Jurit Malam: Mengenang Nike Ardilla dan Kisah di Jalan Riau Bandung

Bima Bagaskara - detikJabar
Kamis, 22 Sep 2022 23:45 WIB
Saksi bisu kecelakaan maut Nike Ardila.
Saksi bisu kematian Nike Ardilla (Foto: Bima Bagaskara/detikJabar).
Bandung -

Peristiwa nahas dialami penyanyi cantik Nike Ardilla. 27 tahun silam tepatnya 19 Maret 1995, Nike mengalami kecelakaan maut di Jalan L.L.R.E Martadinata, Kota Bandung. Kecelakaan itu pun merenggut nyawa Nike yang saat itu belum genap berusia 20 tahun.

Meninggalnya Nike Ardilla menyisakan banyak kenangan. Barang-barang peninggalan Nike saat ini tersimpan rapih di Museum Nike Ardilla yang di Komplek Arya Graha, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung.

Di sana tersimpan sebuah pintu mobil yang dalam keadaan ringsek, tanpa kaca dan terpajang di salah satu sudut museum. Pintu itu diketahui merupakan pintu Mobil Honda Genio yang dikendarai Nike saat mengalami kecelakaan maut.


Di situ juga terpampang sebuah kertas yang bertuliskan 'SAKSI BISU TRAGEDI 19 MARET PUKUL 06.15 WIB JALAN MARTADINATA (JLN RIAU) BANDUNG. "BANDUNG KELABU'. Tulisan itu seakan jadi kenangan bagi sosok mendiang Nike Ardilla.

Bukan hanya itu, kenangan yang jadi saksi bisu kecelakaan Nike Ardilla juga ada di lokasi kejadian. Di Jalan L.L.R.E Martadinata, terdapat pagar tembok yang saat itu ditabrak mobil Nike. Pagar itu masih berdiri kokoh di depan salah satu kafe.

Dede Asep, seorang tukang parkir di lokasi itu menuturkan, pagar tembok yang jadi saksi bisu sering dikunjungi oleh orang yang mengaku fans dari Nike Ardilla. Mereka datang hampir tiap tahun saat momen hari ulang tahun dan tanggal kematian Nike.

"Banyak yang ke sini kalau memperingati hari meninggalnya, sama hari ulang tahunnya (Nike). Penggemarnya suka ke sini, tabur bunga, doa bersama, tiap tahun rutin," kata Dede.

Dede mengungkapkan, tak ada yang berubah dari pagar tembok tersebut. Pagar itu masih sama persis bentuk dan posisinya dengan saat kejadian kecelakaan 27 silam.

Menurutnya yang berbeda dari pagar tembok itu hanya tidak adanya tempat sampah yang kata dia telah dibuang entah oleh siapa.

"Bangunan yang ditabrak itu masih sama cuma bak sampahnya aja dibuang, kalau tembok sama tiangnya masih sama," ungkapnya.

Selain pagar tembok, Cafe Bali juga jadi saksi betapa mengerikannya kecelakaan saat itu. Dede yang bekerja sebagai tukang parkir di tempat itu sejak 2007 lalu mengaku mengetahui cerita kecelakaan dari seniornya.

"Saya tahu katanya Nike Ardilla itu jalan dari atas lewat sini, dia mungkin ngantuk ada kendaraan mungkin kaget, banting stir ke kiri nabrak pagar tembok itu kira-kira begitu. Kejadiannya subuh," tutup Dede.

(bba/mso)