Munajat mengatakan, saat ini sopir tersebut diamankan di lokasi. Menurutnya, kecelakaan itu terjadi karena sopir Xpander hilang kendali.

Sopir tersebut juga dalam kondisi luka ringan dan masih dapat berjalan. "Sopir Xpander kita amankan, sementara mengalami luka ringan saja," kata Jajat kepada detikJabar di lokasi, Kamis (22/9/2022).

Terancam Pidana 5 Tahun

Ditanya soal pelanggaran yang dilakukan E, Ajat menyebut, yang bersangkutan terancam pidana 5 tahun atau denda Rp 10 juta.

"Kalau ini dikaitkan dengan UU diduga melanggar pasal 310 ayat 3 karena kelalaiannya mengakibatkan orang lain mengalami luka berat, ancaman hukuman 5 tahun atau denda Rp 10 juta," ucap dia.

Terekam CCTV

Detik-detik kecelakaan itu terekam video CCTV. Terlihat sebuah mobil minibus Mitsubishi Xpander berwarna silver keluar dari perumahan Pesona Cibeureum Permai dengan kecepatan tinggi.

Sebelum mengenai mobil angkot, Xpander itu lebih dulu menabrak pembatas perumahan. Seketika mobil itu menyambar angkot berwarna merah muda dengan trayek 01 Terminal Sukaraja-Sukabumi.

Mobil angkot itu juga sempat berputar karena terbanting oleh Xpander dan terbalik mengenai warung yang berada di pinggir jalan. Bagian mobil angkot yang tertabrak itu bagian tengah atau badan mobil.

Kanit Gakkum Sat Lantas Polres Sukabumi Kota Ipda Jajat Munajat mengatakan, kecelakaan itu terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Ada lima korban, dua korban luka ringan dan tiga di antaranya meninggal dunia.

Awalnya, angkot itu melaju dari arah Sukabumi menuju Sukaraja. Di saat bersamaan melintas Xpander keluar dari Pesona Cibeureum Permai.

Polisi menyebut, kecelakaan diduga akibat hilang kendali pengemudi Xpander inisial EH. "Diduga dari kelalaian si pengemudi Xpander," kata Ajat, Kamis (22/9/2022).

"Perkembangan terakhir setelah kejadian kurang lebih bergulir 3 jam untuk korban yang mengalami luka berat yaitu pengemudi angkot dan satu penumpang dinyatakan oleh medis meninggal dunia, satu meninggal di tempat," sambungnya.

Korban Tewas Pedagang Asal Cianjur

Didin, pria paruh baya asal Desa Tegalega, Warungkondang, Kabupaten Cianjur terbujur kaku di ruang jenazah RSUD Syamsudin. Dia merupakan salah satu korban dalam insiden mobil matik Xpander menabrak sopir angkot di Jalan RA Kosasih.

Saat kejadian itu, Didin sedang beristirahat di depan warung setelah berjualan keliling Kota Sukabumi sebelum akhirnya tertabrak dan tertindih oleh mobil angkot.

Ketua RT sekaligus saksi mata, Ahmad (53) mengatakan, Didin memang biasa mangkal di jalan itu. Sejak pukul 04.00 WIB, biasanya Didin sudah berada di daerah Sungapan untuk menunaikan ibadah shalat subuh.

"Datang jam 04.00 WIB subuh, sembahyang dulu di masjid situ. Langsung ngider. Saya suka lihat di masjid, jualan cakwe ke anak-anak mapay (keliling) ke arah kota," kata Ahmad kepada detikJabar, Kamis (22/9).

Saat kecelakaan terjadi, Didin sedang duduk di depan warung sambil melihat burung. Menurutnya, korban yang berusia 50 tahun itu akan pulang ke Cianjur naik bus dari Selakaso yang tak jauh dari TKP.

"Tadi mah jualan mau pulang tapi istirahat dulu di depan warung liat burung. Di sana mobil nyamber ke sini ke angkot. Dia jualan dari arah Kota. Kasihan ini mah kalau berangkat ke sini naik turun bus di Selakaso," ujarnya.

"Bawa keranjang hoe yang bulat. Sudah ketabrak, kejepit angkot. Ditolongin langsung diangkat ke rumah sakit," sambung Ahmad.

Tangis Keluarga Pecah Lihat Jenazah Korban

Kakak ipar korban, Lilis (49) tak mampu menahan tangis saat melihat jasad adik iparnya di RSUD Syamsudin. Korban, kata dia, meninggalkan satu istri dan tiga orang anak.

"Biasanya jam 10.00 sudah pulang. Tadi ada yang miscall lima kali tidak keangkat. Aslinya warga Cianjur tapi ngontrak di Cipari, Kebonpedes," kata Lilis.

Saat ini, mereka masih menunggu kabar dari keluarga di Cianjur untuk memakamkan korban. "Masih nunggu kabar dari Cianjur, karena keluarga sama satu anaknya ada di Cianjur," ucapnya.

(yum/yum)